Publikasi ilmiah menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kegiatan akademik. Melalui publikasi, hasil penelitian dapat disampaikan kepada pembaca, peneliti, dan komunitas akademik sehingga pengetahuan yang dihasilkan tidak berhenti pada laporan penelitian saja. Dalam konteks Indonesia, penulis sering menemukan istilah SINTA dan Scopus ketika mencari informasi mengenai jurnal nasional maupun jurnal internasional.
Jurnal SINTA dan Scopus memiliki konteks yang berbeda sehingga keduanya perlu dipahami secara tepat. SINTA merupakan sistem informasi penelitian yang dikembangkan untuk menyediakan akses terhadap informasi mengenai publikasi, sitasi, peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia. Sementara itu, Scopus merupakan database abstrak dan sitasi yang mencakup berbagai literatur ilmiah dari banyak bidang dan penerbit internasional.
Perbedaan tersebut membuat istilah jurnal SINTA dan Scopus tidak sebaiknya digunakan seolah-olah keduanya merupakan dua jenis jurnal yang sama. SINTA menyediakan informasi mengenai jurnal dan kinerja publikasi dalam ekosistem penelitian Indonesia, sedangkan Scopus merupakan database pengindeks internasional dengan cakupan sumber dari berbagai negara. Pemahaman mengenai fungsi masing-masing dapat membantu penulis menentukan target publikasi berdasarkan kebutuhan penelitian.
Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, pemilihan antara jurnal nasional dan internasional dapat berkaitan dengan tujuan publikasi, persyaratan institusi, bidang penelitian, serta kemampuan naskah yang disiapkan. Jurnal nasional terakreditasi yang tercatat dalam SINTA dapat menjadi bagian dari strategi publikasi nasional, sedangkan jurnal yang terindeks Scopus dapat menjadi salah satu target untuk publikasi dengan jangkauan internasional. Keduanya tetap membutuhkan pemeriksaan terhadap scope, kebijakan editorial, dan kualitas artikel.
Karena itu, mengenal jurnal SINTA dan Scopus bukan hanya persoalan mengetahui nama database atau tingkatan jurnal. Penulis perlu memahami hubungan antara sistem indeksasi, akreditasi jurnal, kualitas pengelolaan, bidang ilmu, serta tujuan publikasi. Dengan pemahaman tersebut, proses menentukan target jurnal dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak hanya berdasarkan label indeksasi.
Memahami SINTA dan Perannya dalam Publikasi Jurnal Nasional
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi penelitian yang digunakan untuk menyediakan akses terhadap informasi mengenai publikasi dan kinerja penelitian di Indonesia. Platform SINTA menyediakan informasi mengenai peneliti, afiliasi, jurnal, publikasi, serta data sitasi yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan aktivitas penelitian.
Dalam konteks jurnal nasional, SINTA menjadi salah satu sumber informasi penting bagi penulis yang ingin mencari jurnal sesuai dengan bidang penelitian. Pada laman jurnal SINTA, pengguna dapat menemukan informasi mengenai jurnal dan berbagai status yang berkaitan dengan akreditasi serta indeksasi. Sistem tersebut juga menyediakan filter berdasarkan peringkat akreditasi seperti Sinta 1 sampai Sinta 6.
Akreditasi jurnal nasional berkaitan dengan proses penilaian terhadap kualitas pengelolaan dan penerbitan jurnal. FAQ resmi SINTA menjelaskan bahwa jurnal yang akan masuk ke SINTA perlu melalui proses akreditasi jurnal nasional melalui portal ARJUNA. Dengan demikian, informasi mengenai peringkat SINTA tidak sekadar menunjukkan nama database, tetapi berkaitan dengan sistem akreditasi jurnal nasional yang berlaku.
Bagi penulis yang menargetkan publikasi nasional, informasi SINTA dapat digunakan untuk mempersempit pencarian jurnal. Penulis dapat mencari jurnal berdasarkan bidang ilmu, peringkat akreditasi, dan informasi lain yang tersedia. Setelah menemukan kandidat, penulis tetap perlu membuka website jurnal untuk membaca aims and scope, pedoman penulis, jadwal penerbitan, proses review, dan ketentuan submission.
Keberadaan jurnal dalam SINTA juga dapat membantu penulis melakukan pemeriksaan awal terhadap identitas jurnal. Nama jurnal, ISSN, penerbit, bidang ilmu, dan status yang ditampilkan dapat dibandingkan dengan informasi pada website resmi jurnal. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan bahwa jurnal yang dituju benar-benar sesuai dengan kebutuhan publikasi.
Dalam praktiknya, penulis sebaiknya tidak memilih jurnal hanya karena memiliki peringkat SINTA tertentu. Artikel harus mempunyai kesesuaian dengan scope jurnal agar penelitian dapat ditempatkan pada komunitas pembaca yang tepat. Jurnal dengan peringkat tertentu tetapi tidak sesuai bidang dapat menjadi target yang kurang relevan dibandingkan jurnal lain yang lebih sesuai dengan tema penelitian.
SINTA juga dapat digunakan untuk memahami perkembangan publikasi nasional. Penulis dapat melihat jurnal dari berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, teknik, kesehatan, sosial, humaniora, dan bidang lainnya. Hal tersebut membantu peneliti mengenali ekosistem jurnal nasional dan menemukan publikasi terdahulu yang dapat menjadi referensi penelitian.
Beberapa manfaat menggunakan informasi SINTA dalam perencanaan publikasi nasional meliputi:
- Membantu menemukan jurnal nasional sesuai bidang penelitian.
- Memeriksa status akreditasi jurnal.
- Membandingkan beberapa jurnal berdasarkan bidang dan informasi yang tersedia.
- Menemukan artikel atau publikasi yang relevan.
- Membantu mencari jurnal sesuai persyaratan institusi.
- Memeriksa identitas jurnal seperti ISSN dan penerbit.
- Mendukung pemetaan publikasi nasional.
- Membantu penulis menyusun daftar kandidat jurnal.
- Menjadi salah satu sumber informasi sebelum melakukan submission.
Meskipun demikian, informasi SINTA tetap perlu dilengkapi dengan pemeriksaan langsung pada website jurnal. Pedoman publikasi dapat berubah, termasuk format manuskrip, biaya, jadwal penerbitan, dan kebijakan editorial. Oleh sebab itu, informasi yang digunakan untuk submission sebaiknya berasal dari sumber resmi dan diperiksa kembali sebelum artikel dikirimkan.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Mengenal Scopus dan Perannya dalam Publikasi Jurnal Internasional
Scopus merupakan database abstrak dan sitasi yang mencakup literatur ilmiah dari berbagai bidang. Scopus mencakup jurnal, buku, dan conference proceedings, serta menyediakan berbagai fitur untuk menelusuri, menganalisis, dan memahami publikasi ilmiah.
Dalam publikasi internasional, Scopus sering menjadi salah satu database yang diperhatikan ketika penulis menentukan target jurnal. Namun, penting untuk memahami bahwa Scopus bukan jurnal dan bukan penerbit. Scopus merupakan sistem yang mengindeks sumber tertentu berdasarkan kebijakan cakupan dan proses seleksi yang berlaku.
Scopus memiliki proses seleksi terhadap sumber yang masuk dalam cakupannya. Elsevier menjelaskan bahwa konten Scopus ditinjau dan dipilih melalui Content Selection and Advisory Board atau CSAB dengan mempertimbangkan kriteria kuantitatif dan kualitatif. Beberapa kriteria teknis mencakup adanya peer review, ISSN, penerbitan secara teratur, informasi etika publikasi, dan ketersediaan informasi mengenai proses peer review.
Penulis dapat menggunakan Scopus untuk mencari sumber yang sesuai dengan bidang penelitian. Fitur Scopus Sources memungkinkan pencarian berdasarkan subject area, judul, penerbit, atau ISSN. Informasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan verifikasi awal ketika penulis ingin memastikan keberadaan sebuah jurnal dalam database Scopus.
Selain membantu pencarian jurnal, Scopus juga berguna dalam penelusuran literatur. Peneliti dapat menemukan artikel yang berkaitan dengan topik penelitian dan melihat informasi sitasi yang tersedia. Hal ini dapat mendukung proses literature review, identifikasi penelitian terdahulu, dan pemahaman terhadap perkembangan suatu bidang.
Penulis perlu memperhatikan bahwa status indeksasi merupakan informasi yang dapat berubah. Scopus menyediakan informasi mengenai tahun cakupan sumber, dan data pada Source Profile maupun Source List diperbarui secara berkala. Karena itu, pemeriksaan status jurnal sebaiknya dilakukan ketika penulis benar-benar akan menentukan target publikasi.
Dalam memilih jurnal yang terindeks Scopus, penulis juga perlu memperhatikan kesesuaian scope. Jurnal yang tercakup dalam database belum tentu menerbitkan semua jenis penelitian. Penulis tetap harus membaca aims and scope serta artikel-artikel terbaru untuk melihat apakah topik dan pendekatan penelitian sesuai dengan karakter jurnal.
Informasi Scopus juga dapat membantu penulis memahami metrik jurnal. Source details dapat menampilkan informasi seperti CiteScore, CiteScore Percentile, dan tahun cakupan Scopus. CiteScore Percentile menunjukkan posisi relatif suatu sumber dalam bidang subjek berdasarkan CiteScore sehingga penulis perlu memahami kategori dan tahun yang digunakan ketika membaca data tersebut.
Beberapa aspek yang dapat diperiksa ketika mencari jurnal internasional melalui Scopus antara lain:
- Nama jurnal dan ISSN.
- Penerbit jurnal.
- Subject area.
- Tahun cakupan Scopus.
- Status sumber pada daftar Scopus.
- CiteScore dan informasi metrik terkait.
- Artikel terbaru yang diterbitkan.
- Kesesuaian aims and scope.
- Sistem peer review.
- Author guidelines.
- Kebijakan etika publikasi.
- Informasi biaya publikasi jika ada.
Dengan demikian, Scopus dapat berperan sebagai sumber informasi penting dalam strategi publikasi jurnal internasional. Namun, indeksasi tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya ukuran kualitas artikel. Kualitas penelitian, metodologi, kebaruan, kontribusi ilmiah, dan kemampuan penulis menyampaikan temuan secara akademik tetap menjadi bagian utama dalam proses publikasi.
Perbedaan fungsi SINTA dan Scopus pada akhirnya memberikan pilihan yang berbeda bagi penulis. SINTA dapat menjadi rujukan penting ketika penulis mencari dan memeriksa jurnal nasional terakreditasi, sedangkan Scopus dapat digunakan untuk menelusuri sumber ilmiah dengan cakupan internasional. Memahami perbedaan tersebut membantu penulis menentukan strategi publikasi sesuai target tanpa menyamakan kedua sistem.
Perbedaan Jurnal SINTA dan Scopus dalam Menentukan Target Publikasi
Jurnal SINTA dan Scopus memiliki posisi yang berbeda dalam ekosistem publikasi ilmiah sehingga penulis perlu memahami karakter keduanya sebelum menentukan target. SINTA berkaitan erat dengan ekosistem penelitian Indonesia dan menyediakan informasi mengenai jurnal serta kinerja publikasi nasional. Sementara itu, Scopus merupakan database abstrak dan sitasi dengan cakupan sumber ilmiah internasional yang luas.
Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika penulis menetapkan tujuan publikasi. Artikel yang ditujukan untuk jurnal nasional dapat diarahkan pada jurnal yang sesuai dengan bidang dan persyaratan akreditasi yang dibutuhkan. Sementara itu, artikel yang ditujukan ke jurnal internasional dapat mencari sumber yang tercakup dalam database internasional sesuai kebutuhan akademik dan institusi.
Beberapa aspek yang dapat dibandingkan sebelum menentukan target antara lain:
- Cakupan publikasi: jurnal dalam ekosistem SINTA berorientasi pada publikasi nasional, sedangkan jurnal yang terindeks Scopus dapat memiliki cakupan pembaca dan penulis dari berbagai negara.
- Sistem informasi: SINTA menyediakan informasi terkait ekosistem penelitian Indonesia, sementara Scopus menyediakan database publikasi dan sitasi ilmiah.
- Akreditasi: peringkat SINTA berkaitan dengan sistem akreditasi jurnal nasional, sedangkan tercakupnya jurnal dalam Scopus berkaitan dengan proses seleksi sumber pada database tersebut.
- Bahasa artikel: jurnal nasional dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lain sesuai kebijakan jurnal, sedangkan jurnal internasional umumnya memiliki ketentuan bahasa publikasi yang berbeda sesuai penerbit dan jurnal.
- Target pembaca: pemilihan jurnal perlu mempertimbangkan siapa yang menjadi pembaca utama penelitian dan komunitas akademik yang ingin dijangkau.
- Persyaratan institusi: kampus atau lembaga dapat memiliki ketentuan tertentu mengenai jenis jurnal yang diterima sebagai bagian dari persyaratan akademik atau kinerja penelitian.
Perbandingan tersebut tidak berarti bahwa salah satu sistem harus selalu digunakan untuk semua jenis penelitian. Pilihan target perlu disesuaikan dengan tujuan artikel, karakter penelitian, persyaratan institusi, serta kesiapan manuskrip. Penelitian yang memiliki konteks lokal yang kuat, misalnya, dapat tetap memiliki kontribusi penting ketika diterbitkan dalam jurnal nasional yang sesuai dengan bidangnya.
Sebaliknya, penelitian yang memiliki relevansi dengan komunitas akademik lintas negara dapat diarahkan pada jurnal internasional yang sesuai. Penulis perlu memastikan bahwa artikel mampu menjelaskan konteks penelitian dengan cara yang dapat dipahami pembaca internasional. Penggunaan bahasa akademik, literature review internasional, dan penjelasan kontribusi penelitian menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Ketika memilih jurnal SINTA maupun jurnal terindeks Scopus, penulis juga perlu menghindari kesalahan dalam memahami peringkat. Peringkat atau status indeksasi merupakan informasi mengenai jurnal dalam sistem tertentu, bukan jaminan bahwa sebuah artikel pasti diterima. Keputusan penerimaan tetap melalui proses editorial dan, pada jurnal yang menggunakan peer review, evaluasi oleh reviewer.
Hal yang sama berlaku terhadap penggunaan metrik jurnal. Angka sitasi, CiteScore, atau indikator lain dapat memberikan informasi tambahan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan terhadap scope dan kualitas manuskrip. Penulis sebaiknya mengutamakan kesesuaian artikel dengan jurnal sebelum menggunakan metrik sebagai pertimbangan tambahan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, penulis dapat membuat daftar target publikasi yang lebih terstruktur. Misalnya, penulis dapat mengelompokkan kandidat berdasarkan jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional, kemudian memeriksa persyaratan masing-masing. Cara tersebut membuat proses pencarian jurnal lebih sistematis daripada memilih berdasarkan nama atau popularitas saja.
Strategi Memilih Jurnal SINTA atau Scopus Sesuai Kebutuhan Penulis
Menentukan jurnal bukan sekadar memilih antara SINTA atau Scopus. Penulis perlu terlebih dahulu memahami tujuan penelitian dan tujuan publikasi. Dari sana, penulis dapat menentukan karakter jurnal yang dibutuhkan, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kandidat jurnal berdasarkan informasi yang tersedia secara resmi.
Tahap pertama dapat dimulai dengan membaca kembali hasil penelitian. Penulis perlu mengetahui topik utama, metode yang digunakan, objek penelitian, kontribusi, dan sasaran pembaca. Informasi tersebut menjadi dasar untuk mencari jurnal yang memiliki scope paling relevan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum memilih jurnal meliputi:
- Menentukan topik utama artikel.
- Mengidentifikasi kata kunci penelitian.
- Menentukan target pembaca.
- Memeriksa jurnal yang menerbitkan artikel serupa.
- Membaca aims and scope jurnal.
- Memeriksa status SINTA atau indeksasi Scopus melalui sumber resmi.
- Membaca author guidelines.
- Memeriksa jenis artikel yang diterima.
- Memperhatikan format manuskrip dan batas kata.
- Memeriksa kebijakan peer review.
- Memeriksa biaya publikasi jika berlaku.
- Membaca artikel terbaru yang diterbitkan.
- Memastikan jurnal masih aktif dan sesuai dengan kebutuhan publikasi.
Penulis juga dapat membuat beberapa kandidat jurnal sebelum menentukan target utama. Cara ini memungkinkan penulis melakukan perbandingan dari sisi scope, format, indeksasi, biaya, dan karakter artikel. Daftar kandidat juga berguna apabila target pertama tidak dapat melanjutkan proses publikasi sehingga penulis sudah memiliki alternatif yang relevan.
Kesesuaian scope menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Artikel dengan topik tertentu sebaiknya dikirim ke jurnal yang memang memiliki pembaca dan komunitas ilmiah terkait. Bahkan jurnal dengan indeksasi yang sesuai dapat menjadi kurang relevan apabila topik artikel berada di luar fokus utamanya.
Penulis juga perlu membaca beberapa artikel terbaru dari jurnal kandidat. Dari artikel tersebut, penulis dapat melihat tingkat kedalaman pembahasan, struktur tulisan, pendekatan metodologi, jenis referensi, serta pola penyampaian hasil. Informasi tersebut dapat membantu penulis menilai apakah manuskrip yang dimiliki memiliki kesesuaian dengan karakter publikasi jurnal.
Jika targetnya adalah jurnal SINTA, penulis perlu memperhatikan peringkat akreditasi yang dibutuhkan. Jika targetnya adalah jurnal terindeks Scopus, penulis perlu melakukan verifikasi status sumber melalui Scopus Sources dan memperhatikan informasi yang tersedia. Pemeriksaan harus dilakukan secara langsung karena status indeksasi dapat mengalami perubahan.
Kesiapan bahasa juga menjadi pertimbangan ketika menargetkan jurnal internasional. Artikel perlu disusun dengan bahasa yang jelas, konsisten, dan sesuai dengan gaya akademik jurnal. Jika artikel menggunakan bahasa Inggris, pemeriksaan grammar, terminology, struktur kalimat, dan konsistensi istilah dapat membantu meningkatkan keterbacaan manuskrip.
Selain bahasa, penulis perlu memastikan referensi yang digunakan mendukung argumentasi penelitian. Literatur yang relevan dan mutakhir dapat membantu menunjukkan posisi penelitian terhadap studi sebelumnya. Namun, penulis tetap perlu mengutip sumber secara etis dan memastikan seluruh referensi yang digunakan dapat ditelusuri.
Pemilihan jurnal juga perlu mempertimbangkan waktu. Proses publikasi dapat melibatkan pemeriksaan editorial, peer review, revisi, dan keputusan akhir. Penulis yang memiliki batas waktu akademik perlu memperhitungkan seluruh tahapan tersebut dan tidak hanya melihat jadwal penerbitan issue.
Setelah jurnal ditentukan, artikel perlu disesuaikan dengan pedoman penulis sebelum submission. Metadata artikel, nama penulis, afiliasi, abstrak, keywords, referensi, tabel, gambar, dan dokumen pendukung perlu diperiksa kembali. Submission yang dilakukan dengan persiapan lengkap dapat membantu mengurangi kesalahan administratif.
Pada tahap setelah submission, penulis perlu memantau sistem jurnal dan merespons komunikasi dari editor. Jika terdapat permintaan revisi, setiap komentar reviewer perlu dibaca secara teliti. Respons yang sistematis, sopan, dan didukung alasan akademik dapat membantu menjelaskan perubahan yang dilakukan terhadap manuskrip.
Mengoptimalkan Jurnal SINTA dan Scopus dalam Perencanaan Publikasi Akademik
Pemanfaatan jurnal SINTA dan Scopus dapat dilakukan sebagai bagian dari perencanaan publikasi jangka panjang. Penulis tidak harus menunggu penelitian selesai untuk mulai mencari informasi mengenai jurnal. Dengan mengenali target sejak tahap awal, struktur penelitian dan penulisan dapat diarahkan agar sesuai dengan komunitas ilmiah yang menjadi sasaran.
Pada tahap penelitian, penulis dapat menelusuri artikel melalui database dan platform yang relevan untuk memahami perkembangan bidang. Hasil penelusuran dapat membantu menemukan teori, metode, penelitian terdahulu, dan research gap. Ketika manuskrip mulai disusun, informasi tersebut dapat digunakan untuk membangun pendahuluan dan pembahasan yang lebih kuat.
Dalam jangka panjang, penulis dapat membangun kebiasaan membuat daftar jurnal yang relevan dengan bidang penelitian. Daftar tersebut dapat berisi jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional yang sesuai. Informasi seperti scope, penerbit, indeksasi, frekuensi terbit, biaya, dan pedoman penulis dapat dicatat agar mudah diperbarui ketika penulis mempunyai artikel baru.
Penggunaan informasi SINTA dan Scopus juga dapat membantu penulis memahami perkembangan komunitas penelitian. Artikel yang diterbitkan pada jurnal tertentu dapat menunjukkan tema yang sedang banyak dibahas. Penulis kemudian dapat mengembangkan penelitian dengan tetap memperhatikan kebutuhan bidang dan kontribusi ilmiah yang dapat diberikan.
Namun, strategi publikasi tidak sebaiknya hanya berorientasi pada indeksasi. Penelitian yang baik harus dimulai dari masalah yang jelas, metode yang tepat, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta analisis yang mampu menjawab pertanyaan penelitian. Indeksasi jurnal merupakan bagian dari strategi penyebaran hasil penelitian, bukan pengganti kualitas penelitian itu sendiri.
Dengan pendekatan yang seimbang, penulis dapat menggunakan SINTA dan Scopus sebagai sumber informasi untuk menentukan jalur publikasi. SINTA dapat membantu memahami ekosistem jurnal nasional, sedangkan Scopus dapat membantu menelusuri sumber ilmiah dengan cakupan internasional. Keduanya dapat dimanfaatkan sesuai tujuan dan kebutuhan masing-masing artikel.
Baca juga:SINTA dan Scopus Memiliki Fungsi yang Berbeda dalam Ekosistem Publikasi Ilmiah
Kesimpulan
Jurnal SINTA dan Scopus memiliki peran yang berbeda dalam ekosistem publikasi ilmiah. SINTA berkaitan dengan sistem informasi dan ekosistem penelitian di Indonesia serta dapat digunakan untuk mencari dan memeriksa jurnal nasional terakreditasi. Sementara itu, Scopus merupakan database abstrak dan sitasi dengan cakupan sumber ilmiah internasional yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri literatur, sumber publikasi, dan informasi sitasi.
Perbedaan tersebut perlu dipahami agar penulis tidak menyamakan SINTA dengan Scopus sebagai jenis jurnal yang sama. Ketika memilih jurnal nasional, penulis dapat menggunakan informasi SINTA sebagai salah satu rujukan untuk memeriksa status akreditasi dan karakter jurnal. Untuk target internasional, penulis dapat memanfaatkan Scopus untuk memeriksa sumber, menelusuri artikel, serta memahami informasi terkait jurnal yang menjadi kandidat.
Pada akhirnya, pemilihan jurnal perlu didasarkan pada kesesuaian antara penelitian, jurnal, tujuan publikasi, dan persyaratan yang berlaku. Indeksasi, peringkat, dan metrik dapat menjadi informasi pendukung, tetapi kualitas penelitian, scope jurnal, proses editorial, kualitas manuskrip, serta kontribusi ilmiah tetap perlu diperhatikan. Dengan memahami fungsi jurnal SINTA dan Scopus secara tepat, penulis dapat menyusun strategi publikasi nasional maupun internasional secara lebih terarah.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.



