Publikasi artikel ilmiah menjadi salah satu hal yang semakin sering diperhatikan mahasiswa, khususnya ketika memasuki tahap akhir perkuliahan. Pada sejumlah perguruan tinggi, publikasi jurnal dapat menjadi bagian dari persyaratan penyelesaian studi, sehingga mahasiswa perlu mengetahui jurnal seperti apa yang dapat digunakan. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan?
Pertanyaan tersebut tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. Setiap perguruan tinggi, fakultas, dan program studi dapat menetapkan aturan yang berbeda mengenai publikasi ilmiah sebagai persyaratan kelulusan. Ada program studi yang menetapkan jurnal minimal SINTA 2, sementara program studi lain dapat menerima SINTA 3, SINTA 4, atau kategori tertentu sesuai kebijakan akademiknya.
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja publikasi ilmiah serta memberikan pemeringkatan terhadap jurnal yang telah melalui proses akreditasi. Dalam konteks jurnal nasional terakreditasi, terdapat tingkatan SINTA 1 sampai SINTA 6. Perbedaan tingkatan ini membuat mahasiswa perlu memahami posisi jurnal sebelum menjadikannya sebagai target publikasi.
Kesalahan dalam menentukan target jurnal dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Artikel yang berhasil diterbitkan belum tentu otomatis memenuhi syarat kelulusan apabila peringkat jurnal, status akreditasi, atau status publikasinya tidak sesuai dengan ketentuan kampus. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu melakukan pengecekan sejak awal dan tidak hanya mengandalkan informasi dari teman atau promosi jurnal.
Artikel ini membahas SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan, faktor yang menentukan penerimaan jurnal sebagai syarat akademik, cara mengetahui aturan yang berlaku di perguruan tinggi, serta langkah memilih jurnal yang tepat. Dengan memahami ketentuannya, mahasiswa dapat menghindari kesalahan dalam menentukan target publikasi dan menyusun strategi penyelesaian studi dengan lebih baik.
Apakah SINTA 1 sampai SINTA 6 Bisa Digunakan untuk Kelulusan?
Untuk memahami SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan, mahasiswa terlebih dahulu perlu mengetahui bahwa SINTA memiliki beberapa tingkatan akreditasi. Secara umum, jurnal nasional terakreditasi dikelompokkan dalam peringkat SINTA 1 hingga SINTA 6. Setiap peringkat menggambarkan kategori akreditasi yang berbeda dan memiliki karakteristik pengelolaan jurnal masing-masing.
SINTA 1 berada pada peringkat tertinggi dalam klasifikasi jurnal nasional terakreditasi, sedangkan SINTA 6 berada pada tingkat berikutnya dalam sistem pemeringkatan tersebut. Tingkatan ini sering dijadikan salah satu pertimbangan ketika perguruan tinggi membuat kebijakan publikasi mahasiswa. Namun, mahasiswa tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa SINTA 1 pasti diwajibkan atau SINTA 6 pasti tidak dapat digunakan.
Ketentuan mengenai jurnal yang dapat digunakan untuk kelulusan merupakan kewenangan institusi masing-masing. Perguruan tinggi dapat menetapkan persyaratan publikasi berdasarkan jenjang pendidikan, bidang studi, kebijakan fakultas, atau keputusan program studi. Bahkan dalam satu universitas, aturan antara program studi yang satu dengan program studi lainnya dapat berbeda.
Misalnya, suatu program studi dapat mensyaratkan mahasiswa untuk memiliki artikel yang diterima atau diterbitkan pada jurnal minimal SINTA 4. Program studi lainnya mungkin menetapkan standar yang lebih tinggi, seperti minimal SINTA 2 atau SINTA 3. Ada pula institusi yang tidak secara spesifik menetapkan satu peringkat SINTA, tetapi menggunakan kriteria lain seperti jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, atau publikasi yang telah memenuhi standar tertentu.
Oleh karena itu, jawaban paling tepat untuk pertanyaan SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan adalah: tergantung pada ketentuan perguruan tinggi dan program studi masing-masing. Mahasiswa harus mencari aturan resmi sebelum memilih jurnal. Jangan menganggap pengalaman mahasiswa lain sebagai dasar utama karena persyaratan akademik dapat berubah dan berbeda antarprogram studi.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah perbedaan antara status jurnal dan status artikel. Sebuah jurnal mungkin memiliki peringkat SINTA tertentu, tetapi artikel mahasiswa masih berada pada tahap submission atau review. Kondisi tersebut belum tentu dianggap memenuhi syarat kelulusan. Kampus dapat menetapkan bahwa mahasiswa harus memperoleh acceptance, atau bahkan artikel harus sudah published.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami seluruh persyaratan, bukan hanya angka SINTA. Peringkat jurnal, status akreditasi, status artikel, kesesuaian bidang, waktu publikasi, dan bukti penerbitan dapat menjadi bagian dari pertimbangan. Memahami aspek-aspek tersebut sejak awal dapat mencegah mahasiswa mengalami kendala administratif ketika sudah mendekati sidang atau wisuda.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Faktor yang Menentukan SINTA Berapa untuk Syarat Kelulusan
Menentukan SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan tidak cukup dilakukan dengan melihat daftar peringkat jurnal. Mahasiswa perlu memahami aturan yang secara khusus diterapkan oleh perguruan tinggi. Kebijakan tersebut biasanya dapat ditemukan dalam pedoman akademik, panduan tugas akhir, buku pedoman publikasi mahasiswa, atau keputusan resmi program studi.
- Jenjang pendidikan. Persyaratan publikasi untuk mahasiswa sarjana dapat berbeda dengan mahasiswa magister atau doktor. Semakin tinggi jenjang pendidikan, standar publikasi yang ditetapkan dapat semakin spesifik sesuai dengan kebijakan akademik dan tujuan penelitian pada jenjang tersebut.
- Kebijakan program studi. Program studi memiliki kebutuhan akademik yang berbeda sehingga dapat menentukan standar jurnal sesuai bidang keilmuan. Misalnya, program studi yang memiliki tradisi penelitian kuat dapat menetapkan target jurnal dengan peringkat lebih tinggi, sedangkan program studi lain dapat memberikan pilihan jurnal yang lebih luas.
- Jenis persyaratan yang ditetapkan. Mahasiswa perlu mengetahui apakah kampus mensyaratkan artikel sekadar submitted, accepted, atau published. Ketiga status tersebut memiliki arti yang berbeda dalam proses publikasi. Jika kampus mensyaratkan artikel sudah terbit, memperoleh surat penerimaan saja mungkin belum cukup.
- Masa berlaku akreditasi jurnal. Mahasiswa perlu memastikan bahwa jurnal yang dipilih memiliki status akreditasi yang sesuai dengan ketentuan pada waktu artikel diproses. Informasi mengenai peringkat jurnal sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi dan bukan hanya berdasarkan informasi yang tertulis di media promosi.
- Kesesuaian bidang penelitian dengan jurnal. Peringkat SINTA yang tinggi tidak akan banyak membantu apabila artikel tidak sesuai dengan fokus dan scope jurnal. Editor dapat menolak naskah karena scope mismatch sebelum masuk ke proses review substansi.
- Batas waktu akademik. Mahasiswa yang membutuhkan publikasi untuk kelulusan harus menghitung waktu dari penyelesaian naskah hingga kemungkinan terbit. Proses editorial dapat mencakup pemeriksaan awal, peer review, revisi, keputusan editor, copyediting, dan penerbitan. Setiap tahapan dapat membutuhkan waktu berbeda.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak memilih jurnal hanya karena peringkatnya terlihat sesuai. Jurnal yang memenuhi syarat akademik tetapi memiliki jadwal penerbitan yang tidak sesuai dengan target kelulusan tetap dapat menimbulkan masalah. Perencanaan publikasi harus mempertimbangkan aspek kualitas sekaligus waktu.
Cara Mengetahui Ketentuan SINTA untuk Kelulusan
Mengetahui SINTA berapa yang bisa digunakan untuk kelulusan membutuhkan proses pengecekan yang sistematis. Informasi yang diperoleh dari teman, grup mahasiswa, atau unggahan media sosial dapat menjadi petunjuk awal, tetapi keputusan akhir sebaiknya berdasarkan aturan resmi.
Mahasiswa dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa pedoman akademik terbaru. Cari bagian yang membahas tugas akhir, publikasi, artikel ilmiah, atau persyaratan kelulusan.
- Periksa panduan program studi. Jika terdapat aturan khusus dari program studi, gunakan dokumen tersebut sebagai acuan utama.
- Tanyakan kepada dosen pembimbing. Dosen dapat membantu memahami ketentuan publikasi yang berlaku pada program studi.
- Konfirmasi kepada pengelola program studi. Jika terdapat informasi yang berbeda, sekretariat atau pihak akademik program studi dapat memberikan penjelasan resmi.
- Periksa status jurnal. Setelah menentukan target, verifikasi peringkat SINTA jurnal melalui sistem yang relevan.
- Perhatikan status artikel. Pastikan apakah kampus menerima submission, acceptance, atau hanya artikel yang sudah diterbitkan.
- Periksa batas waktu. Pastikan proses publikasi masih memungkinkan untuk memenuhi jadwal akademik.
- Simpan dokumen pendukung. Simpan bukti submission, korespondensi, hasil review, acceptance letter, dan bukti publikasi apabila diperlukan.
Langkah tersebut penting karena persyaratan kelulusan dapat mengalami perubahan. Aturan yang digunakan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya belum tentu identik dengan aturan yang berlaku pada tahun akademik saat ini. Oleh karena itu, selalu gunakan dokumen atau informasi resmi terbaru.
Mahasiswa juga dapat membuat checklist pribadi sebelum menentukan jurnal. Checklist tersebut dapat memuat minimal peringkat SINTA, scope jurnal, status akreditasi, biaya publikasi, frekuensi terbit, estimasi proses review, dan status artikel yang diakui kampus. Dengan cara ini, proses memilih jurnal menjadi lebih terarah.
Strategi Memilih Jurnal SINTA agar Tidak Menghambat Kelulusan
Setelah mengetahui ketentuan yang berlaku, mahasiswa dapat mulai menyusun daftar jurnal yang potensial. Sebaiknya jangan hanya memilih satu jurnal. Menyiapkan beberapa alternatif dapat membantu apabila target pertama menolak artikel atau ternyata tidak dapat memenuhi jadwal penerbitan.
Target jurnal juga perlu disesuaikan dengan kualitas artikel. Mahasiswa sebaiknya melakukan evaluasi terhadap kebaruan penelitian, kekuatan metodologi, kualitas data, kedalaman pembahasan, dan relevansi referensi sebelum menentukan target. Jurnal dengan peringkat lebih tinggi biasanya membutuhkan naskah dengan kualitas akademik yang semakin kuat, meskipun standar setiap jurnal tetap dapat berbeda.
Selain kualitas artikel, mahasiswa perlu memperhatikan beberapa aspek berikut:
- Aim and scope: Pastikan topik penelitian benar-benar sesuai dengan fokus jurnal.
- Template: Gunakan template terbaru yang disediakan jurnal.
- Author guidelines: Ikuti seluruh aturan penulisan yang ditetapkan.
- Referensi: Sesuaikan gaya sitasi dan gunakan referensi yang relevan.
- Metode: Pastikan metode penelitian dijelaskan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Kebaruan: Tunjukkan kontribusi penelitian secara konkret.
- Bahasa: Gunakan bahasa akademik yang konsisten dan mudah dipahami.
- Etika publikasi: Hindari plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi, publikasi ganda, dan masalah authorship.
- Jadwal terbit: Perhatikan frekuensi dan jadwal penerbitan jurnal.
- Biaya: Periksa apakah jurnal mengenakan article processing charge atau biaya lainnya.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mahasiswa mengejar jurnal dengan proses publikasi yang diklaim sangat cepat tanpa memeriksa kredibilitasnya. Padahal, kebutuhan untuk lulus tidak boleh membuat mahasiswa mengabaikan kualitas dan integritas publikasi. Jurnal yang dapat digunakan untuk kelulusan tetap harus memenuhi standar akademik dan ketentuan institusi.
Strategi yang lebih aman adalah memulai publikasi sedini mungkin. Artikel dapat mulai disiapkan ketika penelitian sedang berlangsung sehingga mahasiswa memiliki cukup waktu untuk melakukan revisi. Dengan persiapan lebih awal, mahasiswa tidak harus mengambil keputusan terburu-buru ketika batas waktu kelulusan sudah dekat.



