Proses review merupakan salah satu tahap penting dalam publikasi artikel ilmiah. Setelah penulis melakukan submission, artikel tidak selalu langsung diterbitkan karena harus melalui pemeriksaan dan penilaian sesuai kebijakan jurnal. Tahap ini bertujuan memastikan artikel memenuhi standar akademik, memiliki pembahasan yang relevan, serta sesuai dengan fokus dan ketentuan jurnal yang dituju.
Bagi penulis, memahami proses review jurnal nasional dan internasional dapat membantu mempersiapkan artikel dengan lebih baik. Meskipun prinsip dasarnya sama, setiap jurnal dapat mempunyai prosedur, kriteria penilaian, jumlah reviewer, dan pola komunikasi editorial yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu dipahami agar penulis tidak salah mengartikan keputusan editor maupun komentar reviewer.
Jurnal nasional umumnya memiliki cakupan pembaca dan pengelolaan yang berfokus pada bidang ilmu dalam konteks Indonesia, sedangkan jurnal internasional mempunyai target pembaca yang lebih luas. Perbedaan cakupan tersebut dapat memengaruhi tuntutan terhadap bahasa, kebaruan, kontribusi penelitian, kualitas referensi, serta cara penulis menjelaskan hasil penelitian.
Proses review juga tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama. Lama proses dapat dipengaruhi oleh ketersediaan reviewer, kompleksitas artikel, jumlah naskah yang sedang ditangani editor, kebutuhan revisi, serta kebijakan masing-masing jurnal. Karena itu, penulis sebaiknya tidak menggunakan pengalaman dari satu jurnal sebagai patokan mutlak untuk jurnal lainnya.
Dengan memahami perbedaan proses review jurnal nasional dan internasional, penulis dapat mempersiapkan naskah secara lebih matang. Pemahaman ini juga membantu penulis menghadapi komentar reviewer secara objektif, melakukan revisi secara sistematis, dan berkomunikasi dengan editor secara profesional.
Tahap Awal Review pada Jurnal Nasional dan Internasional
Tahap review biasanya dimulai setelah penulis mengirimkan artikel melalui sistem submission yang digunakan jurnal. Pada tahap awal, editor atau tim editorial akan memeriksa kelengkapan naskah dan kesesuaiannya dengan ketentuan jurnal. Pemeriksaan ini dapat mencakup format artikel, struktur tulisan, template, kelengkapan identitas penulis, referensi, serta dokumen pendukung.
Pemeriksaan awal juga dapat melihat kesesuaian artikel dengan scope jurnal. Artikel yang berada di luar bidang yang dibahas jurnal dapat dihentikan pada tahap editorial tanpa diteruskan kepada reviewer. Keputusan tersebut sering disebut desk rejection atau keputusan penolakan pada tahap awal. Kondisi ini berbeda dengan artikel yang sudah masuk ke tahap peer review dan kemudian mendapatkan keputusan berdasarkan penilaian reviewer.
Pada jurnal nasional, pemeriksaan awal dapat dilakukan oleh editor atau anggota tim editorial sebelum artikel diberikan kepada reviewer. Jurnal internasional juga menjalankan proses serupa, tetapi tingkat pemeriksaan dapat berbeda sesuai kebijakan penerbit. Sebagian jurnal dapat melakukan pemeriksaan teknis dan etika yang cukup rinci sebelum menentukan reviewer yang sesuai.
Pemeriksaan awal dapat mencakup pemeriksaan kemiripan atau similarity checking. Tujuannya bukan semata-mata menentukan bahwa artikel memiliki kemiripan, tetapi membantu editor menilai apakah terdapat bagian tulisan yang perlu diperiksa lebih lanjut. Penulis tetap bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan sumber, kutipan, parafrase, dan referensi dilakukan secara tepat.
Selain aspek teknis, editor dapat mempertimbangkan kualitas dasar artikel. Judul, abstrak, tujuan penelitian, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan perlu menunjukkan hubungan yang jelas. Artikel yang belum menunjukkan kontribusi atau tidak memiliki kesesuaian dengan scope dapat mengalami kendala sebelum memasuki tahap review eksternal.
Pada jurnal internasional, penggunaan bahasa akademik juga dapat menjadi perhatian pada tahap awal. Artikel yang sulit dipahami karena masalah struktur bahasa dapat menyulitkan editor dan reviewer dalam menilai substansi penelitian. Namun, kualitas bahasa bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan karena substansi, metode, kontribusi, dan kesesuaian artikel tetap menjadi bagian penting dari evaluasi.
Setelah artikel lolos pemeriksaan awal, editor dapat memilih reviewer yang dianggap sesuai dengan bidang penelitian. Reviewer biasanya dipilih berdasarkan keahlian yang berkaitan dengan topik atau metode penelitian. Jumlah reviewer dan mekanisme penugasannya dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya.
Pada tahap ini, penulis biasanya perlu menunggu proses editorial. Lama menunggu tidak selalu menunjukkan bahwa artikel mempunyai masalah. Editor mungkin membutuhkan waktu untuk mencari reviewer yang bersedia melakukan penilaian, terutama ketika topik penelitian cukup spesifik.
Karena itu, penulis sebaiknya memahami bahwa proses review merupakan rangkaian tahapan, bukan hanya kegiatan membaca artikel oleh reviewer. Sebelum mendapatkan komentar ilmiah, artikel dapat melewati pemeriksaan administratif, teknis, etika, dan kesesuaian scope.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Perbedaan Fokus Penilaian Reviewer Nasional dan Internasional
Setelah artikel masuk peer review, reviewer akan menilai naskah berdasarkan kriteria yang ditetapkan jurnal. Penilaian dapat mencakup kualitas masalah penelitian, tujuan, landasan teori, metode, hasil, pembahasan, referensi, dan kontribusi artikel. Walaupun komponen tersebut dapat ditemukan pada jurnal nasional maupun internasional, tingkat tuntutan dan penekanan setiap jurnal dapat berbeda.
Reviewer jurnal nasional dapat memberikan perhatian besar pada kesesuaian artikel dengan konteks bidang ilmu dan fokus jurnal. Artikel yang membahas persoalan lokal tetap dapat memiliki kontribusi akademik apabila masalah, metode, analisis, dan pembahasannya disusun secara kuat. Penulis perlu menunjukkan dengan jelas mengapa penelitian tersebut penting dan bagaimana hasilnya memberikan pemahaman terhadap persoalan yang diteliti.
Pada jurnal internasional, penulis sering perlu menjelaskan relevansi penelitian kepada pembaca yang lebih luas. Penelitian yang hanya menjelaskan fenomena tertentu tanpa menunjukkan hubungan dengan diskusi akademik yang lebih luas dapat membutuhkan penguatan pada bagian pembahasan. Namun, tuntutan tersebut bergantung pada scope dan karakter jurnal yang dituju.
Kebaruan atau novelty juga menjadi aspek yang sering diperhatikan. Reviewer dapat mempertanyakan apa yang membedakan penelitian tersebut dari penelitian sebelumnya. Penulis perlu menunjukkan research gap dengan jelas dan menghubungkannya dengan tujuan penelitian serta kontribusi yang diberikan.
Metode penelitian menjadi bagian penting dalam proses review jurnal nasional dan internasional. Reviewer dapat memeriksa apakah metode yang digunakan sesuai dengan pertanyaan penelitian, bagaimana data dikumpulkan, bagaimana sampel atau informan ditentukan, serta bagaimana analisis dilakukan. Untuk penelitian kuantitatif, penjelasan mengenai variabel, instrumen, teknik analisis, dan pengujian dapat menjadi perhatian. Pada penelitian kualitatif, reviewer dapat melihat proses pengumpulan data, pemilihan informan, teknik analisis, serta cara peneliti memastikan kredibilitas temuan.
Reviewer juga dapat menilai apakah hasil penelitian benar-benar menjawab pertanyaan penelitian. Hasil sebaiknya tidak hanya disajikan dalam bentuk tabel atau uraian, tetapi perlu dijelaskan maknanya. Hubungan antara hasil dan teori maupun penelitian terdahulu juga perlu terlihat dalam pembahasan.
Kualitas referensi menjadi aspek lain yang dapat diperhatikan. Penulis perlu menggunakan sumber yang relevan dan mendukung argumentasi. Referensi yang terlalu lama, tidak relevan, atau tidak digunakan secara tepat dapat menjadi catatan reviewer. Namun, kebutuhan referensi terbaru tetap perlu disesuaikan dengan bidang ilmu dan sifat penelitian.
Pada jurnal internasional, reviewer juga dapat memperhatikan cara penulis menempatkan penelitian dalam literatur global. Penulis perlu memahami penelitian terdahulu yang relevan, bukan sekadar menambahkan banyak referensi. Referensi yang digunakan seharusnya membantu menjelaskan posisi penelitian dan memperkuat argumentasi.
Perbedaan tersebut tidak berarti reviewer jurnal internasional selalu lebih ketat dibandingkan reviewer jurnal nasional. Setiap jurnal mempunyai standar dan kebijakan masing-masing. Penulis sebaiknya memahami pedoman jurnal yang dituju daripada membuat asumsi hanya berdasarkan label nasional atau internasional.
Pola Keputusan Editor Setelah Review
Setelah reviewer menyelesaikan penilaian, editor akan mempertimbangkan komentar dan rekomendasi yang diberikan. Keputusan akhir tetap berada pada editor sesuai kebijakan jurnal. Rekomendasi reviewer dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi proses editorial dapat melibatkan penilaian lebih lanjut terhadap keseluruhan naskah.
Beberapa keputusan yang umum ditemukan dalam proses publikasi antara lain:
- Accept, yaitu artikel diterima untuk diterbitkan dengan atau tanpa proses administratif lanjutan.
- Minor revision, yaitu artikel membutuhkan perbaikan tertentu yang relatif terbatas.
- Major revision, yaitu artikel membutuhkan perbaikan substansial sebelum dapat dipertimbangkan kembali.
- Revise and resubmit, yaitu penulis diminta melakukan revisi dan mengirimkan kembali artikel untuk evaluasi.
- Reject, yaitu artikel tidak dapat diterima untuk diterbitkan di jurnal tersebut.
Istilah keputusan dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Ada jurnal yang menggunakan istilah berbeda untuk menggambarkan kondisi serupa. Oleh sebab itu, penulis perlu membaca isi surat keputusan editor, bukan hanya memperhatikan satu istilah yang digunakan.
Ketika mendapatkan permintaan revisi, penulis perlu membaca seluruh komentar dengan teliti. Tidak semua komentar reviewer harus dijawab dengan cara yang sama. Ada komentar yang meminta penjelasan tambahan, perbaikan metode, penguatan referensi, perubahan struktur pembahasan, atau klarifikasi terhadap hasil penelitian.
Dalam proses review jurnal nasional dan internasional, revisi merupakan bagian yang wajar dari publikasi ilmiah. Permintaan revisi tidak selalu berarti artikel memiliki masalah mendasar. Reviewer dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kejelasan, ketepatan analisis, dan kontribusi artikel.
Penulis sebaiknya tidak mengubah naskah secara sembarangan. Setiap revisi perlu dikaitkan dengan komentar reviewer dan tujuan perbaikan artikel. Jika penulis tidak setuju dengan komentar tertentu, tanggapan dapat diberikan secara akademis dengan menyertakan alasan dan bukti yang relevan.
Dokumen response to reviewer juga menjadi bagian penting dalam proses revisi. Penulis dapat menuliskan komentar reviewer kemudian memberikan tanggapan secara sistematis. Jika terdapat perubahan dalam naskah, penulis dapat menunjukkan bagian yang telah diperbaiki sesuai format yang diminta jurnal.
Cara merespons reviewer dapat memengaruhi kelancaran tahap revisi. Tanggapan yang jelas membantu editor memahami bagaimana penulis menindaklanjuti setiap masukan. Penulis juga perlu memastikan tidak ada komentar penting yang terlewat.
Pada jurnal nasional maupun internasional, komunikasi selama revisi sebaiknya tetap profesional. Penulis tidak perlu menggunakan bahasa defensif ketika menemukan komentar yang berbeda dengan pandangannya. Fokus utama adalah menjelaskan keputusan ilmiah dan menunjukkan perbaikan yang telah dilakukan.
Cara Penulis Mempersiapkan Artikel Menghadapi Review
Persiapan sebelum submission merupakan salah satu cara penting untuk menghadapi proses review jurnal nasional dan internasional. Penulis sebaiknya membaca author guidelines secara menyeluruh sebelum mengirimkan artikel. Pedoman tersebut dapat mencakup struktur artikel, format tabel dan gambar, gaya referensi, panjang naskah, bahasa, serta dokumen yang perlu disertakan.
Artikel juga perlu diperiksa dari sisi substansi. Penulis perlu memastikan bahwa masalah penelitian, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan mempunyai hubungan yang jelas. Research gap dan novelty sebaiknya tidak hanya disebutkan, tetapi dijelaskan berdasarkan penelitian terdahulu.
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan penulis sebelum submission meliputi:
- Memastikan artikel sesuai dengan scope jurnal.
- Mengikuti template dan author guidelines.
- Memeriksa struktur dan alur argumentasi.
- Memastikan metode dijelaskan secara transparan.
- Memeriksa tabel, gambar, dan data pendukung.
- Memperbarui referensi yang relevan.
- Memastikan semua sitasi tercantum dalam daftar pustaka.
- Memeriksa penggunaan bahasa akademik.
- Melakukan pengecekan similarity sesuai kebutuhan.
- Menyiapkan dokumen pendukung yang diminta jurnal.
Persiapan tersebut dapat mengurangi kemungkinan masalah administratif pada tahap awal. Namun, tidak ada persiapan yang dapat menjamin artikel langsung diterima karena keputusan publikasi tetap bergantung pada evaluasi editor dan reviewer.
Penulis juga perlu memahami karakter jurnal yang dituju. Membaca beberapa artikel yang telah diterbitkan dapat membantu penulis melihat gaya penulisan, jenis penelitian yang sering dimuat, pola pembahasan, dan tingkat kedalaman analisis. Cara ini dapat membantu artikel lebih sesuai dengan karakter pembaca jurnal.
Dengan memahami seluruh tahapan tersebut, penulis dapat menghadapi proses review secara lebih realistis. Perbedaan proses review jurnal nasional dan internasional terutama perlu dilihat dari kebijakan masing-masing jurnal, bukan semata-mata dari kategorinya. Persiapan yang baik tetap menjadi dasar penting untuk meningkatkan kualitas artikel dan memudahkan komunikasi selama proses editorial.



