Setelah artikel jurnal dikirimkan melalui sistem submission, penulis perlu menunggu proses pemeriksaan editor dan reviewer sebelum memperoleh keputusan. Salah satu tahap yang sering membuat penulis bertanya-tanya adalah ketika muncul status editorial decision. Keputusan tersebut dapat berupa accept, revise, reject, atau bentuk keputusan lain sesuai kebijakan masing-masing jurnal. Memahami arti keputusan tersebut penting agar penulis dapat menentukan langkah berikutnya dengan tepat.
Istilah accept, revise, dan reject jurnal menggambarkan hasil evaluasi terhadap naskah yang telah dikirimkan. Accept menunjukkan bahwa artikel diterima, sedangkan revise berarti penulis masih perlu melakukan perbaikan sebelum artikel dapat dipertimbangkan kembali. Sementara itu, reject menunjukkan bahwa naskah tidak dapat diteruskan dalam proses publikasi pada tahap tersebut. Setiap keputusan memiliki konsekuensi dan tindakan lanjutan yang berbeda.
Bagi penulis yang baru pertama kali mengirim artikel, membaca hasil editorial decision dapat terasa membingungkan. Status yang muncul pada sistem jurnal terkadang menggunakan istilah yang berbeda, seperti minor revision, major revision, reject and resubmit, atau declined. Karena itu, penulis tidak cukup hanya memahami terjemahan istilahnya, tetapi juga perlu membaca pesan editor dan komentar reviewer yang menyertainya.
Keputusan editorial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai penilaian terhadap kemampuan penulis. Proses peer review memang dirancang untuk mengevaluasi kualitas ilmiah sebuah naskah berdasarkan kriteria jurnal. Sebuah artikel dapat ditolak karena tidak sesuai scope, memiliki kelemahan metodologis, kurang memiliki novelty, atau tidak memenuhi standar jurnal, bukan semata-mata karena penulis tidak mampu melakukan penelitian dengan baik.
Dengan memahami arti setiap keputusan, penulis dapat menentukan strategi yang lebih tepat setelah menerima hasil editorial decision. Jika artikel diterima, fokus dapat diarahkan pada tahap produksi dan publikasi. Jika mendapat revisi, penulis perlu menanggapi komentar reviewer dan memperbaiki naskah. Sementara jika artikel ditolak, penulis dapat mengevaluasi alasan penolakan dan mempertimbangkan perbaikan atau pengiriman ke jurnal lain.
Memahami Arti Accept pada Keputusan Editorial Jurnal
Accept merupakan salah satu keputusan yang paling diharapkan oleh penulis setelah melalui proses evaluasi jurnal. Secara umum, keputusan ini menunjukkan bahwa artikel telah dinilai memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk diterbitkan. Namun, istilah accept tidak selalu berarti naskah langsung terbit pada saat keputusan diberikan. Beberapa jurnal masih memiliki tahap editorial atau produksi sebelum artikel tersedia secara resmi.
Dalam beberapa sistem jurnal, penulis dapat menemukan istilah seperti accepted, accepted for publication, atau accept submission. Meskipun istilahnya berbeda, maknanya secara umum menunjukkan hasil positif dari proses editorial. Penulis tetap perlu membaca surat keputusan editor karena mungkin terdapat instruksi tambahan yang harus diselesaikan sebelum artikel masuk ke tahap berikutnya.
Setelah memperoleh keputusan accept, penulis sebaiknya memeriksa kembali informasi yang diberikan jurnal. Periksa apakah editor meminta pengiriman file tertentu, perbaikan format, konfirmasi metadata, atau dokumen pendukung. Jika jurnal memiliki publication fee atau biaya publikasi, informasi mengenai pembayaran biasanya juga perlu diperhatikan. Penulis sebaiknya memastikan biaya tersebut berdasarkan informasi resmi jurnal sebelum melakukan pembayaran.
Accept juga dapat disertai dengan proses copyediting, proofreading, layout, atau typesetting. Pada tahap tersebut, artikel dapat mengalami pemeriksaan bahasa dan format tanpa mengubah substansi utama penelitian. Penulis biasanya perlu memeriksa galley proof untuk memastikan nama penulis, afiliasi, tabel, gambar, sitasi, dan informasi lainnya sudah benar sebelum artikel diterbitkan.
Oleh karena itu, memahami keputusan accept tidak berhenti pada kata “diterima”. Penulis tetap perlu mengikuti instruksi editorial hingga artikel benar-benar masuk ke tahap publikasi. Kesalahan pada tahap akhir, seperti nama penulis yang tidak sesuai atau informasi afiliasi yang keliru, dapat menimbulkan masalah ketika artikel sudah terbit dan tercatat dalam database ilmiah.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Memahami Revise dalam Editorial Decision
Revise menunjukkan bahwa artikel belum memperoleh keputusan akhir untuk diterbitkan dan penulis diberikan kesempatan melakukan perbaikan. Dalam praktiknya, revise dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, terutama minor revision dan major revision. Perbedaan keduanya terletak pada tingkat perubahan yang dibutuhkan dan seberapa besar komentar reviewer memengaruhi substansi artikel.
Minor revision biasanya menunjukkan bahwa artikel memiliki dasar yang cukup baik, tetapi masih membutuhkan perbaikan tertentu. Reviewer dapat meminta penulis memperjelas beberapa kalimat, memperbaiki referensi, menambahkan penjelasan, memperbaiki tabel, atau mengatasi kesalahan kecil dalam penyajian. Walaupun disebut minor, seluruh komentar tetap harus diperhatikan dengan serius.
Major revision menunjukkan bahwa artikel membutuhkan perbaikan yang lebih substansial. Komentar reviewer dapat berkaitan dengan metode penelitian, analisis data, kerangka teori, research gap, interpretasi hasil, atau pembahasan. Dalam kondisi tersebut, penulis perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk memahami komentar dan menentukan perubahan yang diperlukan.
Keputusan revise bukan berarti artikel pasti akan diterima setelah diperbaiki. Setelah naskah dikirim kembali, editor dapat memeriksanya sendiri atau mengirimkannya kembali kepada reviewer. Hasil evaluasi berikutnya dapat berupa accept, revise kembali, atau reject. Karena itu, penulis sebaiknya tidak menganggap revisi sebagai formalitas, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki kelemahan naskah secara serius.
Ketika memperoleh keputusan revise, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah membaca surat editor dan semua komentar reviewer secara keseluruhan. Jangan langsung mengedit artikel berdasarkan satu komentar. Pahami hubungan antara seluruh komentar agar perubahan yang dibuat tidak saling bertentangan. Setelah itu, penulis dapat membuat daftar revisi dan menyiapkan response to reviewers untuk menjelaskan setiap perubahan.
Memahami Reject dalam Keputusan Editorial
Reject merupakan keputusan yang menyatakan bahwa artikel tidak dapat dilanjutkan menuju publikasi pada jurnal tersebut berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. Penolakan dapat terjadi pada tahap awal oleh editor atau setelah artikel melalui proses peer review. Karena itu, penulis perlu memahami jenis penolakan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Jika reject terjadi sebelum peer review, keputusan tersebut sering kali berkaitan dengan aspek editorial atau kesesuaian dasar. Artikel mungkin tidak sesuai dengan scope jurnal, format tidak memenuhi ketentuan, kualitas naskah belum sesuai standar, atau topik penelitian tidak cukup relevan dengan fokus jurnal. Pada kondisi tertentu, editor dapat menilai bahwa artikel tidak cocok untuk jurnal tersebut tanpa mengirimkannya kepada reviewer.
Reject setelah peer review memiliki kemungkinan alasan yang lebih beragam. Reviewer dapat menemukan masalah pada metode, kualitas data, analisis, novelty, argumentasi, atau pembahasan. Editor kemudian mempertimbangkan laporan reviewer sebelum mengambil keputusan. Penulis perlu membaca alasan yang diberikan karena informasi tersebut dapat menjadi bahan penting untuk memperbaiki artikel.
Penolakan bukan berarti artikel tidak dapat dipublikasikan di jurnal lain. Jika penelitian masih memiliki dasar ilmiah yang kuat, penulis dapat memperbaiki bagian yang bermasalah sebelum melakukan submission ke jurnal lain. Namun, penulis tidak sebaiknya mengirim artikel yang sama tanpa melakukan evaluasi terhadap kritik yang sudah diterima.
Ada pula keputusan seperti reject and resubmit yang perlu dibedakan dari reject biasa. Dalam kondisi tertentu, editor dapat menyatakan bahwa naskah belum dapat diterima dalam bentuk saat ini, tetapi penulis masih dapat mengirimkan versi baru setelah melakukan perubahan substansial. Penulis harus membaca instruksi editor dengan cermat karena mekanisme pengiriman ulang dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya.
Cara Membaca Hasil Editorial Decision dengan Tepat
Ketika menerima notifikasi dari jurnal, penulis sebaiknya tidak hanya melihat satu kata yang muncul pada dashboard. Bacalah email keputusan atau surat editor secara lengkap. Informasi penting biasanya terdapat pada bagian yang menjelaskan alasan keputusan, instruksi berikutnya, batas waktu revisi, serta komentar dari reviewer.
Beberapa istilah yang umum muncul dalam editorial decision antara lain:
- Accept atau Accepted: artikel dinyatakan diterima untuk publikasi, meskipun masih mungkin terdapat tahap produksi atau pemeriksaan akhir.
- Minor Revision: artikel membutuhkan perbaikan yang relatif terbatas sebelum dipertimbangkan kembali.
- Major Revision: artikel membutuhkan perbaikan substansial dan kemungkinan akan dievaluasi kembali.
- Reject: artikel tidak diterima untuk publikasi pada jurnal tersebut.
- Reject and Resubmit: naskah saat ini ditolak, tetapi editor dapat membuka peluang pengiriman ulang setelah dilakukan perbaikan besar.
- Decline: istilah lain yang dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa artikel tidak diterima.
Istilah tersebut perlu dibaca bersama konteks surat editor. Setiap jurnal dapat memiliki prosedur dan penggunaan istilah yang berbeda. Karena itu, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan terjemahan otomatis dari status pada sistem. Pesan editor dan author guidelines tetap menjadi sumber utama untuk mengetahui tindakan yang harus dilakukan.
Penulis juga perlu memperhatikan tenggat waktu jika mendapatkan keputusan revise. Batas waktu tersebut menunjukkan kapan versi revisi harus dikirimkan. Jika revisi membutuhkan waktu lebih lama, penulis dapat mengikuti prosedur jurnal untuk meminta perpanjangan apabila kebijakan jurnal memungkinkan.
Dengan membaca editorial decision secara menyeluruh, penulis dapat menghindari kesalahan dalam menentukan langkah berikutnya. Keputusan accept membutuhkan tindak lanjut menuju publikasi, revise membutuhkan respons dan perbaikan, sedangkan reject membutuhkan evaluasi ulang terhadap naskah. Memahami perbedaan tersebut akan membantu penulis menjalani proses publikasi secara lebih terencana.
Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Mendapat Editorial Decision
Setelah menerima editorial decision, penulis sebaiknya tidak langsung mengambil tindakan sebelum memahami seluruh isi keputusan. Status pada sistem jurnal memang memberikan gambaran singkat, tetapi surat editor dan komentar reviewer biasanya memberikan informasi yang lebih lengkap. Dengan membaca keduanya secara menyeluruh, penulis dapat mengetahui alasan keputusan sekaligus memahami apa yang perlu dilakukan berikutnya.
Jika keputusan yang diterima adalah accept, penulis dapat mempersiapkan tahap akhir publikasi. Periksa instruksi yang diberikan editor, termasuk kemungkinan permintaan proofreading, pemeriksaan metadata, pengiriman file final, atau konfirmasi informasi penulis. Pada tahap ini, ketelitian tetap diperlukan karena perubahan kecil seperti nama penulis, afiliasi, judul, dan tabel dapat berpengaruh pada versi artikel yang akan diterbitkan.
Jika keputusan yang diterima adalah revise, penulis perlu membuat strategi revisi berdasarkan komentar reviewer. Jangan langsung mengubah artikel secara acak. Buat daftar komentar, kelompokkan berdasarkan bagian artikel, lalu tentukan perubahan yang diperlukan. Setelah selesai, setiap komentar perlu dijawab melalui response to reviewers sehingga editor dapat melihat bahwa seluruh masukan sudah dipertimbangkan.
Jika keputusan yang diterima adalah reject, penulis perlu membaca alasan penolakan secara objektif. Pisahkan alasan yang berkaitan dengan scope jurnal, kualitas artikel, metodologi, novelty, bahasa, maupun masalah teknis. Setelah mengetahui penyebabnya, penulis dapat menentukan apakah artikel perlu diperbaiki secara substansial atau lebih tepat diarahkan ke jurnal lain yang memiliki scope lebih sesuai.
Apabila editor menggunakan istilah reject and resubmit, jangan menganggapnya sama persis dengan reject biasa. Periksa apakah editor memberikan kesempatan pengiriman ulang dan apakah terdapat instruksi khusus. Jika diminta melakukan perubahan besar, penulis sebaiknya memperlakukan naskah tersebut seperti proyek revisi baru, bukan sekadar mengganti beberapa kalimat sebelum dikirim kembali.
Strategi Menentukan Tindakan Berdasarkan Hasil Editorial Decision
Memahami keputusan accept revise reject jurnal akan lebih bermanfaat jika penulis mengetahui tindakan yang sesuai untuk setiap hasil. Kesalahan dalam menentukan langkah berikutnya dapat memperpanjang proses publikasi. Misalnya, penulis menerima major revision tetapi hanya memperbaiki tata bahasa, padahal reviewer meminta penjelasan metode dan analisis yang lebih kuat. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan reviewer memberikan komentar yang sama pada putaran berikutnya.
Untuk keputusan revise, prioritas utama adalah memenuhi seluruh permintaan editor dan reviewer. Penulis dapat menggunakan tabel sederhana yang berisi komentar, tindakan perbaikan, lokasi perubahan, dan status penyelesaian. Cara tersebut membuat proses revisi lebih mudah dipantau dan mengurangi kemungkinan ada komentar yang terlewat.
Untuk keputusan reject, jangan terburu-buru mengirimkan artikel ke jurnal lain tanpa mengevaluasi alasan penolakan. Jika reviewer menemukan kelemahan metodologi, masalah tersebut sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu. Jika masalahnya adalah ketidaksesuaian scope, penulis dapat mencari jurnal lain yang lebih relevan setelah memastikan naskah tetap memenuhi standar jurnal tujuan.
Untuk keputusan accept, fokus penulis berubah dari memperbaiki substansi menjadi memastikan proses publikasi berjalan dengan benar. Tahap produksi dapat melibatkan copyediting, layout, proofreading, atau pemeriksaan akhir. Penulis perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menemukan kesalahan teknis sebelum artikel diterbitkan secara resmi.
Beberapa indikator yang dapat membantu penulis menentukan tindakan setelah editorial decision antara lain:
- Ada atau tidaknya komentar reviewer yang harus ditanggapi.
- Apakah editor meminta revisi minor atau mayor.
- Apakah artikel dinyatakan diterima secara final atau masih memerlukan pemeriksaan.
- Apakah penolakan disebabkan oleh kualitas penelitian atau ketidaksesuaian scope.
- Apakah editor memberikan peluang untuk resubmission.
- Apakah terdapat tenggat waktu khusus untuk mengirimkan revisi.
- Apakah jurnal meminta dokumen tambahan seperti response letter atau marked manuscript.
- Apakah terdapat instruksi khusus mengenai versi file yang harus diunggah.
Dengan melihat indikator tersebut, penulis dapat mengubah keputusan editorial menjadi rencana kerja yang konkret. Pendekatan ini jauh lebih efektif daripada hanya berfokus pada apakah hasilnya accept atau reject.
Kesalahan dalam Membaca Editorial Decision Jurnal
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap revise sebagai penolakan. Padahal, keputusan revise menunjukkan bahwa artikel masih berada dalam proses evaluasi dan penulis mendapatkan kesempatan untuk memperbaikinya. Selama penulis mengikuti instruksi editor dengan baik, naskah dapat kembali dipertimbangkan pada putaran berikutnya.
Kesalahan lain adalah menganggap accept berarti artikel langsung terbit pada hari yang sama. Dalam kenyataannya, artikel yang sudah diterima dapat melewati beberapa tahap produksi. Penulis mungkin masih diminta melakukan proofreading atau memeriksa versi final sebelum publikasi. Karena itu, status accepted sebaiknya dipahami sebagai keputusan penerimaan, bukan selalu sebagai tanda bahwa seluruh proses penerbitan sudah selesai.
Sebaliknya, penulis juga tidak sebaiknya menganggap reject sebagai akhir dari peluang publikasi. Penolakan dari satu jurnal tidak secara otomatis berarti penelitian tersebut tidak layak diterbitkan. Artikel dapat diperbaiki berdasarkan komentar reviewer kemudian dikirimkan ke jurnal lain yang memiliki scope dan target pembaca yang lebih sesuai.
Kesalahan berikutnya adalah hanya membaca status pada dashboard tanpa membuka surat editor. Dashboard biasanya hanya menampilkan informasi singkat. Alasan keputusan, komentar reviewer, dan instruksi penting mungkin tersedia dalam dokumen atau email yang terpisah. Mengabaikan informasi tersebut dapat membuat penulis salah memahami tindakan yang harus dilakukan.
Penulis juga perlu menghindari respons emosional ketika mendapatkan keputusan reject. Rasa kecewa merupakan hal yang wajar dalam proses publikasi, tetapi keputusan editorial sebaiknya diperlakukan sebagai informasi untuk pengembangan artikel. Evaluasi yang objektif memungkinkan penulis menemukan kelemahan yang dapat diperbaiki sebelum melakukan submission berikutnya.
Meningkatkan Peluang Artikel Setelah Editorial Decision
Editorial decision dapat menjadi sumber informasi penting untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah. Ketika mendapatkan revise, penulis memperoleh gambaran langsung mengenai aspek yang dianggap kurang oleh reviewer. Masukan tersebut dapat digunakan untuk memperjelas argumentasi, memperkuat teori, meningkatkan kualitas pembahasan, atau memperbaiki penyajian hasil penelitian.
Ketika mendapatkan reject, manfaat yang sama tetap dapat diperoleh jika penulis bersedia mengevaluasi alasan keputusan. Misalnya, jika artikel dianggap tidak memiliki novelty yang cukup, penulis dapat meninjau kembali research gap dan kontribusi penelitian. Jika metode dianggap kurang jelas, bagian metodologi dapat diperbaiki agar desain penelitian lebih mudah dipahami oleh pembaca.
Sebelum melakukan submission ulang, penulis juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap artikel. Pastikan judul sesuai dengan isi, abstrak menggambarkan penelitian secara akurat, pendahuluan menunjukkan masalah dan research gap, metode menjelaskan prosedur penelitian, hasil menyajikan temuan, dan pembahasan menghubungkan hasil dengan teori serta penelitian terdahulu. Kesimpulan juga harus sesuai dengan temuan yang benar-benar diperoleh.
Kualitas referensi perlu diperhatikan karena sumber yang digunakan dapat memengaruhi kekuatan argumentasi. Referensi harus relevan dengan topik dan digunakan untuk mendukung pernyataan yang memang membutuhkan sumber. Penulis juga perlu memeriksa konsistensi antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka.
Pada akhirnya, keputusan editorial bukan hanya hasil akhir dari proses evaluasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pengembangan artikel ilmiah. Penulis yang mampu memahami keputusan, mengevaluasi komentar, dan memperbaiki naskah secara sistematis akan memiliki proses publikasi yang lebih terarah.
Baca juga:Revisi Artikel Jurnal dari Menanggapi Komentar Reviewer hingga Resubmission
Kesimpulan
Keputusan accept revise reject jurnal merupakan bagian penting dalam proses editorial karena menunjukkan hasil evaluasi terhadap artikel yang telah disubmit. Accept menunjukkan bahwa artikel diterima untuk publikasi, meskipun masih dapat melewati tahap produksi atau pemeriksaan akhir. Revise menunjukkan bahwa artikel masih membutuhkan perbaikan, sedangkan reject berarti artikel tidak diterima untuk diterbitkan pada jurnal tersebut berdasarkan keputusan yang diberikan. Setiap status membutuhkan tindakan yang berbeda sehingga penulis perlu membaca editorial decision secara lengkap.
Memahami hasil editorial decision tidak cukup hanya dengan menerjemahkan istilah yang muncul pada dashboard jurnal. Penulis perlu membaca surat editor, komentar reviewer, batas waktu, dan instruksi resubmission secara menyeluruh. Pada keputusan revise, setiap komentar harus dipetakan dan ditanggapi melalui perbaikan naskah serta response to reviewers. Pada keputusan reject, alasan penolakan perlu dianalisis agar artikel dapat diperbaiki atau diarahkan ke jurnal lain yang lebih sesuai.
Dengan memahami perbedaan accept, revise, dan reject, penulis dapat menghadapi proses publikasi secara lebih objektif. Keputusan accept dapat menjadi awal menuju tahap penerbitan, revise menjadi kesempatan meningkatkan kualitas artikel, sedangkan reject dapat menjadi bahan evaluasi untuk submission berikutnya. Membaca hasil editorial decision secara tepat pada akhirnya membantu penulis mengambil keputusan yang lebih strategis dan meningkatkan kesiapan artikel untuk proses publikasi ilmiah berikutnya.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.



