Publikasi jurnal menjadi salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa pada sejumlah program studi dan perguruan tinggi. Dalam prosesnya, terdapat beberapa status artikel yang perlu dipahami, mulai dari submitted, under review, revised, accepted, hingga published. Perbedaan status tersebut penting karena setiap kampus dapat memiliki aturan berbeda mengenai status artikel yang dianggap sah untuk memenuhi syarat kelulusan.
Istilah accepted jurnal sering menimbulkan pertanyaan bagi mahasiswa. Ketika artikel sudah mendapatkan keputusan accepted dari editor, apakah artikel tersebut sudah dapat digunakan sebagai bukti untuk memenuhi persyaratan kelulusan? Jawabannya tidak selalu sama karena bergantung pada kebijakan perguruan tinggi, program studi, dan jenis persyaratan publikasi yang ditetapkan.
Secara umum, accepted menunjukkan bahwa artikel telah dinyatakan diterima untuk diterbitkan oleh jurnal setelah melalui proses editorial dan, apabila berlaku, proses peer review. Namun, artikel yang accepted belum tentu sudah diterbitkan secara resmi. Masih dapat terdapat tahapan produksi, copyediting, typesetting, pemberian DOI, penjadwalan issue, atau publikasi daring sebelum artikel menjadi bagian dari edisi jurnal.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami arti accepted secara tepat sebelum menggunakan dokumen tersebut sebagai bukti kelulusan. Jangan sampai artikel sudah memperoleh acceptance letter, tetapi ternyata kampus mensyaratkan artikel yang sudah published atau memiliki DOI. Perbedaan kecil dalam istilah tersebut dapat berpengaruh besar terhadap pemenuhan persyaratan akademik.
Artikel ini membahas accepted jurnal untuk kelulusan secara lebih lengkap, termasuk pengertian accepted, perbedaannya dengan published, dokumen yang dapat digunakan sebagai bukti, hal yang perlu diperiksa pada kebijakan kampus, serta langkah yang sebaiknya dilakukan mahasiswa setelah memperoleh acceptance.
Apa Arti Accepted pada Jurnal?
Accepted adalah status yang menunjukkan bahwa artikel telah diterima oleh jurnal untuk diterbitkan. Keputusan tersebut biasanya diberikan setelah editor menilai naskah dan, tergantung kebijakan jurnal, setelah artikel melewati proses peer review serta revisi yang diperlukan. Acceptance menjadi salah satu tahapan penting karena menunjukkan bahwa artikel telah memenuhi standar penerimaan yang ditetapkan oleh jurnal.
Dalam proses publikasi ilmiah, accepted berbeda dengan submitted. Submitted hanya menunjukkan bahwa penulis telah mengirimkan artikel kepada jurnal. Setelah submission, artikel dapat memasuki editorial screening, kemudian diteruskan ke reviewer apabila memenuhi kriteria awal. Karena itu, artikel dengan status submitted belum dapat dianggap diterima atau siap diterbitkan.
Accepted juga berbeda dengan under review. Status under review berarti artikel masih dalam proses penilaian. Reviewer atau editor masih dapat memberikan keputusan berupa revisi, penolakan, atau penerimaan. Sementara itu, status accepted menunjukkan bahwa jurnal telah mengambil keputusan untuk menerima artikel tersebut berdasarkan proses editorial yang berlaku.
Setelah artikel accepted, proses publikasi belum tentu langsung selesai. Jurnal dapat melakukan beberapa tahap produksi sebelum artikel benar-benar tersedia sebagai publikasi resmi. Tahap tersebut dapat meliputi penyuntingan akhir, pemeriksaan metadata, layout, typesetting, koreksi proof, pemberian DOI, dan penempatan artikel pada halaman jurnal.
Oleh karena itu, ketika mahasiswa bertanya apakah accepted jurnal sudah bisa digunakan untuk kelulusan, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat definisi persyaratan dari kampus. Jika kampus secara eksplisit menyebut “accepted article” atau “surat penerimaan artikel”, acceptance letter mungkin dapat digunakan sebagai bukti. Namun, jika ketentuannya menyebut “artikel telah diterbitkan”, maka status accepted saja belum tentu mencukupi.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Perbedaan Accepted, Published, dan Online First
Accepted dan published merupakan dua status yang berbeda dalam siklus penerbitan artikel ilmiah. Accepted berarti artikel telah memperoleh keputusan diterima dari jurnal, sedangkan published menunjukkan bahwa artikel telah diterbitkan dan dapat diakses sebagai publikasi. Jarak antara kedua status tersebut dapat berbeda-beda tergantung sistem dan jadwal penerbitan jurnal.
Artikel yang accepted biasanya sudah melewati tahap evaluasi utama, tetapi masih dapat menunggu proses produksi. Dalam tahap tersebut, penerbit dapat melakukan penyuntingan, pemeriksaan format, pembuatan versi final, serta proses lain yang diperlukan sebelum artikel ditampilkan sebagai publikasi. Karena itu, acceptance letter tidak selalu sama dengan bukti artikel telah terbit.
Online first atau istilah sejenisnya juga perlu dipahami. Dalam model publikasi tertentu, artikel dapat tersedia secara daring setelah proses produksi selesai, tetapi sebelum dimasukkan ke dalam volume dan nomor edisi tertentu. Artikel tersebut sudah dapat diakses sebagai publikasi, meskipun informasi volume, issue, atau halaman mungkin belum lengkap.
Published kemudian merujuk pada kondisi ketika artikel telah diterbitkan oleh jurnal sesuai mekanisme publikasinya. Bukti publikasi dapat berupa halaman artikel pada website jurnal, DOI yang aktif, informasi tanggal publikasi, volume dan nomor, atau metadata publikasi lainnya. Namun, bentuk bukti yang dianggap sah tetap bergantung pada ketentuan institusi.
Perbedaan status tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
- Submitted: artikel sudah dikirim kepada jurnal.
- Under review: artikel sedang menjalani proses penilaian.
- Revised: penulis diminta melakukan perbaikan terhadap artikel.
- Accepted: artikel telah dinyatakan diterima untuk diterbitkan.
- In production: artikel sedang menjalani proses produksi.
- Online first: artikel telah tersedia secara daring sebelum atau tanpa menunggu issue tertentu.
- Published: artikel telah diterbitkan secara resmi oleh jurnal.
Pemahaman terhadap status tersebut penting bagi mahasiswa yang mengejar target kelulusan. Jika persyaratan kampus hanya membutuhkan artikel accepted, maka acceptance letter dapat menjadi dokumen penting. Namun, apabila kampus meminta artikel published, mahasiswa perlu melanjutkan proses sampai artikel benar-benar diterbitkan.
Apakah Accepted Jurnal Sudah Bisa Digunakan untuk Kelulusan?
Accepted jurnal untuk kelulusan dapat digunakan apabila peraturan kampus atau program studi memang mengakui status accepted sebagai pemenuhan persyaratan publikasi. Tidak ada satu aturan universal yang membuat semua perguruan tinggi harus menerima acceptance letter sebagai bukti kelulusan. Setiap institusi dapat memiliki standar dan dokumen yang berbeda.
Mahasiswa perlu membaca pedoman akademik, panduan tugas akhir, atau ketentuan publikasi yang berlaku di program studi. Jika dokumen tersebut menyebut bahwa mahasiswa wajib memiliki “artikel yang accepted”, maka status accepted memiliki dasar yang jelas untuk digunakan. Sebaliknya, apabila persyaratan menyebut artikel harus “published”, maka mahasiswa tidak sebaiknya menganggap acceptance letter sudah cukup.
Selain membaca aturan tertulis, mahasiswa dapat melakukan konfirmasi kepada pihak yang menangani persyaratan kelulusan. Misalnya, mahasiswa dapat meminta penjelasan kepada dosen pembimbing, koordinator program studi, atau bagian akademik mengenai dokumen yang harus dikumpulkan. Konfirmasi tersebut penting apabila istilah dalam pedoman kurang spesifik.
Beberapa kampus juga dapat memiliki ketentuan tambahan. Misalnya, acceptance harus berasal dari jurnal yang terakreditasi atau terindeks sesuai kategori tertentu. Ada pula institusi yang meminta acceptance letter disertai bukti submission, halaman jurnal, atau dokumen lain sebagai verifikasi.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada keberhasilan mendapatkan acceptance. Pastikan pula jurnal yang menerima artikel memang memenuhi kriteria yang ditentukan oleh kampus. Artikel yang accepted pada jurnal yang tidak diakui institusi tetap dapat menjadi publikasi ilmiah, tetapi belum tentu memenuhi persyaratan kelulusan.
Dokumen yang Dapat Menjadi Bukti Artikel Accepted
Ketika artikel sudah memperoleh keputusan accepted, mahasiswa perlu menyimpan seluruh dokumen yang berkaitan dengan penerimaan artikel. Dokumen tersebut dapat menjadi bukti bahwa artikel memang telah mendapatkan keputusan resmi dari jurnal. Penyimpanan dokumen secara rapi juga memudahkan mahasiswa ketika harus melakukan verifikasi kepada pihak kampus.
Salah satu dokumen utama adalah acceptance letter. Surat tersebut biasanya memberikan informasi mengenai judul artikel, nama penulis, nama jurnal, dan keputusan penerimaan. Format setiap jurnal dapat berbeda sehingga mahasiswa perlu memastikan bahwa dokumen tersebut berasal dari kanal resmi jurnal.
Selain acceptance letter, mahasiswa sebaiknya menyimpan email keputusan dari editor apabila keputusan accepted disampaikan melalui email. Informasi tersebut dapat menjadi dokumen pendukung apabila kampus meminta bukti komunikasi atau verifikasi proses penerimaan.
Dokumen pendukung lainnya dapat berupa:
- Acceptance letter dari jurnal.
- Email resmi dari editor.
- Nomor manuscript atau submission ID.
- Bukti submission artikel.
- Bukti pembayaran apabila terdapat APC.
- Halaman profil atau dashboard submission.
- Tautan halaman jurnal apabila artikel sudah tersedia.
- DOI apabila sudah diterbitkan.
- Bukti metadata artikel.
- Surat atau dokumen lain yang diberikan oleh penerbit.
Dokumen tersebut tidak selalu harus dikumpulkan seluruhnya. Mahasiswa perlu mengikuti daftar dokumen yang diminta oleh kampus. Namun, menyimpan semua bukti sejak awal merupakan langkah yang baik karena proses publikasi dapat berlangsung cukup panjang dan dokumen tertentu mungkin dibutuhkan pada tahap verifikasi.
Mahasiswa juga harus memperhatikan keaslian acceptance letter. Dokumen sebaiknya berasal dari alamat email resmi atau sistem jurnal yang dapat diverifikasi. Jika terdapat keraguan mengenai validitas surat penerimaan, mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan terhadap website jurnal dan menghubungi editor melalui kontak resmi.
Hal yang Perlu Diperiksa Setelah Mendapat Acceptance
Mendapatkan acceptance bukan berarti mahasiswa dapat langsung mengabaikan proses berikutnya. Setelah menerima keputusan tersebut, penulis perlu membaca isi acceptance letter secara teliti. Perhatikan apakah surat menyatakan artikel benar-benar accepted atau masih membutuhkan revisi dan tindakan tertentu sebelum masuk tahap produksi.
Mahasiswa juga perlu melihat apakah terdapat biaya publikasi setelah acceptance. Beberapa jurnal dapat menerapkan APC yang harus dibayarkan setelah artikel diterima. Jika terdapat biaya, periksa nominal, batas waktu pembayaran, serta metode pembayaran resmi yang ditentukan jurnal.
Selain biaya, periksa pula informasi mengenai proses penerbitan berikutnya. Beberapa jurnal memberikan informasi tentang jadwal publikasi, proses proof, atau perkiraan artikel tersedia secara daring. Informasi ini penting bagi mahasiswa yang memiliki deadline kelulusan dalam waktu tertentu.
Hal-hal yang perlu diperiksa setelah memperoleh acceptance antara lain:
- Apakah status artikel benar-benar accepted?
- Apakah masih ada revisi yang harus diselesaikan?
- Apakah terdapat APC atau biaya publikasi?
- Kapan pembayaran harus dilakukan?
- Apakah terdapat tahap proofreading atau proof correction?
- Kapan artikel diperkirakan tersedia secara daring?
- Apakah DOI akan diberikan?
- Apakah artikel akan masuk volume dan nomor tertentu?
- Dokumen apa yang akan diberikan oleh penerbit?
- Apakah status tersebut sudah sesuai dengan persyaratan kelulusan?
Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui posisi artikel dalam proses publikasi. Hal ini juga membantu menghindari kesalahan ketika mahasiswa menganggap acceptance sebagai tahap terakhir, padahal jurnal masih membutuhkan beberapa proses sebelum artikel benar-benar diterbitkan.



