Dalam dunia publikasi ilmiah, proses mengirim artikel ke jurnal tidak hanya berkaitan dengan kualitas penelitian. Penulis juga perlu memahami berbagai aturan dan etika yang berlaku selama proses submission. Salah satu aturan penting yang sering menjadi perhatian adalah larangan simultaneous submission, yaitu tindakan mengirim artikel yang sama ke dua jurnal atau lebih pada waktu yang bersamaan.
Simultaneous submission mungkin terlihat sebagai cara untuk memperbesar peluang artikel diterima atau mempercepat waktu publikasi. Penulis bisa saja berpikir bahwa jika satu jurnal menolak, masih ada jurnal lain yang sedang memproses artikel tersebut. Namun, strategi tersebut justru dapat menimbulkan persoalan etika karena jurnal biasanya mengharapkan manuskrip yang dikirimkan tidak sedang dipertimbangkan oleh penerbit lain.
Memahami simultaneous submission penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun penulis yang sedang mempersiapkan artikel ilmiah. Kesalahan dalam proses submission tidak hanya dapat menyebabkan artikel ditolak, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan profesional dengan editor dan reputasi akademik penulis. Oleh sebab itu, setiap penulis perlu mengetahui alasan simultaneous submission dilarang, konsekuensinya, serta cara menghindarinya.
Pengertian Simultaneous Submission dalam Publikasi Ilmiah
Simultaneous submission adalah tindakan mengirimkan satu artikel ilmiah yang sama kepada dua jurnal atau lebih dalam waktu yang bersamaan ketika artikel tersebut masih berada dalam proses pertimbangan salah satu jurnal. Dalam bahasa sederhana, penulis menawarkan manuskrip yang sama kepada beberapa jurnal sekaligus tanpa menunggu proses pada jurnal pertama selesai. Praktik ini berbeda dengan mengirimkan kembali artikel setelah mendapatkan keputusan penolakan dari jurnal sebelumnya.
Ketika sebuah artikel dikirimkan ke jurnal, editor biasanya menganggap bahwa manuskrip tersebut tersedia untuk dipertimbangkan secara eksklusif oleh jurnal tersebut selama proses editorial. Ekspektasi ini memungkinkan editor mengalokasikan sumber daya untuk melakukan pemeriksaan awal, memilih reviewer, mengatur proses peer review, dan memberikan keputusan terhadap artikel. Karena itu, pengiriman simultan dapat bertentangan dengan mekanisme kerja publikasi ilmiah.
Simultaneous submission juga perlu dibedakan dari strategi memiliki beberapa jurnal target. Penulis diperbolehkan mempertimbangkan beberapa jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Misalnya, seorang peneliti dapat membuat daftar Jurnal A sebagai pilihan utama, Jurnal B sebagai alternatif pertama, dan Jurnal C sebagai alternatif berikutnya. Yang menjadi persoalan bukan memiliki beberapa target, tetapi mengirim manuskrip yang sama ke beberapa jurnal ketika proses editorial masih berlangsung.
Dalam praktiknya, simultaneous submission dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Kesengajaan dapat muncul ketika penulis ingin mendapatkan keputusan lebih cepat atau meningkatkan kemungkinan artikel diterima. Sementara itu, kesalahan tidak sengaja dapat terjadi karena artikel dikelola oleh beberapa penulis dan masing-masing tidak mengetahui bahwa manuskrip telah dikirimkan ke jurnal lain. Kedua kondisi tersebut tetap perlu dihindari dengan sistem komunikasi dan pencatatan yang baik.
Pemahaman terhadap istilah simultaneous submission penting karena setiap jurnal dapat menggunakan istilah yang berbeda dalam author guidelines. Ada jurnal yang secara eksplisit menyatakan bahwa manuskrip tidak boleh berada dalam proses review di jurnal lain. Ada pula penerbit yang menggunakan istilah exclusive submission atau exclusive consideration. Meskipun istilahnya berbeda, prinsip dasarnya sama, yaitu satu manuskrip tidak seharusnya diproses secara bersamaan oleh beberapa jurnal tanpa adanya izin atau ketentuan khusus.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Mengapa Mengirim Artikel ke Dua Jurnal Sekaligus Dilarang?
Alasan utama simultaneous submission dilarang adalah karena proses publikasi ilmiah membutuhkan waktu dan sumber daya dari banyak pihak. Ketika sebuah artikel masuk ke jurnal, editor perlu memeriksa kesesuaian naskah dengan fokus jurnal, menentukan editor yang menangani artikel, mencari reviewer yang sesuai, serta mengelola komunikasi selama proses penilaian. Jika artikel yang sama dikirim ke dua jurnal, kedua pihak dapat melakukan pekerjaan yang sama terhadap manuskrip tersebut.
Reviewer juga menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Reviewer biasanya merupakan peneliti atau akademisi yang memberikan waktu untuk menilai kualitas sebuah artikel. Mereka membaca metode penelitian, memeriksa hasil, menilai argumentasi, dan memberikan rekomendasi kepada editor. Apabila dua jurnal secara bersamaan meminta reviewer menilai artikel yang sama, waktu dan tenaga akademik dapat digunakan secara tidak efisien.
Alasan berikutnya berkaitan dengan kemungkinan munculnya publikasi ganda. Bayangkan sebuah artikel dikirim ke Jurnal A dan Jurnal B secara bersamaan, kemudian kedua jurnal tersebut sama-sama menerima artikel tersebut. Jika tidak ada komunikasi yang tepat, penelitian yang sama dapat diterbitkan oleh dua jurnal. Akibatnya, satu penelitian dapat tercatat sebagai dua publikasi yang berbeda dalam literatur ilmiah.
Larangan simultaneous submission juga berkaitan dengan keakuratan rekam ilmiah. Literatur ilmiah seharusnya memberikan informasi yang jelas mengenai jumlah penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasikan. Jika satu penelitian muncul berkali-kali tanpa penjelasan yang tepat, pembaca dapat menganggap bahwa terdapat lebih banyak bukti penelitian daripada yang sebenarnya. Kondisi tersebut dapat mengganggu pemahaman terhadap perkembangan pengetahuan dalam suatu bidang.
Selain itu, simultaneous submission berkaitan dengan kepercayaan antara penulis dan jurnal. Ketika penulis mengirimkan manuskrip, terdapat harapan bahwa penulis akan mengikuti kebijakan jurnal yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jurnal menyediakan sumber daya untuk memproses dan mengevaluasi artikel. Hubungan tersebut dibangun berdasarkan transparansi dan kepercayaan sehingga pelanggaran terhadap aturan submission dapat dipandang sebagai persoalan etika, bukan sekadar kesalahan administratif.
Bentuk Simultaneous Submission yang Perlu Dihindari
Simultaneous submission tidak hanya berarti mengirimkan file yang benar-benar identik kepada dua jurnal. Dalam kondisi tertentu, manuskrip yang memiliki substansi yang sama atau sangat mirip juga dapat menimbulkan persoalan. Karena itu, penulis perlu memperhatikan isi, data, hasil, tujuan penelitian, serta status artikel sebelum melakukan submission.
Bentuk paling sederhana adalah mengirim artikel yang sama ke Jurnal A dan Jurnal B pada waktu yang berdekatan. Misalnya, penulis mengirim manuskrip pada Senin pagi ke Jurnal A. Pada Senin sore, tanpa menunggu keputusan atau melakukan withdrawal secara resmi, penulis mengirim file yang sama kepada Jurnal B. Jika kedua jurnal melarang simultaneous submission, tindakan tersebut berpotensi melanggar kebijakan submission.
Bentuk lainnya adalah mengubah judul atau beberapa bagian artikel sebelum mengirimkannya ke jurnal kedua. Perubahan judul, abstrak, atau gaya bahasa tidak otomatis membuat artikel menjadi penelitian baru. Jika pertanyaan penelitian, data, metode, hasil, dan kesimpulan pada dasarnya tetap sama, penulis perlu berhati-hati agar tidak menganggap perubahan kosmetik sebagai karya yang sepenuhnya berbeda.
Beberapa situasi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mengirim file identik ke dua jurnal. Ini merupakan bentuk simultaneous submission yang paling mudah dikenali karena satu manuskrip secara langsung diproses oleh dua jurnal.
- Mengubah judul tetapi mempertahankan substansi. Pergantian judul tidak cukup untuk menjadikan sebuah artikel sebagai karya yang berbeda jika isi utamanya tetap sama.
- Menggunakan data dan hasil yang sama tanpa penjelasan. Dataset yang sama dapat digunakan dalam penelitian lanjutan apabila terdapat alasan ilmiah yang jelas, tetapi hubungan dengan penelitian sebelumnya harus transparan dan mengikuti kebijakan jurnal.
- Mengirim versi parafrase ke jurnal lain. Mengubah susunan kalimat atau gaya bahasa tidak otomatis menghilangkan kesamaan substansi artikel.
- Mengirim artikel ketika submission sebelumnya belum ditarik. Jika penulis ingin memindahkan artikel ke jurnal lain, proses withdrawal sebaiknya dilakukan sesuai prosedur jurnal pertama sebelum submission baru dilakukan.
Dalam praktik publikasi ilmiah, penulis juga perlu membedakan simultaneous submission dengan resubmission. Resubmission dapat terjadi setelah artikel mendapatkan keputusan tertentu dari jurnal, misalnya setelah penolakan dan penulis melakukan perbaikan sebelum mengirimkannya ke jurnal lain. Selama proses sebelumnya sudah selesai dan tidak ada aturan yang dilanggar, pengiriman ke jurnal baru merupakan bagian normal dari perjalanan sebuah manuskrip.
Dengan demikian, prinsip utama yang perlu diingat adalah satu manuskrip sebaiknya hanya berada dalam satu proses editorial pada satu waktu, kecuali jurnal secara khusus memperbolehkan kondisi lain. Penulis yang memiliki beberapa jurnal target tetap dapat menyusun prioritas jurnal, tetapi sebaiknya mengirim artikel secara berurutan dan menunggu proses sebelumnya selesai sebelum melanjutkan ke jurnal berikutnya.
Konsekuensi Simultaneous Submission bagi Penulis
Simultaneous submission dapat memberikan konsekuensi yang cukup serius bagi penulis, terutama apabila jurnal mengetahui bahwa artikel yang sama sedang diproses oleh penerbit lain. Bentuk tindakan yang diberikan dapat berbeda-beda sesuai kebijakan masing-masing jurnal dan tingkat pelanggaran yang terjadi. Karena itu, penulis tidak sebaiknya menganggap pengiriman artikel ke dua jurnal sekaligus sebagai cara sederhana untuk mempercepat publikasi.
Konsekuensi pertama yang paling mungkin terjadi adalah penghentian proses editorial atau penolakan manuskrip. Editor dapat menghentikan proses peer review setelah mengetahui bahwa artikel yang sama sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain. Bahkan ketika penelitian memiliki metodologi dan hasil yang baik, pelanggaran terhadap kebijakan submission tetap dapat menjadi alasan bagi jurnal untuk tidak melanjutkan proses penilaian.
Konsekuensi berikutnya berkaitan dengan hubungan profesional antara penulis dan editor. Editor serta reviewer telah menyediakan waktu untuk memproses dan mengevaluasi manuskrip. Jika diketahui bahwa artikel tersebut juga dikirimkan ke jurnal lain tanpa pemberitahuan, kepercayaan terhadap penulis dapat berkurang. Dalam dunia akademik, reputasi dan kepercayaan merupakan aspek penting karena publikasi ilmiah sangat bergantung pada komunikasi profesional.
Dalam kasus tertentu, jurnal dapat meminta penulis memberikan klarifikasi. Penulis mungkin perlu menjelaskan kapan manuskrip dikirim, mengapa artikel dikirim ke lebih dari satu jurnal, serta bagaimana status artikel pada masing-masing penerbit. Apabila tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius, jurnal dapat mengambil langkah lebih lanjut sesuai prosedur etika publikasi yang mereka gunakan.
Simultaneous submission juga dapat berkembang menjadi persoalan duplicate publication apabila dua jurnal sama-sama menerima dan menerbitkan artikel tersebut. Situasi tersebut lebih kompleks karena satu penelitian dapat muncul sebagai lebih dari satu publikasi. Selain berpotensi menimbulkan masalah bagi jurnal, kondisi ini juga dapat memengaruhi rekam publikasi penulis dan persepsi terhadap integritas akademiknya.
Beberapa konsekuensi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Manuskrip ditolak. Jurnal dapat menolak artikel apabila mengetahui bahwa manuskrip sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain.
- Proses peer review dihentikan. Editor dapat menghentikan proses penilaian tanpa melanjutkan artikel ke tahap berikutnya.
- Penulis diminta memberikan klarifikasi. Editor dapat meminta penjelasan mengenai status submission dan alasan artikel dikirimkan ke lebih dari satu jurnal.
- Reputasi akademik dapat terdampak. Pelanggaran terhadap aturan submission dapat memengaruhi tingkat kepercayaan editor dan penerbit terhadap penulis.
- Kasus dapat diteruskan sesuai prosedur etika. Dalam situasi tertentu, jurnal dapat mengikuti mekanisme penanganan pelanggaran yang berlaku di penerbit atau institusi terkait.
- Risiko duplicate publication. Jika artikel diterbitkan oleh lebih dari satu jurnal, persoalannya dapat menjadi lebih serius karena berkaitan dengan duplikasi publikasi.
Tingkat konsekuensi tersebut tidak selalu sama pada setiap kasus. Misalnya, kesalahan administratif yang segera dilaporkan dan diperbaiki dapat diperlakukan berbeda dari tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang. Oleh sebab itu, jika penulis menyadari telah melakukan simultaneous submission, langkah yang bijaksana adalah segera menghubungi editor dan menjelaskan keadaan secara jujur daripada membiarkan situasi berkembang tanpa klarifikasi.
Cara Menghindari Simultaneous Submission
Cara paling sederhana untuk menghindari simultaneous submission adalah menerapkan sistem pengelolaan manuskrip yang teratur. Sebelum mengirim artikel, penulis perlu menentukan jurnal utama yang paling sesuai dengan topik, ruang lingkup, dan kualitas naskah. Jurnal lain dapat ditempatkan sebagai alternatif apabila artikel tersebut tidak diterima oleh jurnal pertama.
Penulis juga perlu membiasakan diri membaca author guidelines sebelum melakukan submission. Informasi mengenai simultaneous submission biasanya tercantum dalam bagian petunjuk penulis, kebijakan editorial, atau pernyataan etika publikasi. Dengan membaca aturan tersebut, penulis dapat mengetahui apakah jurnal mensyaratkan manuskrip belum pernah diterbitkan dan tidak sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain.
Selain itu, pencatatan status artikel sangat membantu, terutama bagi penulis yang mengelola beberapa manuskrip. Catatan sederhana dapat berisi nama artikel, nama jurnal, tanggal submission, nomor manuskrip, nama corresponding author, dan status terbaru. Dengan dokumentasi tersebut, penulis dapat mengetahui artikel mana yang sedang dalam proses review dan artikel mana yang sudah dapat dikirimkan ke jurnal berikutnya.
Langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menghindari simultaneous submission meliputi:
- Tentukan jurnal prioritas. Pilih jurnal yang paling sesuai dengan bidang penelitian dan scope artikel sebelum melakukan submission.
- Baca author guidelines. Perhatikan aturan tentang originalitas, exclusive submission, simultaneous submission, dan publikasi sebelumnya.
- Buat daftar jurnal alternatif. Jurnal alternatif digunakan setelah proses pada jurnal sebelumnya selesai, bukan sebagai tujuan submission secara bersamaan.
- Catat status setiap manuskrip. Gunakan spreadsheet atau catatan khusus untuk mencatat perkembangan submission.
- Pastikan keputusan jurnal sebelumnya sudah jelas. Sebelum mengirim artikel ke jurnal lain, pastikan proses editorial sebelumnya sudah selesai atau manuskrip telah ditarik secara resmi.
- Gunakan prosedur withdrawal. Jika ingin memindahkan artikel ke jurnal lain ketika proses masih berjalan, hubungi jurnal dan ikuti prosedur penarikan yang berlaku.
- Komunikasikan dengan seluruh penulis. Semua penulis perlu mengetahui jurnal yang dituju dan status manuskrip.
- Periksa kembali sebelum submission. Pastikan artikel yang akan dikirim tidak sedang diproses oleh jurnal lain.
- Hubungi editor jika ragu. Apabila terdapat kondisi khusus yang tidak dijelaskan secara jelas dalam pedoman jurnal, penulis dapat meminta konfirmasi dari editor.
Pengelolaan submission yang baik juga membantu penulis membuat strategi publikasi yang lebih realistis. Misalnya, penulis dapat menentukan Jurnal A sebagai pilihan pertama. Apabila artikel ditolak, penulis kemudian melakukan evaluasi terhadap komentar reviewer, memperbaiki manuskrip, dan mengirimkannya ke Jurnal B yang relevan. Strategi bertahap seperti ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk meningkatkan kualitas artikel tanpa melanggar aturan simultaneous submission.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah komunikasi antarpenulis. Artikel ilmiah sering kali ditulis oleh dua orang atau lebih sehingga tanggung jawab submission harus ditentukan dengan jelas. Sebaiknya hanya ada satu orang yang bertindak sebagai corresponding author dan bertanggung jawab atas komunikasi dengan jurnal. Penulis lainnya perlu memperoleh informasi mengenai setiap keputusan dan perubahan status manuskrip.
Jika penulis secara tidak sengaja mengirimkan artikel ke dua jurnal, jangan mencoba menyembunyikan situasi tersebut. Langkah yang lebih tepat adalah segera memeriksa kebijakan kedua jurnal dan menghubungi editor yang relevan. Transparansi dapat membantu menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan administratif dan menunjukkan bahwa penulis berusaha menyelesaikannya sesuai prosedur.
Dengan pengelolaan yang disiplin, simultaneous submission sebenarnya relatif mudah untuk dihindari. Penulis hanya perlu memastikan bahwa satu artikel tidak sedang berada dalam proses editorial aktif di beberapa jurnal sekaligus. Memiliki beberapa jurnal target tetap diperbolehkan sebagai bagian dari strategi publikasi, selama proses pengirimannya dilakukan secara berurutan dan sesuai dengan kebijakan masing-masing jurnal.
Memahami Etika Submission sebelum Mengirim Artikel
Etika submission merupakan bagian penting dalam menjaga integritas publikasi ilmiah. Penulis tidak hanya bertanggung jawab terhadap keaslian data, metode, dan hasil penelitian, tetapi juga terhadap cara manuskrip tersebut disampaikan kepada jurnal. Memahami aturan simultaneous submission membantu penulis menjalankan proses publikasi secara profesional dan menghargai waktu editor serta reviewer.
Sebelum menekan tombol submit, penulis sebaiknya melakukan pemeriksaan sederhana. Pastikan artikel belum diterbitkan, tidak sedang dipertimbangkan jurnal lain, seluruh penulis telah menyetujui submission, dan jurnal tujuan sesuai dengan bidang penelitian. Kebiasaan melakukan pemeriksaan tersebut dapat mengurangi kesalahan administratif sekaligus membantu menjaga kualitas proses publikasi.
Pada akhirnya, keberhasilan publikasi ilmiah tidak hanya ditentukan oleh apakah sebuah artikel diterima atau ditolak. Integritas selama proses penelitian dan penerbitan juga menjadi bagian penting dari perjalanan akademik. Dengan menghindari simultaneous submission, penulis dapat menjaga kepercayaan editor, menghargai kontribusi reviewer, dan membantu menciptakan proses publikasi yang lebih tertib.
Baca juga:Duplicate Submission: Mengapa Dilarang dan Apa Konsekuensinya?
Kesimpulan
Simultaneous submission adalah tindakan mengirimkan artikel yang sama kepada dua jurnal atau lebih secara bersamaan ketika manuskrip masih berada dalam proses pertimbangan. Praktik ini umumnya dilarang karena dapat menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya editor serta reviewer, meningkatkan risiko publikasi ganda, dan mengganggu keakuratan rekam ilmiah. Larangan tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan profesional antara penulis dan penerbit.
Mengirim artikel ke dua jurnal sekaligus dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari penghentian proses editorial dan penolakan manuskrip hingga permintaan klarifikasi serta persoalan reputasi akademik. Dalam kondisi tertentu, masalah tersebut dapat berkembang menjadi persoalan duplicate publication apabila artikel yang sama sampai diterbitkan oleh lebih dari satu jurnal. Karena itu, penulis perlu memahami kebijakan submission sebelum mengirimkan manuskrip.
Cara paling aman untuk menghindari simultaneous submission adalah memilih satu jurnal sebagai target utama, menyimpan jurnal lain sebagai alternatif, mencatat seluruh status submission, dan menunggu proses sebelumnya selesai sebelum mengirim artikel ke jurnal berikutnya. Jika ingin memindahkan manuskrip yang masih diproses, penulis sebaiknya melakukan withdrawal secara resmi sesuai prosedur jurnal. Dengan menerapkan prinsip transparansi dan etika publikasi, penulis dapat menjalankan proses submission secara lebih aman, profesional, dan bertanggung jawab.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.



