Cascading Journal: Cara Kerja dan Manfaatnya bagi Penulis

Dalam proses publikasi ilmiah, penulis tidak selalu mendapatkan keputusan penerimaan dari jurnal yang pertama kali dituju. Sebuah manuskrip dapat dinilai belum sesuai dengan ruang lingkup jurnal, tingkat kontribusinya, atau prioritas editorial meskipun penelitian tersebut sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Dalam kondisi seperti ini, penulis dapat menemukan istilah cascading journal sebagai salah satu mekanisme yang membantu mengarahkan manuskrip ke jurnal lain yang lebih sesuai.

Cascading journal berkaitan dengan mekanisme pengalihan atau rekomendasi manuskrip dari satu jurnal ke jurnal lain, biasanya dalam satu penerbit atau kelompok jurnal yang memiliki cakupan dan tingkat selektivitas berbeda. Melalui mekanisme tersebut, penulis tidak selalu harus memulai proses pengajuan dari awal secara manual. Informasi manuskrip, seperti file artikel, data penulis, dan sebagian informasi editorial, dapat diteruskan sesuai dengan mekanisme transfer yang tersedia.

Bagi penulis, memahami cara kerja cascading journal menjadi penting karena keputusan editorial tidak selalu berarti penelitian tersebut tidak layak dipublikasikan. Ada kemungkinan manuskrip memiliki kontribusi yang baik, tetapi kurang sesuai dengan fokus, pembaca, atau prioritas jurnal tujuan awal. Oleh sebab itu, rekomendasi cascading journal dapat menjadi alternatif untuk menemukan jurnal yang lebih relevan.

Artikel ini membahas cascading journal secara menyeluruh, mulai dari pengertian, cara kerja, alasan munculnya rekomendasi, manfaat bagi penulis, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima transfer. Dengan memahami mekanismenya, penulis dapat mengambil keputusan publikasi secara lebih terencana dan tidak terburu-buru.

Apa Itu Cascading Journal dalam Publikasi Ilmiah?

Cascading journal adalah mekanisme yang memungkinkan sebuah manuskrip dialihkan atau direkomendasikan dari satu jurnal ke jurnal lain yang dianggap lebih sesuai. Mekanisme ini umumnya muncul ketika editor jurnal pertama menilai bahwa artikel memiliki potensi untuk diterbitkan, tetapi tidak tepat untuk jurnal tersebut karena alasan tertentu. Alasan tersebut dapat berkaitan dengan scope, tingkat kebaruan, target pembaca, prioritas editorial, atau karakteristik kontribusi penelitian.

Konsep cascading journal sering berkaitan dengan journal transfer. Dalam proses journal transfer, penulis memperoleh kesempatan untuk memindahkan pengajuan dari jurnal awal menuju jurnal lain yang masih berada dalam jaringan penerbit atau sistem editorial yang sama. Perbedaan utamanya dengan mengirim manuskrip secara mandiri adalah adanya jalur transfer yang telah disediakan sehingga sebagian informasi pengajuan dapat dipindahkan ke jurnal tujuan.

Cascading journal tidak selalu berarti artikel telah ditolak karena memiliki masalah ilmiah. Dalam praktik editorial, sebuah jurnal dapat menerima banyak manuskrip dengan kualitas yang baik, tetapi hanya sebagian yang dapat diproses lebih lanjut karena keterbatasan ruang, prioritas topik, atau kesesuaian dengan pembaca jurnal. Karena itu, editor dapat memberikan rekomendasi jurnal alternatif yang dianggap lebih relevan.

Misalnya, seorang penulis mengirimkan penelitian mengenai penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran ke jurnal pendidikan yang sangat selektif. Setelah melalui penilaian awal, editor menilai penelitian tersebut cukup relevan dengan bidang pendidikan, tetapi kontribusinya lebih sesuai untuk jurnal yang berfokus pada teknologi pendidikan. Dalam situasi seperti ini, editor dapat menawarkan cascading journal menuju jurnal lain yang memiliki scope lebih spesifik.

Bagi penulis, rekomendasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai informasi yang perlu dievaluasi, bukan sebagai kewajiban. Penulis tetap memiliki hak untuk menentukan apakah manuskrip akan ditransfer atau dikirim ke jurnal lain secara mandiri. Keputusan tersebut perlu mempertimbangkan scope jurnal, reputasi, biaya publikasi, proses peer review, target indeksasi, dan tujuan publikasi yang ingin dicapai.

Dengan demikian, cascading journal dapat dipandang sebagai salah satu fasilitas dalam ekosistem penerbitan ilmiah yang membantu mempertemukan manuskrip dengan jurnal yang lebih tepat. Pemahaman terhadap mekanisme ini akan membantu penulis mengambil keputusan secara rasional dan menghindari kesalahpahaman bahwa setiap rekomendasi transfer merupakan tanda bahwa penelitian tidak berkualitas.

Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit

Bagaimana Cara Kerja Cascading Journal?

Cara kerja cascading journal biasanya dimulai ketika penulis mengirimkan manuskrip ke sebuah jurnal melalui sistem submission. Setelah pengajuan dilakukan, artikel akan melalui pemeriksaan awal oleh editorial office atau editor. Pada tahap ini, editor dapat mengevaluasi kesesuaian artikel dengan fokus jurnal, kualitas dasar manuskrip, format, kontribusi penelitian, serta pertimbangan editorial lainnya.

Jika editor menilai artikel tidak cocok untuk jurnal tersebut tetapi memiliki kemungkinan lebih baik di jurnal lain, penulis dapat menerima rekomendasi transfer. Rekomendasi ini dapat diberikan bersama keputusan editorial atau melalui pesan terpisah dari sistem pengajuan. Jurnal yang direkomendasikan biasanya dipilih berdasarkan karakteristik manuskrip dan hubungan antarsesama jurnal dalam jaringan penerbit.

Setelah menerima rekomendasi, penulis perlu membaca informasi mengenai jurnal tujuan. Informasi tersebut dapat mencakup aims and scope, jenis artikel yang diterima, target pembaca, kebijakan peer review, biaya publikasi, lisensi, serta informasi indeksasi. Tahap ini penting karena jurnal yang direkomendasikan belum tentu otomatis menjadi pilihan terbaik bagi semua penulis.

Jika penulis menyetujui transfer, sistem penerbit biasanya akan mengarahkan manuskrip menuju jurnal tujuan. Dalam beberapa sistem, sebagian data pengajuan dapat dipindahkan secara otomatis sehingga penulis tidak perlu mengisi seluruh informasi dari awal. Namun, penulis tetap dapat diminta menyesuaikan beberapa bagian sesuai dengan persyaratan jurnal tujuan.

Setelah proses transfer selesai, manuskrip akan masuk ke sistem jurnal tujuan dan diproses sesuai kebijakan editorial jurnal tersebut. Transfer tidak selalu berarti artikel langsung diterima atau pasti masuk ke tahap peer review. Editor jurnal tujuan tetap memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah manuskrip layak dilanjutkan ke proses berikutnya.

Oleh karena itu, penulis perlu memahami bahwa cascading journal merupakan jalur pengajuan alternatif, bukan jaminan acceptance. Proses editorial tetap dapat menghasilkan keputusan yang berbeda karena setiap jurnal mempunyai standar, scope, prioritas, dan proses penilaian masing-masing.

Secara sederhana, alur cascading journal dapat dipahami melalui tahapan berikut:

  • Penulis mengirim manuskrip ke jurnal pertama.
  • Editor melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap manuskrip.
  • Editor menilai bahwa artikel mungkin lebih sesuai dengan jurnal lain.
  • Penulis menerima rekomendasi atau tawaran transfer.
  • Penulis memeriksa jurnal tujuan dan mempertimbangkan kesesuaiannya.
  • Penulis menyetujui atau menolak rekomendasi tersebut.
  • Jika disetujui, data manuskrip ditransfer melalui sistem penerbit.
  • Jurnal tujuan melakukan pemeriksaan editorial sesuai kebijakannya.
  • Manuskrip dapat dilanjutkan ke peer review apabila memenuhi persyaratan.
  • Editor jurnal tujuan kemudian memberikan keputusan berdasarkan proses editorial yang berlaku.

Memahami alur tersebut membantu penulis melihat cascading journal secara lebih objektif. Penulis tidak perlu langsung menganggap rekomendasi transfer sebagai sesuatu yang merugikan. Sebaliknya, rekomendasi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali kecocokan antara penelitian dan jurnal yang dituju.

Pada tahap inilah penulis perlu bersikap kritis. Jika jurnal tujuan memang memiliki scope yang lebih sesuai dan memenuhi kebutuhan publikasi, transfer dapat menghemat waktu serta mengurangi pekerjaan administratif. Namun, apabila jurnal tersebut tidak sesuai dengan target penulis, menolak rekomendasi dan mencari jurnal lain juga merupakan pilihan yang wajar.

Manfaat Cascading Journal bagi Penulis

Cascading journal dapat memberikan manfaat praktis bagi penulis, terutama ketika manuskrip tidak diterima oleh jurnal pertama tetapi masih memiliki peluang untuk dipublikasikan di jurnal lain yang lebih sesuai. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu penulis menemukan alternatif jurnal tanpa harus melakukan pencarian sepenuhnya dari awal. Rekomendasi dari editor dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat jurnal lain yang dianggap memiliki kedekatan dengan topik atau karakteristik penelitian.

Manfaat berikutnya adalah efisiensi proses pengajuan. Dalam sistem penerbit tertentu, informasi manuskrip yang sudah dimasukkan sebelumnya dapat ditransfer ke jurnal tujuan. Penulis mungkin tidak perlu mengunggah kembali seluruh dokumen atau mengisi semua metadata dari awal. Meskipun demikian, penulis tetap harus memeriksa kembali informasi yang ditransfer agar sesuai dengan persyaratan jurnal tujuan.

Cascading journal juga dapat membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencari jurnal alternatif. Penulis yang baru menerima keputusan editorial sering kali harus menentukan apakah akan melakukan revisi besar, mencari jurnal lain, atau mengajukan banding. Ketika editor memberikan rekomendasi jurnal alternatif, penulis memperoleh titik awal untuk mengevaluasi pilihan berikutnya.

Manfaat lainnya berkaitan dengan kesesuaian antara manuskrip dan pembaca jurnal. Sebuah penelitian dapat memiliki kualitas metodologis yang baik, tetapi kontribusinya mungkin lebih relevan bagi komunitas akademik tertentu. Jurnal yang lebih spesifik dapat memiliki pembaca yang lebih tepat sehingga penelitian berpotensi memperoleh perhatian yang lebih relevan setelah diterbitkan.

Cascading journal juga dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang. Dalam pengajuan secara manual, penulis mungkin harus membuat akun, mengisi informasi penulis, mengunggah file, memasukkan metadata, membuat cover letter, dan melengkapi berbagai persyaratan teknis. Ketika tersedia mekanisme transfer, sebagian pekerjaan tersebut dapat disederhanakan.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Menerima Transfer

Meskipun cascading journal menawarkan kemudahan, penulis tidak sebaiknya menerima rekomendasi transfer secara otomatis. Setiap rekomendasi perlu diperiksa secara kritis karena jurnal tujuan tetap memiliki karakteristik dan kebijakan yang berbeda. Keputusan yang tepat seharusnya didasarkan pada kesesuaian jurnal dengan penelitian dan tujuan publikasi penulis.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah aims and scope. Penulis perlu memastikan bahwa topik, pendekatan, metode, dan kontribusi artikel memang berada dalam cakupan jurnal tujuan. Jangan hanya memilih jurnal karena jurnal tersebut masih berada dalam penerbit yang sama. Kesesuaian scope merupakan salah satu faktor penting agar manuskrip tidak kembali mengalami desk rejection.

Selain scope, penulis perlu memeriksa reputasi dan kredibilitas jurnal. Informasi mengenai indeksasi, penerbit, editorial board, kebijakan peer review, serta riwayat publikasi dapat membantu menentukan apakah jurnal tersebut layak dipertimbangkan. Penulis juga sebaiknya berhati-hati terhadap jurnal yang menawarkan proses publikasi secara tidak wajar atau memberikan informasi yang tidak transparan.

Biaya publikasi juga perlu menjadi pertimbangan. Beberapa jurnal menerapkan article processing charge atau APC, sedangkan jurnal lainnya mungkin tidak mengenakan biaya publikasi untuk jenis artikel tertentu. Sebelum menerima transfer, penulis perlu mengetahui apakah jurnal tujuan memiliki biaya dan kapan biaya tersebut harus dibayarkan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah target indeksasi. Jika penulis memiliki persyaratan akademik tertentu, misalnya membutuhkan jurnal yang terindeks dalam basis data tertentu, status jurnal tujuan perlu diverifikasi secara langsung melalui sumber resmi. Jangan menganggap bahwa karena jurnal pertama memiliki indeksasi tertentu, jurnal yang direkomendasikan secara otomatis mempunyai status yang sama.

Penulis juga perlu memperhatikan kebijakan peer review. Transfer tidak selalu berarti artikel akan langsung masuk ke tahap review. Jurnal tujuan dapat melakukan editorial screening kembali dan mengambil keputusan sendiri. Karena itu, cascading journal sebaiknya dipahami sebagai proses pengajuan baru yang dipermudah secara administratif, bukan sebagai jalan otomatis menuju acceptance.

Beberapa aspek yang dapat diperiksa sebelum menerima transfer antara lain:

  • Kesesuaian aims and scope jurnal dengan topik penelitian.
  • Jenis artikel yang diterima oleh jurnal tujuan.
  • Target pembaca dan bidang keilmuan jurnal.
  • Status indeksasi jurnal.
  • Reputasi dan kredibilitas penerbit.
  • Kebijakan peer review.
  • Article processing charge atau biaya publikasi.
  • Kebijakan open access dan lisensi.
  • Waktu pemrosesan manuskrip jika informasi tersebut tersedia.
  • Persyaratan format dan struktur artikel.
  • Kebijakan mengenai data, etika penelitian, dan konflik kepentingan.
  • Kesesuaian jurnal dengan kebutuhan akademik atau institusi penulis.

Pemeriksaan tersebut membantu penulis menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada keinginan untuk segera mendapatkan jurnal pengganti. Dalam publikasi ilmiah, kecocokan jurnal sering kali lebih penting daripada sekadar memilih jurnal yang proses pengajuannya paling mudah.

Kapan Penulis Sebaiknya Menerima Cascading Journal?

Penulis dapat mempertimbangkan cascading journal ketika jurnal yang direkomendasikan memiliki scope yang lebih dekat dengan penelitian. Kondisi ini terutama relevan apabila alasan keputusan editor berkaitan dengan ketidaksesuaian fokus jurnal, tingkat spesialisasi artikel, atau target pembaca. Jika jurnal tujuan memang lebih sesuai, transfer dapat menjadi pilihan yang efisien.

Rekomendasi transfer juga layak dipertimbangkan ketika penulis ingin mengurangi pekerjaan administratif. Jika sistem memungkinkan metadata dan dokumen tertentu dipindahkan, penulis dapat menghemat waktu dibandingkan membuat pengajuan baru secara manual. Namun, efisiensi administratif tetap harus ditempatkan di bawah pertimbangan kualitas dan kredibilitas jurnal.

Sebaliknya, penulis tidak perlu menerima transfer jika jurnal tujuan tidak sesuai dengan kebutuhan publikasi. Misalnya, penelitian membutuhkan jurnal dengan bidang tertentu, indeksasi tertentu, atau kebijakan akses yang spesifik, tetapi rekomendasi yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kondisi seperti ini, mencari jurnal alternatif secara mandiri dapat menjadi keputusan yang lebih tepat.

Penulis juga perlu mempertimbangkan keputusan editorial sebelumnya. Jika manuskrip ditolak karena masalah fundamental pada metode, data, analisis, atau kontribusi ilmiah, memindahkannya ke jurnal lain tanpa melakukan perbaikan bukanlah strategi yang ideal. Transfer hanya memindahkan jalur pengajuan, sedangkan kualitas manuskrip tetap menjadi tanggung jawab penulis.

Karena itu, cascading journal sebaiknya diposisikan sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi ulang. Penulis dapat bertanya apakah manuskrip sudah sesuai dengan scope, apakah judul dan abstrak telah mencerminkan kontribusi utama, apakah pembahasan cukup kuat, serta apakah format artikel memenuhi persyaratan jurnal tujuan.

Cascading Journal dan Strategi Publikasi yang Efektif

Cascading journal dapat menjadi bagian dari strategi publikasi yang lebih terencana. Penulis tidak perlu melihat proses publikasi sebagai hubungan sederhana antara artikel dan satu jurnal tertentu. Sebelum mengirimkan manuskrip, penulis sebaiknya sudah memiliki beberapa kandidat jurnal yang sesuai berdasarkan topik, scope, pembaca, kualitas, indeksasi, dan tujuan akademik.

Dengan memiliki daftar jurnal alternatif, penulis dapat merespons keputusan editorial secara lebih tenang. Jika jurnal pertama menawarkan transfer, rekomendasi tersebut dapat dibandingkan dengan kandidat jurnal lain yang sudah dipertimbangkan sebelumnya. Pendekatan ini membuat keputusan menjadi lebih objektif dan tidak hanya dipengaruhi oleh rasa kecewa setelah mendapatkan penolakan.

Strategi tersebut juga membantu penulis memahami bahwa rejection merupakan bagian dari proses publikasi ilmiah. Tidak semua penolakan menunjukkan bahwa penelitian tidak bernilai. Dalam banyak kasus, faktor kesesuaian jurnal dapat menjadi pertimbangan penting. Cascading journal kemudian berfungsi sebagai salah satu mekanisme yang membantu mempertemukan manuskrip dengan tempat publikasi yang lebih tepat.

Penulis juga perlu membedakan antara transfer yang berasal dari penerbit kredibel dan tawaran yang tidak jelas. Setiap komunikasi mengenai transfer harus diperiksa melalui sistem editorial resmi. Hindari memberikan dokumen atau informasi sensitif melalui saluran yang tidak dapat diverifikasi, terutama jika terdapat permintaan pembayaran atau klaim yang tidak sesuai dengan kebijakan jurnal.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi cascading journal sangat bergantung pada kemampuan penulis dalam mengevaluasi jurnal secara kritis. Kemudahan transfer memang bermanfaat, tetapi tidak boleh menggantikan proses penilaian terhadap kualitas jurnal. Penulis tetap perlu memastikan bahwa tempat publikasi yang dipilih dapat mendukung tujuan akademik dan menyebarluaskan penelitian kepada pembaca yang tepat.

Baca juga:Journal Recommendation: Cara Menemukan Jurnal Alternatif Setelah Penolakan

Kesimpulan

Cascading journal merupakan mekanisme yang dapat membantu penulis ketika sebuah manuskrip dinilai kurang sesuai untuk jurnal pertama tetapi berpotensi diterima di jurnal lain yang memiliki fokus lebih relevan. Melalui mekanisme transfer, proses pengajuan dapat menjadi lebih praktis karena sebagian informasi manuskrip dapat diteruskan ke jurnal tujuan. Namun, transfer bukanlah jaminan bahwa artikel akan diterima atau langsung masuk ke tahap peer review.

Bagi penulis, manfaat cascading journal terutama terletak pada efisiensi waktu, kemudahan administratif, serta adanya rekomendasi jurnal alternatif dari pihak editorial. Meski demikian, penulis tetap perlu memeriksa aims and scope, indeksasi, reputasi, biaya publikasi, kebijakan peer review, serta persyaratan jurnal tujuan sebelum menyetujui transfer.

Dengan memahami cara kerja cascading journal secara tepat, penulis dapat menjadikan rekomendasi transfer sebagai bagian dari strategi publikasi ilmiah yang lebih rasional. Keputusan akhir sebaiknya tidak hanya didasarkan pada keinginan untuk segera mengirim ulang manuskrip, tetapi pada kesesuaian antara penelitian, jurnal, target pembaca, dan tujuan publikasi. Dengan pendekatan tersebut, cascading journal dapat menjadi peluang untuk menemukan jalur publikasi yang lebih sesuai bagi sebuah karya ilmiah.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.