Preprint vs Accepted Manuscript vs Version of Record: Apa Perbedaannya?

Dalam proses publikasi ilmiah, sebuah artikel tidak langsung berubah dari naskah penelitian menjadi artikel jurnal versi final. Sebelum menjadi publikasi resmi, naskah dapat melewati beberapa tahapan dan menghasilkan beberapa versi dokumen. Tiga istilah yang sering muncul dalam proses tersebut adalah preprint, accepted manuscript, dan Version of Record. Ketiganya memiliki hubungan erat, tetapi status, waktu kemunculan, serta aturan penggunaannya berbeda.

Perbedaan preprint vs accepted manuscript vs Version of Record penting dipahami oleh penulis, mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pembaca artikel ilmiah. Kesalahan memahami versi artikel dapat menyebabkan penulis keliru menyebut status publikasi, salah mengutip artikel, atau mengunggah dokumen ke repository tanpa memperhatikan kebijakan penerbit. Karena itu, setiap versi perlu dipahami berdasarkan posisinya dalam alur publikasi.

Preprint umumnya merupakan versi awal artikel yang dibagikan sebelum proses peer review jurnal selesai, bahkan dalam banyak kasus sebelum naskah dikirimkan ke jurnal. Accepted manuscript berada pada tahap yang jauh lebih lanjut karena telah melewati peer review dan dinyatakan diterima oleh editor. Sementara itu, Version of Record merupakan versi resmi yang telah diproses dan diterbitkan oleh penerbit.

Ketiga versi tersebut dapat memiliki isi penelitian yang sangat mirip. Namun, kemiripan isi tidak berarti ketiganya mempunyai status yang sama. Perubahan dapat terjadi selama proses peer review, revisi, copyediting, typesetting, proofreading, dan produksi jurnal. Selain itu, hak distribusi untuk setiap versi dapat berbeda berdasarkan kebijakan penerbit.

Memahami perbedaan preprint vs accepted manuscript vs Version of Record akan membantu penulis mengelola naskah secara lebih tepat. Penulis dapat mengetahui kapan sebuah artikel sudah melewati peer review, versi mana yang boleh disimpan di repository, serta versi mana yang sebaiknya digunakan sebagai acuan utama untuk sitasi. Pembahasan berikut menjelaskan perbedaan tersebut secara sistematis.

Pengertian Preprint, Accepted Manuscript, dan Version of Record

Preprint adalah versi awal karya ilmiah yang dibagikan kepada publik sebelum artikel menyelesaikan proses peer review dan publikasi jurnal. Preprint biasanya berisi hasil penelitian yang masih dapat mengalami perubahan setelah mendapatkan masukan dari reviewer. Penulis dapat menggunakan preprint untuk mempercepat penyebaran temuan penelitian sebelum proses penerbitan jurnal selesai.

Keberadaan preprint membuat hasil penelitian dapat dibaca lebih awal oleh komunitas akademik. Peneliti tidak harus menunggu seluruh proses review dan produksi jurnal selesai untuk mengetahui penelitian yang sedang berkembang. Namun, pembaca perlu memahami bahwa preprint belum tentu telah melalui evaluasi ilmiah formal oleh reviewer jurnal.

Accepted manuscript merupakan versi naskah yang telah melewati proses peer review dan revisi yang diperlukan hingga mendapatkan keputusan diterima dari editor. Karena itu, status accepted manuscript lebih maju dibandingkan preprint. Substansi artikel pada tahap ini telah dinilai dan disetujui untuk diterbitkan, meskipun proses produksi penerbit masih dapat berlangsung.

Version of Record, atau sering disingkat VoR, merupakan versi artikel yang telah diproses dan diterbitkan secara resmi oleh jurnal atau penerbit. Versi ini biasanya menggunakan layout resmi jurnal serta mempunyai metadata publikasi seperti DOI, tanggal publikasi, volume, issue, halaman, atau article number sesuai sistem jurnal.

Jika dibandingkan secara sederhana, preprint berada pada tahap awal sebelum peer review, accepted manuscript berada setelah artikel diterima, sedangkan Version of Record merupakan versi publikasi resmi. Perbedaan posisi tersebut menjadi dasar untuk memahami perbedaan hak, format, penggunaan, dan status sitasi dari ketiga versi artikel.

Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit

Perbedaan Preprint vs Accepted Manuscript vs Version of Record

Perbedaan pertama terlihat dari tahapan peer review. Preprint umumnya belum melewati peer review formal pada jurnal. Artinya, isi penelitian masih dapat berubah setelah penulis menerima komentar dari reviewer. Karena itu, pembaca harus berhati-hati ketika menggunakan preprint sebagai dasar kesimpulan ilmiah.

Accepted manuscript sudah melewati peer review. Penulis biasanya telah memberikan tanggapan terhadap komentar reviewer dan melakukan revisi yang diminta. Ketika editor menyatakan artikel diterima, versi tersebut dapat disebut accepted manuscript atau menggunakan istilah lain sesuai kebijakan penerbit.

Version of Record berada pada tahap setelah acceptance dan produksi penerbit. Artikel telah melalui proses seperti copyediting, typesetting, proofreading, pemeriksaan metadata, serta penyiapan format publikasi. Setelah diterbitkan, versi ini menjadi rekam resmi artikel dalam jurnal.

Perbedaan juga dapat dilihat dari tampilan dokumen. Preprint dan accepted manuscript biasanya masih menggunakan format yang disiapkan oleh penulis. Version of Record menggunakan desain resmi jurnal, termasuk tata letak, elemen visual, informasi penerbit, dan metadata publikasi.

Dari sisi status, preprint belum dapat disamakan dengan artikel yang telah diterbitkan melalui jurnal. Accepted manuscript menunjukkan bahwa artikel telah diterima untuk diterbitkan, tetapi belum tentu sudah tersedia sebagai publikasi final. Version of Record menunjukkan bahwa artikel telah menjadi bagian dari publikasi resmi jurnal.

Tahapan Perubahan Naskah dari Preprint hingga Version of Record

Perjalanan artikel dari preprint hingga Version of Record dapat berlangsung dalam beberapa tahap. Tidak semua artikel harus memiliki preprint, tetapi ketika penulis memilih membagikannya, preprint dapat menjadi versi awal yang tersedia sebelum publikasi jurnal.

Tahapan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Preprint: naskah awal yang dibagikan sebelum peer review jurnal selesai.
  • Submitted manuscript: naskah yang dikirimkan kepada jurnal untuk dipertimbangkan.
  • Revised manuscript: versi yang telah diperbaiki berdasarkan masukan reviewer.
  • Accepted manuscript: versi yang telah diterima editor untuk diterbitkan.
  • Production stage: tahap copyediting, typesetting, proofreading, dan pemeriksaan metadata.
  • Version of Record: versi resmi yang telah diterbitkan oleh jurnal.

Dalam praktiknya, tidak semua penerbit menggunakan istilah yang sama. Sebagian menggunakan istilah postprint untuk versi setelah peer review, sementara penerbit lain menggunakan accepted manuscript atau accepted version. Oleh karena itu, definisi resmi dari penerbit tetap perlu diperiksa.

Perubahan antara versi juga tidak selalu berarti isi ilmiah berubah secara besar. Perubahan dapat berupa perbaikan bahasa, struktur, referensi, tabel, gambar, atau kesalahan teknis. Setelah artikel menjadi Version of Record, perubahan lebih lanjut biasanya dilakukan melalui mekanisme editorial resmi jika memang diperlukan.

Perbedaan dari Sisi Waktu Publikasi dan Status Artikel

Waktu publikasi menjadi salah satu pembeda utama antara preprint, accepted manuscript, dan Version of Record. Preprint dapat tersedia ketika artikel masih berada pada tahap awal. Bahkan, penulis dapat membagikannya sebelum naskah dikirimkan ke jurnal, bergantung pada strategi dan kebijakan yang digunakan.

Accepted manuscript muncul setelah editor memberikan keputusan acceptance. Pada tahap ini, penelitian sudah melewati proses evaluasi jurnal, tetapi artikel belum tentu memiliki format resmi penerbit. Penulis mungkin masih menunggu proof atau jadwal publikasi online.

Version of Record tersedia ketika penerbit telah mempublikasikan artikel sebagai versi resmi. Artikel dapat langsung masuk ke volume dan issue atau lebih dahulu tersedia secara online melalui mekanisme seperti online first atau early view.

Perbedaan waktu ini penting bagi penulis yang ingin mencantumkan status publikasi dalam curriculum vitae atau laporan akademik. Menulis “published” ketika artikel baru berstatus accepted manuscript dapat menimbulkan ketidaktepatan. Status yang ditulis sebaiknya mengikuti kondisi sebenarnya.

Demikian pula, keberadaan DOI tidak selalu berarti artikel sudah masuk volume dan issue. DOI dapat diberikan ketika artikel sudah dipublikasikan secara online. Karena itu, status artikel harus diperiksa melalui halaman resmi jurnal, bukan hanya berdasarkan ada atau tidaknya DOI.

Perbedaan dari Sisi Hak Penulis dan Distribusi

Hak penulis terhadap preprint, accepted manuscript, dan Version of Record juga dapat berbeda. Preprint biasanya didistribusikan melalui server atau platform yang mempunyai kebijakan tersendiri. Penulis perlu memastikan bahwa pengunggahan preprint tidak bertentangan dengan kebijakan jurnal yang dituju.

Accepted manuscript sering menjadi versi yang diizinkan untuk self-archiving. Beberapa penerbit memperbolehkan penulis menyimpan versi tersebut di institutional repository, tetapi dapat menetapkan embargo atau persyaratan atribusi tertentu.

Version of Record biasanya mempunyai aturan distribusi yang lebih ketat jika jurnal menggunakan model berlangganan. Penulis tidak otomatis dapat mengunggah PDF final penerbit ke berbagai platform. Jika artikel open access, penggunaannya tetap mengikuti lisensi yang tercantum pada publikasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan penulis meliputi:

  • Versi artikel yang boleh diunggah.
  • Tempat penyimpanan yang diperbolehkan.
  • Masa embargo jika ada.
  • Ketentuan pencantuman DOI.
  • Kewajiban memberikan tautan ke artikel resmi.
  • Lisensi yang berlaku.
  • Aturan penggunaan ulang gambar dan tabel.
  • Kebijakan berbagi melalui platform akademik.

Karena kebijakan penerbit berbeda-beda, penulis tidak sebaiknya menggunakan pengalaman dari jurnal lain sebagai dasar. Publishing agreement dan kebijakan resmi jurnal merupakan sumber utama untuk menentukan hak distribusi.

Mengapa Perbedaan Ketiga Versi Ini Penting?

Perbedaan preprint vs accepted manuscript vs Version of Record penting karena setiap versi memiliki tingkat finalitas yang berbeda. Preprint dapat berubah setelah peer review, accepted manuscript telah diterima tetapi belum melalui produksi final, sedangkan Version of Record merupakan versi resmi penerbit.

Bagi penulis, pemahaman tersebut membantu menentukan dokumen yang tepat untuk kebutuhan tertentu. Preprint dapat digunakan untuk diseminasi awal jika diperbolehkan, accepted manuscript dapat digunakan untuk repository apabila kebijakan penerbit mengizinkan, sedangkan Version of Record menjadi acuan utama untuk informasi publikasi final.

Bagi pembaca, perbedaan ini membantu menilai konteks sebuah artikel. Ketika menemukan penelitian dalam bentuk preprint, pembaca dapat memahami bahwa hasil tersebut belum tentu telah melewati peer review. Ketika menemukan accepted manuscript, pembaca mengetahui bahwa artikel telah diterima, tetapi formatnya mungkin belum merupakan versi resmi.

Bagi pengelola referensi, membedakan ketiga versi membantu menghindari duplikasi. Satu penelitian dapat muncul dalam bentuk preprint dan kemudian sebagai artikel jurnal. Jika keduanya dimasukkan tanpa pemeriksaan, daftar pustaka dapat menganggapnya sebagai dua publikasi berbeda.

Karena itu, identifikasi versi artikel merupakan bagian penting dalam literasi publikasi ilmiah. Penulis dan pembaca perlu melihat status dokumen, tanggal publikasi, DOI, serta sumber penerbit sebelum menentukan bagaimana artikel tersebut digunakan.

Preprint dalam Komunikasi Ilmiah

Preprint memiliki fungsi utama untuk mempercepat penyebaran hasil penelitian. Dalam sistem publikasi tradisional, proses peer review dan produksi dapat membutuhkan waktu cukup panjang. Preprint memberikan kesempatan bagi penulis untuk membagikan penelitian lebih awal kepada komunitas ilmiah.

Selain mempercepat diseminasi, preprint dapat membantu penulis memperoleh masukan sebelum atau selama proses publikasi. Peneliti lain dapat membaca hasil penelitian dan memberikan tanggapan yang mungkin berguna untuk pengembangan artikel.

Namun, preprint perlu diberi keterangan yang jelas mengenai statusnya. Pembaca sebaiknya mengetahui bahwa dokumen tersebut belum tentu telah melalui peer review jurnal. Penulis juga perlu mengikuti kebijakan jurnal mengenai penggunaan preprint sebelum melakukan submission.

Preprint bukan berarti penelitian tidak berkualitas. Statusnya hanya menunjukkan bahwa dokumen tersebut belum menjadi artikel jurnal yang telah melalui proses evaluasi dan publikasi formal. Karena itu, kualitas penelitian dan status publikasi merupakan dua hal yang perlu dibedakan.

Ketika artikel akhirnya diterbitkan, penulis dapat memperbarui informasi preprint jika platform tersebut menyediakan fitur pembaruan. Tautan menuju Version of Record dapat membantu pembaca menemukan publikasi resmi dan menghindari kebingungan antara versi awal dan versi final.

Kesimpulan Sementara

Preprint, accepted manuscript, dan Version of Record merupakan tiga versi yang dapat muncul dalam perjalanan publikasi ilmiah. Preprint berada pada tahap awal dan umumnya belum melalui peer review, accepted manuscript merupakan naskah yang telah diterima setelah proses evaluasi, sedangkan Version of Record merupakan versi resmi yang telah diterbitkan.

Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap status artikel, format, metadata, hak distribusi, dan cara penggunaannya dalam kegiatan akademik. Penulis harus mengetahui versi yang dimiliki sebelum mengunggah, membagikan, atau mencantumkannya dalam daftar publikasi.

Pada bagian berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan dengan perbandingan lebih rinci mengenai penggunaan ketiga versi untuk sitasi, repository, kebutuhan akademik, serta cara menentukan versi yang paling tepat digunakan.

Penggunaan Preprint, Accepted Manuscript, dan Version of Record

Ketiga versi artikel tersebut dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda dalam kegiatan akademik. Preprint terutama berfungsi sebagai sarana diseminasi awal, accepted manuscript dapat menjadi versi yang berguna untuk pengarsipan setelah artikel diterima, sedangkan Version of Record menjadi acuan utama ketika publikasi sudah resmi diterbitkan. Pemilihan versi yang tepat perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

Untuk kebutuhan membaca perkembangan penelitian terbaru, preprint dapat menjadi sumber yang bermanfaat karena tersedia lebih cepat. Namun, pembaca perlu memperhatikan bahwa isi preprint masih mungkin mengalami perubahan. Jika artikel yang sama kemudian telah diterbitkan dalam jurnal, pembaca sebaiknya memeriksa Version of Record untuk memperoleh informasi publikasi final.

Accepted manuscript mempunyai fungsi penting dalam kebijakan self-archiving. Banyak penerbit memperbolehkan penulis menyimpan versi yang telah diterima di institutional repository dengan syarat tertentu. Dalam kondisi tersebut, accepted manuscript menjadi jembatan antara kebutuhan akses publik dan perlindungan terhadap versi resmi penerbit.

Version of Record memiliki kedudukan paling kuat dalam konteks sitasi dan dokumentasi publikasi. Versi ini memuat metadata final yang telah ditetapkan penerbit. Karena itu, ketika penulis membuat daftar pustaka, informasi dari Version of Record biasanya menjadi sumber yang paling tepat untuk memastikan data artikel.

Pemahaman terhadap fungsi masing-masing versi membuat penulis tidak perlu memilih satu versi untuk semua kebutuhan. Ketiga versi dapat digunakan secara berdampingan selama penggunaannya sesuai dengan status dan kebijakan yang berlaku.

Perbandingan Preprint vs Accepted Manuscript vs Version of Record

Perbandingan ketiga versi dapat dilihat melalui beberapa aspek penting. Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapan dokumen tersedia, tetapi juga menyangkut proses review, format, metadata, dan hak distribusi.

Aspek Preprint Accepted Manuscript Version of Record
Tahap Sebelum peer review selesai Setelah diterima editor Setelah diterbitkan
Peer review Umumnya belum Sudah Sudah
Format Format penulis Format penulis Layout resmi penerbit
Status Naskah awal Naskah diterima Publikasi resmi
Metadata Dapat belum final Sebagian belum final Umumnya final
DOI Dapat tersedia dari server atau publikasi terkait Dapat dicantumkan jika sudah tersedia Umumnya menjadi identitas publikasi
Volume/issue Tidak ada Dapat belum ada Dapat tersedia sesuai tahap publikasi
Self-archiving Bergantung kebijakan Sering diizinkan dengan syarat Bergantung lisensi/hak cipta
Sitasi Perlu menyebut status preprint Dapat disebut sebagai accepted manuscript bila relevan Menjadi acuan utama
Status final Belum Belum Ya, sebagai rekam resmi

Tabel tersebut menunjukkan bahwa perbedaan utama bukan hanya tampilan dokumen. Status ilmiah dan publikasinya juga berbeda. Karena itu, penulis perlu menggunakan istilah yang tepat ketika menjelaskan posisi sebuah artikel.

Jika artikel masih berupa preprint, jangan menyebutnya sebagai artikel jurnal yang telah diterbitkan. Jika sudah accepted, gunakan status accepted manuscript atau accepted article sesuai istilah jurnal. Setelah artikel dipublikasikan secara resmi, Version of Record dapat digunakan sebagai status publikasi.

Preprint vs Accepted Manuscript dalam Repository

Repository merupakan salah satu tempat yang sering digunakan untuk menyimpan karya ilmiah. Namun, penulis perlu membedakan kebijakan penyimpanan preprint dan accepted manuscript. Tidak semua penerbit memperlakukan kedua versi tersebut dengan aturan yang sama.

Preprint mungkin sudah tersedia melalui server preprint. Ketika artikel kemudian diterima jurnal, penulis dapat memiliki dua versi yang berbeda. Dalam situasi tersebut, metadata perlu dikelola dengan baik agar pembaca mengetahui bahwa keduanya berasal dari penelitian yang sama.

Accepted manuscript sering menjadi versi yang secara khusus diperbolehkan untuk repository. Penerbit dapat mengizinkan deposit setelah acceptance, tetapi memberlakukan embargo sebelum file dapat diakses secara terbuka.

Beberapa aturan yang perlu diperiksa sebelum melakukan deposit adalah:

  • Apakah versi tersebut boleh diunggah?
  • Apakah repository institusi diperbolehkan?
  • Apakah ada masa embargo?
  • Apakah file harus diberi keterangan accepted manuscript?
  • Apakah DOI artikel resmi harus dicantumkan?
  • Apakah harus ada tautan menuju halaman jurnal?
  • Apakah file dapat dibuat langsung terbuka atau harus menunggu?
  • Apakah penerbit mensyaratkan pernyataan hak cipta tertentu?

Penulis sebaiknya tidak langsung mengunggah PDF Version of Record jika kebijakan hanya memberikan izin untuk accepted manuscript. Penggunaan versi yang salah dapat menyebabkan distribusi artikel tidak sesuai dengan ketentuan penerbit.

Cara Memilih Versi yang Tepat untuk Sitasi

Dalam situasi ideal, Version of Record merupakan versi yang digunakan sebagai dasar sitasi setelah artikel diterbitkan secara resmi. Informasi bibliografis dari versi tersebut sudah mencerminkan data publikasi yang ditetapkan penerbit.

Namun, ada kondisi ketika penulis hanya menemukan preprint atau accepted manuscript. Dalam keadaan tersebut, status versi perlu dinyatakan dengan benar. Jangan memberikan kesan bahwa dokumen tersebut merupakan artikel jurnal final jika memang belum diterbitkan.

Beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum membuat sitasi adalah:

  • Judul artikel.
  • Nama seluruh penulis sesuai publikasi.
  • Tahun publikasi.
  • Nama jurnal jika sudah tersedia.
  • DOI.
  • Volume dan issue jika sudah tersedia.
  • Halaman atau article number.
  • Status dokumen.
  • URL atau lokasi dokumen jika diperlukan oleh gaya sitasi.

Jika Version of Record sudah tersedia, penulis sebaiknya memperbarui referensi yang sebelumnya dibuat berdasarkan preprint. Langkah tersebut membuat daftar pustaka lebih akurat dan membantu pembaca menemukan artikel jurnal resmi.

Penggunaan reference manager juga dapat membantu, tetapi metadata otomatis perlu diverifikasi. Data dari repository atau mesin pencari akademik terkadang belum diperbarui ketika artikel sudah memperoleh volume, issue, atau nomor halaman.

Hak Penulis pada Ketiga Versi Artikel

Hak penulis menjadi aspek penting dalam memahami preprint vs accepted manuscript vs Version of Record. Hak tersebut dapat dipengaruhi oleh copyright transfer agreement, publishing agreement, open access license, serta kebijakan self-archiving.

Pada tahap preprint, penulis perlu memastikan bahwa jurnal yang dituju menerima artikel yang sebelumnya telah tersedia sebagai preprint. Banyak jurnal memiliki kebijakan yang memungkinkan penggunaan preprint, tetapi kebijakan tersebut tetap perlu diperiksa sebelum submission.

Pada tahap accepted manuscript, penulis biasanya memiliki peluang lebih besar untuk melakukan self-archiving jika penerbit mengizinkannya. Namun, izin tersebut dapat disertai embargo dan persyaratan tertentu.

Pada Version of Record, hak penggunaan sangat bergantung pada lisensi publikasi. Jika artikel diterbitkan dengan lisensi terbuka, penggunaan dapat lebih fleksibel sesuai ketentuan lisensi. Jika diterbitkan dalam model berlangganan, distribusi PDF final dapat dibatasi.

Karena itu, penulis tidak sebaiknya menganggap bahwa semua versi artikel mempunyai hak penggunaan yang identik. Status kepenulisan dan status hak atas setiap versi perlu dilihat secara terpisah.

Dampak terhadap Visibilitas dan Akses Artikel

Perbedaan versi juga berpengaruh terhadap bagaimana penelitian ditemukan oleh pembaca. Preprint dapat mempercepat kemunculan penelitian di ruang publik. Accepted manuscript dapat meningkatkan akses melalui repository jika diizinkan. Version of Record menyediakan sumber publikasi resmi yang menjadi tujuan utama ketika artikel telah diterbitkan.

Preprint dapat membantu penelitian memperoleh perhatian lebih awal. Peneliti lain mungkin menemukan hasil penelitian sebelum artikel selesai diproses oleh jurnal. Namun, karena belum tentu peer reviewed, pembaca perlu menempatkan informasi tersebut dalam konteks yang sesuai.

Accepted manuscript dapat menjadi alternatif akses ketika Version of Record berada di balik paywall. Jika penerbit memperbolehkan self-archiving, repository dapat menyediakan versi artikel yang sudah melalui peer review.

Version of Record memberikan kepastian mengenai status publikasi. Pembaca dapat memperoleh informasi final tentang jurnal, DOI, volume, issue, halaman, lisensi, dan metadata lainnya. Karena itu, ketiga versi dapat saling melengkapi dalam ekosistem komunikasi ilmiah.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Membedakan Ketiga Versi

Kesalahan pertama adalah menganggap preprint sama dengan artikel jurnal yang sudah diterbitkan. Padahal, preprint biasanya belum melalui peer review jurnal. Jika digunakan sebagai sumber, status tersebut perlu dipertimbangkan.

Kesalahan kedua adalah menganggap accepted manuscript sebagai Version of Record. Accepted manuscript memang sudah diterima editor, tetapi belum tentu telah melalui proses produksi dan publikasi resmi.

Kesalahan ketiga adalah mengunggah Version of Record tanpa memeriksa izin. Penulis dapat memiliki hak tertentu atas karya ilmiahnya, tetapi versi final yang diproduksi penerbit dapat mempunyai ketentuan distribusi tersendiri.

Kesalahan lainnya adalah menggunakan metadata lama setelah artikel diterbitkan. Preprint atau accepted manuscript mungkin hanya mempunyai tahun dan DOI, sedangkan Version of Record sudah memiliki volume, issue, dan halaman.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari meliputi:

  • Menyebut preprint sebagai artikel jurnal terbit.
  • Mengabaikan status accepted manuscript.
  • Menganggap DOI selalu berarti artikel sudah masuk issue.
  • Mengunggah PDF final tanpa memeriksa lisensi.
  • Tidak mencantumkan tautan Version of Record.
  • Tidak memperbarui metadata referensi.
  • Menganggap kebijakan semua penerbit sama.
  • Tidak memeriksa masa embargo.
  • Menghapus keterangan mengenai versi artikel.

Cara Menentukan Versi Artikel yang Sedang Dibaca

Untuk mengetahui versi artikel, langkah pertama adalah melihat tempat dokumen tersebut tersedia. Jika artikel berasal dari server preprint, periksa informasi status dan tanggal unggah. Jika berasal dari repository universitas, lihat keterangan apakah file tersebut merupakan accepted manuscript atau versi lainnya.

Jika artikel berasal dari laman resmi jurnal, periksa status publikasinya. Informasi seperti “published”, “article”, “volume”, “issue”, “DOI”, dan metadata lengkap dapat membantu menunjukkan bahwa dokumen tersebut merupakan Version of Record.

Periksa juga tampilan dokumen. Version of Record biasanya menggunakan layout jurnal, meskipun tampilan visual bukan satu-satunya penentu. Accepted manuscript dapat terlihat sangat mirip jika penulis menggunakan template jurnal.

DOI dapat digunakan sebagai alat verifikasi tambahan. Masukkan DOI melalui layanan yang sesuai atau buka halaman resmi penerbit untuk melihat rekaman artikel. Jika terdapat informasi koreksi atau pembaruan, perhatikan juga keterangan tersebut.

Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, penulis dan pembaca dapat mengurangi risiko menggunakan versi yang keliru.

Mengapa Penulis Perlu Menyimpan Semua Versi?

Penulis sebaiknya menyimpan salinan setiap versi artikel yang penting. Preprint dapat menjadi dokumentasi mengenai versi penelitian pada waktu tertentu, sedangkan accepted manuscript dapat menjadi bukti naskah yang telah diterima jurnal.

Version of Record juga perlu disimpan atau setidaknya dicatat informasi aksesnya. Versi tersebut merupakan rekam resmi publikasi dan dapat menjadi sumber metadata ketika penulis memperbarui CV, repository, profil akademik, atau daftar publikasi.

Penyimpanan berbagai versi juga membantu ketika terdapat pertanyaan mengenai perubahan artikel. Penulis dapat melihat perbedaan antara naskah awal, naskah setelah review, dan publikasi final. Hal tersebut berguna untuk dokumentasi akademik dan pengelolaan arsip penelitian.

Prinsip Utama Memahami Preprint, Accepted Manuscript, dan Version of Record

memahami urutan status. Preprint umumnya merupakan versi sebelum peer review, accepted manuscript merupakan versi setelah artikel diterima, sedangkan Version of Record merupakan versi yang telah diterbitkan secara resmi.

menggunakan versi sesuai kebutuhan. Preprint cocok untuk diseminasi awal jika diperbolehkan, accepted manuscript dapat digunakan untuk self-archiving sesuai kebijakan, sedangkan Version of Record menjadi acuan utama untuk sitasi dan metadata publikasi final.

selalu memeriksa kebijakan penerbit. Hak distribusi, embargo, lisensi, dan aturan penggunaan ulang tidak sama untuk setiap jurnal. Tidak ada satu aturan yang dapat diterapkan secara otomatis pada semua penerbit.

Baca juga:Version of Record: Apa Itu dan Mengapa Menjadi Versi Resmi Artikel Ilmiah?

Kesimpulan

Perbedaan preprint vs accepted manuscript vs Version of Record terutama terletak pada tahap publikasi, status peer review, tingkat finalitas, format, metadata, serta hak distribusinya. Preprint biasanya merupakan versi awal sebelum peer review, accepted manuscript adalah naskah yang telah diterima setelah evaluasi jurnal, sedangkan Version of Record adalah versi resmi yang telah diproduksi dan diterbitkan.

Memahami ketiga versi tersebut membantu penulis menentukan cara yang tepat untuk menyimpan, membagikan, mengarsipkan, dan mengutip artikel. Preprint dapat digunakan untuk mempercepat diseminasi penelitian, accepted manuscript dapat menjadi versi yang diarsipkan melalui repository jika diperbolehkan, sementara Version of Record menjadi sumber utama untuk informasi publikasi final.

Pada akhirnya, tidak ada versi yang sepenuhnya menggantikan fungsi versi lainnya. Ketiganya mempunyai peran berbeda dalam siklus komunikasi ilmiah. Kunci utamanya adalah memahami status setiap dokumen, memeriksa kebijakan penerbit, menggunakan metadata yang akurat, dan memastikan bahwa versi yang digunakan sesuai dengan tujuan akademik.

Preprint, accepted manuscript, dan Version of Record merupakan bagian dari perjalanan sebuah artikel ilmiah menuju publikasi resmi. Ketiganya dapat memiliki isi yang hampir sama, tetapi status dan fungsi masing-masing berbeda. Preprint menandai tahap awal diseminasi, accepted manuscript menunjukkan bahwa artikel telah diterima oleh jurnal, sedangkan Version of Record menandai publikasi resmi yang telah melalui proses produksi penerbit.

Dalam konteks SEO dan pencarian informasi akademik, keyword “preprint vs accepted manuscript vs Version of Record” penting karena banyak penulis masih mencari penjelasan mengenai perbedaan ketiga istilah tersebut. Penggunaan keyword secara alami dalam artikel membantu pembaca menemukan informasi yang relevan tanpa melakukan keyword stuffing. Istilah pendukung seperti peer review, accepted manuscript, preprint, Version of Record, DOI, repository, self-archiving, dan publikasi ilmiah juga memperkuat konteks pembahasan.

Dengan memahami perbedaan preprint vs accepted manuscript vs Version of Record, penulis dapat mengelola publikasi secara lebih profesional. Pastikan selalu memeriksa status artikel pada sumber resmi, menggunakan Version of Record sebagai acuan utama ketika sudah tersedia, dan mengikuti aturan penerbit ketika ingin mendistribusikan preprint atau accepted manuscript. Pemahaman tersebut akan membantu menjaga ketepatan sitasi, kepatuhan hak publikasi, serta integritas rekam ilmiah.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.