Setelah menyelesaikan seluruh revisi berdasarkan masukan reviewer dan editor, penulis perlu melakukan tahap berikutnya, yaitu submit ulang artikel jurnal. Proses ini tidak sekadar mengunggah kembali manuskrip ke sistem jurnal, tetapi juga memastikan bahwa semua perubahan telah diterapkan dengan benar dan seluruh dokumen yang diminta sudah tersedia. Kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat proses editorial menjadi kurang efektif.
Cara submit ulang artikel jurnal perlu dipahami sejak penulis menerima keputusan revisi. Pada tahap tersebut, penulis biasanya memperoleh komentar yang harus ditindaklanjuti sebelum naskah dapat kembali dipertimbangkan. Setelah revisi selesai, penulis perlu memastikan bahwa versi terbaru artikel benar-benar sesuai dengan tanggapan yang diberikan kepada reviewer.
Proses submit ulang artikel jurnal juga membutuhkan ketelitian administratif. Penulis harus memeriksa versi manuskrip, response letter, format file, kelengkapan dokumen, serta batas waktu yang ditetapkan jurnal. Setiap jurnal dapat mempunyai prosedur yang berbeda sehingga instruksi pada sistem jurnal dan pesan dari editor perlu diperhatikan secara saksama.
Selain memperbaiki substansi penelitian, penulis sebaiknya melakukan pemeriksaan akhir sebelum mengirim naskah. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada komentar yang terlewat, perubahan yang belum diterapkan, atau dokumen yang salah diunggah. Dengan persiapan yang baik, proses resubmission dapat berlangsung lebih teratur.
Memahami Tahapan Submit Ulang Artikel Jurnal Setelah Revisi
Submit ulang artikel jurnal dimulai setelah penulis menyelesaikan seluruh revisi yang diminta. Pada tahap awal, penulis perlu membaca kembali keputusan editor untuk mengetahui apakah naskah termasuk revisi minor, revisi mayor, atau kategori lain yang digunakan oleh jurnal. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tingkat perubahan yang harus diperiksa sebelum manuskrip dikirim kembali.
Setelah mengetahui keputusan editorial, penulis perlu mencocokkan setiap komentar dengan revisi yang telah dilakukan. Sebaiknya tidak langsung mengunggah dokumen setelah selesai mengedit. Buat daftar pemeriksaan yang memuat seluruh masukan reviewer dan editor, kemudian tandai setiap poin yang sudah diselesaikan. Cara ini membantu memastikan tidak ada komentar yang terabaikan.
Tahap berikutnya adalah memeriksa manuskrip hasil revisi secara menyeluruh. Perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lain. Misalnya, perubahan metode penelitian dapat memengaruhi hasil, pembahasan, tabel, dan kesimpulan. Karena itu, pemeriksaan tidak cukup dilakukan hanya pada paragraf yang secara langsung disebutkan reviewer.
Penulis juga perlu menyiapkan response letter atau dokumen tanggapan terhadap reviewer apabila jurnal memintanya. Dokumen tersebut berfungsi menjelaskan bagaimana setiap masukan telah ditangani. Jawaban yang terstruktur akan memudahkan editor maupun reviewer memahami perubahan yang dibuat dalam manuskrip.
Setelah manuskrip dan response letter selesai diperiksa, penulis dapat masuk ke sistem jurnal untuk memulai proses resubmission. Pada beberapa sistem, revisi dilakukan melalui menu khusus yang terhubung dengan submission sebelumnya. Penulis perlu memastikan bahwa proses tersebut memang merupakan pengiriman ulang naskah revisi, bukan membuat submission baru tanpa mengikuti instruksi editor.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Memeriksa Komentar Reviewer Sebelum Submit Ulang
Salah satu langkah terpenting sebelum submit ulang artikel jurnal adalah memastikan seluruh komentar reviewer telah ditanggapi. Reviewer dapat memberikan masukan mengenai berbagai aspek, mulai dari judul, abstrak, metode, analisis data, hasil penelitian, pembahasan, referensi, hingga kesimpulan. Setiap komentar perlu diperiksa secara individual agar tidak ada bagian yang tertinggal.
Penulis sebaiknya membuat tabel atau daftar internal yang berisi komentar reviewer, tindakan revisi, dan lokasi perubahan dalam manuskrip. Format sederhana tersebut dapat membantu proses pengecekan. Jika reviewer meminta perubahan pada bagian tertentu, penulis dapat mencatat halaman, paragraf, atau bagian yang telah diperbarui.
Tidak semua komentar reviewer harus selalu dijawab dengan melakukan perubahan besar pada manuskrip. Ada kalanya reviewer memberikan pertanyaan atau meminta klarifikasi. Dalam kondisi tersebut, penulis dapat memberikan penjelasan akademis yang logis melalui response letter dan melakukan perubahan pada naskah apabila memang diperlukan.
Hal yang perlu dihindari adalah memberikan jawaban singkat tanpa menjelaskan tindakan yang dilakukan. Pernyataan seperti “sudah diperbaiki” belum tentu cukup untuk menunjukkan bahwa komentar telah ditangani secara tepat. Respons yang lebih informatif menjelaskan bagian yang diperbaiki dan alasan perubahan tersebut.
Penulis juga perlu memastikan bahwa tanggapan dalam response letter konsisten dengan manuskrip. Jangan sampai response letter menyatakan bahwa suatu analisis sudah ditambahkan, tetapi analisis tersebut tidak ditemukan dalam dokumen revisi. Ketidaksesuaian seperti ini dapat membuat reviewer harus melakukan pemeriksaan tambahan dan berpotensi memperlambat proses evaluasi.
Menyiapkan Manuskrip Versi Revisi
Setelah seluruh komentar diperiksa, langkah berikutnya adalah memastikan manuskrip yang akan dikirim merupakan versi terbaru. Penulis sering kali memiliki beberapa file dengan nama yang hampir sama selama proses revisi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko salah mengunggah dokumen.
Gunakan penamaan file yang jelas untuk membedakan manuskrip lama dan manuskrip hasil revisi. Jika jurnal memberikan aturan tertentu mengenai nama file, ikuti aturan tersebut. Jangan mengubah nama file secara sembarangan apabila sistem jurnal telah memberikan format yang wajib digunakan.
Periksa kembali seluruh bagian manuskrip dari awal sampai akhir. Pastikan judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan sudah konsisten dengan versi penelitian terbaru. Perubahan pada satu bagian harus dipastikan tidak menimbulkan ketidaksesuaian dengan bagian lainnya.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa sebelum mengunggah manuskrip meliputi:
- Judul sudah sesuai dengan fokus penelitian.
- Abstrak mencerminkan hasil penelitian terbaru.
- Kata kunci masih relevan dengan topik artikel.
- Tujuan penelitian konsisten dengan rumusan masalah.
- Metode menjelaskan prosedur penelitian dengan jelas.
- Hasil sesuai dengan analisis yang dilakukan.
- Tabel dan gambar sesuai dengan data terbaru.
- Pembahasan menghubungkan hasil dengan teori dan penelitian terdahulu.
- Kesimpulan tidak memuat klaim yang tidak didukung hasil.
- Sitasi dan daftar pustaka sudah diperbarui.
- Format artikel sesuai dengan template jurnal.
Pemeriksaan manuskrip juga sebaiknya mencakup aspek bahasa. Kesalahan tata bahasa, ejaan, tanda baca, atau istilah teknis dapat muncul setelah banyak bagian diubah selama revisi. Oleh karena itu, proofreading menjadi tahap penting sebelum submit ulang artikel jurnal.
Menyiapkan Response Letter untuk Resubmission
Response letter merupakan salah satu dokumen penting dalam proses submit ulang artikel jurnal. Dokumen ini menjelaskan respons penulis terhadap komentar reviewer dan menunjukkan bahwa setiap masukan telah dipertimbangkan. Response letter yang baik membuat proses pemeriksaan menjadi lebih mudah karena reviewer dapat mengetahui hubungan antara komentar dan tindakan revisi.
Struktur response letter sebaiknya dibuat sistematis. Setiap komentar dapat ditampilkan secara berurutan, kemudian diikuti tanggapan penulis. Apabila ada perubahan pada manuskrip, penulis dapat mencantumkan lokasi perubahan sesuai dengan format yang diminta jurnal.
Bahasa yang digunakan dalam response letter sebaiknya profesional dan objektif. Penulis tidak perlu menggunakan bahasa defensif ketika tidak sepakat dengan reviewer. Jika terdapat alasan akademis untuk mempertahankan suatu bagian, jelaskan alasannya dengan bukti, teori, atau argumentasi yang relevan.
Sebelum response letter dikirim, baca kembali seluruh dokumen dan bandingkan dengan manuskrip. Pastikan tidak ada komentar yang hilang dan semua perubahan yang disebutkan benar-benar tersedia dalam artikel. Konsistensi antara dua dokumen tersebut menjadi bagian penting dari persiapan sebelum resubmission.
Pada tahap ini, penulis juga dapat melakukan pemeriksaan akhir terhadap format response letter. Pastikan dokumen mudah dibaca, komentar dan jawaban dapat dibedakan dengan jelas, serta informasi lokasi revisi tidak membingungkan. Dengan response letter yang terstruktur, proses submit ulang artikel jurnal dapat dilakukan secara lebih profesional.
Menyiapkan Response Letter untuk Resubmission
Setelah response letter selesai disusun, penulis perlu melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh tanggapan yang diberikan. Setiap komentar reviewer harus memiliki respons yang jelas, sedangkan setiap perubahan yang disebutkan dalam tanggapan harus benar-benar dapat ditemukan di dalam manuskrip. Pemeriksaan silang antara response letter dan artikel membantu menghindari ketidaksesuaian sebelum submit ulang artikel jurnal dilakukan.
Perhatikan pula urutan komentar dan jawaban. Jika reviewer memberikan beberapa poin dalam satu komentar, penulis dapat memecahnya menjadi beberapa respons agar lebih mudah dipahami. Hindari jawaban yang terlalu umum karena reviewer membutuhkan informasi yang cukup untuk mengetahui tindakan apa yang telah dilakukan penulis.
Apabila ada komentar yang tidak dapat diterapkan secara langsung, jelaskan alasan akademisnya dengan sopan. Penulis tidak harus selalu menerima seluruh saran reviewer secara mentah, tetapi setiap keputusan untuk tidak melakukan perubahan perlu disertai argumentasi yang masuk akal. Sikap tersebut menunjukkan bahwa revisi dilakukan melalui pertimbangan ilmiah, bukan sekadar untuk memenuhi formalitas.
Memeriksa Referensi, Sitasi, dan Kelengkapan Artikel
Referensi merupakan bagian yang perlu diperiksa kembali sebelum submit ulang artikel jurnal. Revisi pada pendahuluan atau pembahasan sering kali menyebabkan penulis menambahkan sumber baru atau menghapus sumber lama. Perubahan tersebut harus diikuti dengan pemeriksaan terhadap hubungan antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka.
Pastikan setiap sumber yang dikutip dalam artikel tercantum dalam daftar pustaka. Sebaliknya, sumber yang masih berada dalam daftar pustaka sebaiknya memang digunakan dalam manuskrip. Ketidaksesuaian antara keduanya dapat menunjukkan bahwa pemeriksaan akhir belum dilakukan secara menyeluruh.
Penulis juga perlu memastikan format referensi mengikuti pedoman jurnal. Perhatikan penulisan nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, DOI, dan unsur lain yang diwajibkan. Jika jurnal menggunakan gaya sitasi tertentu, seluruh referensi harus konsisten dengan gaya tersebut.
Apabila reviewer meminta tambahan referensi, pastikan sumber yang ditambahkan benar-benar relevan dengan pembahasan. Jangan memasukkan sumber hanya untuk menambah jumlah referensi. Referensi yang tepat seharusnya memiliki fungsi dalam membangun argumentasi, menjelaskan teori, membandingkan hasil, atau memperkuat posisi penelitian.
Selain referensi, periksa kembali bagian awal dan akhir artikel. Judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan harus memiliki hubungan yang konsisten. Perubahan pada hasil penelitian, misalnya, dapat membuat kesimpulan versi lama tidak lagi sesuai dengan hasil terbaru.
Memeriksa Tabel, Gambar, dan Data Penelitian
Tabel dan gambar perlu diperiksa dengan teliti sebelum manuskrip dikirim kembali. Setiap tabel atau gambar yang disebutkan di dalam teks harus tersedia dan memiliki penomoran yang benar. Jangan sampai terdapat tabel yang disebut sebagai Tabel 3 tetapi dokumen hanya memiliki dua tabel.
Pemeriksaan angka juga penting, terutama apabila reviewer meminta perubahan pada analisis. Nilai yang tercantum dalam tabel harus sama dengan nilai yang dijelaskan pada narasi hasil penelitian. Jika terdapat perbedaan, reviewer dapat mempertanyakan kembali validitas hasil penelitian.
Beberapa aspek yang perlu diperiksa meliputi:
- Nomor tabel dan gambar sudah berurutan.
- Judul tabel dan gambar sudah sesuai.
- Semua tabel dan gambar disebutkan dalam teks.
- Angka pada tabel konsisten dengan narasi.
- Satuan pengukuran sudah dicantumkan jika diperlukan.
- Keterangan simbol atau singkatan sudah jelas.
- Resolusi gambar memenuhi ketentuan jurnal.
- Tidak ada tabel atau gambar yang tertinggal dari versi lama.
- Data hasil revisi sudah digunakan secara konsisten.
- Analisis tambahan sudah dijelaskan dalam bagian yang relevan.
Jika terdapat perubahan pada metode analisis, periksa kembali seluruh hasil yang terdampak. Jangan hanya memperbaiki satu angka tanpa memeriksa pembahasan dan kesimpulan. Hubungan antarbagiannya harus tetap logis setelah revisi.
Pemeriksaan ini penting karena proses review tidak berhenti pada kualitas tulisan. Reviewer juga dapat memperhatikan konsistensi data dan cara penulis menyajikan hasil penelitian. Manuskrip yang sudah diperbaiki secara menyeluruh akan lebih mudah dievaluasi pada tahap berikutnya.
Mengunggah Manuskrip pada Sistem Jurnal
Setelah semua dokumen selesai diperiksa, tahap berikutnya adalah melakukan submit ulang artikel jurnal melalui sistem yang digunakan oleh jurnal. Penulis perlu memastikan bahwa pengiriman dilakukan melalui jalur resubmission yang benar. Jika editor meminta revisi pada submission sebelumnya, jangan langsung membuat submission baru kecuali jurnal memang memberikan instruksi demikian.
Sebelum melakukan upload, periksa kembali daftar dokumen yang diminta. Sistem jurnal dapat meminta beberapa file, seperti manuskrip utama, response letter, versi manuskrip dengan perubahan yang ditandai, atau file pendukung. Setiap dokumen harus ditempatkan pada kategori yang sesuai.
Ketika proses upload berlangsung, jangan terburu-buru menekan tombol final submission. Baca kembali informasi yang ditampilkan sistem. Pastikan judul artikel, nama penulis, afiliasi, file, dan metadata lainnya masih sesuai dengan versi terbaru.
Jika sistem menyediakan halaman pratinjau, gunakan kesempatan tersebut untuk memeriksa dokumen sebelum dikirim. Pastikan file dapat dibuka dengan baik dan tidak mengalami perubahan format setelah diunggah. Kesalahan teknis pada tahap upload lebih mudah diperbaiki sebelum final submission daripada setelah naskah dikirim kepada editor.
Setelah submit ulang artikel jurnal berhasil dilakukan, simpan bukti atau informasi mengenai pengiriman tersebut apabila sistem menyediakannya. Informasi submission dapat membantu penulis memantau status artikel pada tahap berikutnya. Penulis juga sebaiknya memperhatikan pesan konfirmasi dari sistem atau editor.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Submit Ulang Artikel Jurnal
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah mengunggah versi manuskrip yang belum final. Selama proses revisi, penulis dapat menyimpan banyak file dengan nama yang hampir sama. Jika tidak diperiksa, file lama dapat secara tidak sengaja digunakan untuk resubmission.
Kesalahan lainnya adalah tidak membaca kembali instruksi editor. Penulis terkadang hanya berfokus pada komentar reviewer, padahal editor dapat memberikan arahan tambahan mengenai format file, dokumen yang diperlukan, atau batas waktu pengiriman ulang.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Mengirim manuskrip sebelum seluruh revisi selesai.
- Mengunggah file versi lama.
- Tidak menyertakan response letter ketika diwajibkan.
- Tidak menjawab salah satu komentar reviewer.
- Memberikan respons yang tidak sesuai dengan perubahan pada manuskrip.
- Tidak memeriksa kembali referensi dan sitasi.
- Mengabaikan kesalahan pada tabel dan gambar.
- Membuat submission baru tanpa mengikuti instruksi editor.
- Tidak memperhatikan batas waktu revisi.
- Tidak melakukan pemeriksaan akhir sebelum final submission.
Penulis juga sebaiknya tidak menganggap bahwa semua revisi otomatis membuat artikel diterima. Setelah submit ulang artikel jurnal, editor dapat kembali mengevaluasi manuskrip dan menentukan apakah artikel perlu dikirim kepada reviewer. Pada beberapa kasus, masih dapat muncul permintaan revisi tambahan.
Karena itu, tujuan utama resubmission bukan sekadar mengirim artikel kembali, tetapi menunjukkan bahwa penulis telah menanggapi proses review secara serius. Manuskrip, response letter, dan dokumen pendukung harus menunjukkan konsistensi yang kuat.
Checklist Final Sebelum Submit Ulang
Sebelum melakukan final submission, penulis dapat menggunakan checklist sederhana. Pemeriksaan terakhir membantu memastikan bahwa pekerjaan revisi tidak berhenti hanya pada perubahan isi, tetapi juga mencakup seluruh aspek teknis dan administratif.
Checklist dapat dibagi menjadi beberapa kelompok agar lebih mudah digunakan. Pada bagian substansi, penulis perlu memastikan seluruh komentar reviewer sudah ditanggapi. Pada bagian teknis, periksa format, referensi, tabel, gambar, dan file. Sementara itu, pada bagian administratif, pastikan jalur resubmission dan batas waktu sudah sesuai.
Checklist akhir sebelum submit ulang artikel jurnal dapat meliputi:
- Semua komentar reviewer sudah dibaca dan ditanggapi.
- Semua arahan editor sudah diperiksa.
- Revisi pada manuskrip sudah diterapkan.
- Response letter sudah selesai dan sesuai dengan manuskrip.
- Lokasi perubahan yang disebutkan dalam response letter sudah benar.
- Judul dan abstrak sudah sesuai dengan penelitian terbaru.
- Metode dan hasil sudah konsisten.
- Tabel dan gambar sudah diperiksa.
- Data dan angka sudah konsisten.
- Referensi dan sitasi sudah sesuai.
- Template jurnal sudah digunakan dengan benar.
- File manuskrip merupakan versi terbaru.
- File pendukung sudah lengkap.
- Format setiap file dapat dibuka dengan baik.
- Batas waktu resubmission sudah diperhatikan.
- Submission dilakukan melalui jalur yang diarahkan editor.
- Informasi metadata pada sistem jurnal sudah benar.
Checklist tersebut dapat menjadi tahap pemeriksaan terakhir sebelum penulis menekan tombol pengiriman. Dengan pemeriksaan sistematis, risiko kesalahan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan kualitas penelitian dapat dikurangi.
Pemeriksaan Status Setelah Resubmission
Setelah berhasil submit ulang artikel jurnal, penulis sebaiknya tetap memantau status naskah melalui sistem jurnal. Status seperti submitted, editor assigned, atau under review dapat menunjukkan bahwa artikel telah masuk ke tahap berikutnya dalam proses editorial. Penulis tidak perlu melakukan pengiriman ulang berkali-kali hanya karena status belum berubah dalam waktu singkat.
Selain memantau sistem, periksa juga email yang digunakan ketika melakukan submission. Editor atau pengelola jurnal dapat mengirimkan konfirmasi, permintaan perbaikan administratif, atau informasi mengenai perkembangan naskah melalui email. Pastikan pesan tersebut tidak terlewat agar penulis dapat memberikan respons apabila diperlukan.
Penulis juga perlu menyimpan salinan manuskrip final, response letter, dan bukti resubmission. Dokumentasi tersebut berguna apabila terdapat kebutuhan untuk mengecek kembali versi artikel yang telah dikirim. Dengan pengelolaan dokumen dan pemantauan yang baik, proses setelah submit ulang artikel jurnal dapat berlangsung lebih teratur sampai editor memberikan keputusan berikutnya.
Baca juga:Resubmit Artikel Jurnal Setelah Revisi dan Hal yang Perlu Diperiksa
Kesimpulan
Cara submit ulang artikel jurnal setelah menyelesaikan revisi membutuhkan persiapan yang lebih dari sekadar mengunggah manuskrip terbaru. Penulis perlu memastikan seluruh komentar reviewer dan editor telah ditangani, response letter sudah disusun secara jelas, serta perubahan dalam manuskrip sesuai dengan tanggapan yang diberikan. Pemeriksaan tersebut membantu membuat proses resubmission lebih terarah dan memudahkan editor maupun reviewer mengevaluasi hasil revisi.
Sebelum submit ulang artikel jurnal, penulis juga perlu memeriksa referensi, sitasi, tabel, gambar, data, format artikel, serta kelengkapan file. Tahap upload pada sistem jurnal harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih dokumen atau jalur submission. Checklist final dapat digunakan untuk memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum pengiriman dilakukan.
Pada akhirnya, submit ulang artikel jurnal merupakan bagian penting dari proses publikasi ilmiah. Revisi yang baik perlu diikuti dengan pengiriman ulang yang rapi, konsisten, dan sesuai instruksi jurnal. Dengan memahami tahapan resubmission dan melakukan pemeriksaan akhir secara menyeluruh, penulis dapat menyampaikan manuskrip hasil revisi dengan lebih profesional dan membantu proses evaluasi berjalan secara lebih efektif.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.



