Mendapatkan komentar dari reviewer merupakan bagian penting dalam proses publikasi artikel ilmiah. Komentar tersebut menunjukkan bahwa naskah telah melalui proses evaluasi dan reviewer menemukan beberapa aspek yang perlu diperjelas, diperbaiki, atau diperkuat. Pada tahap ini, penulis tidak hanya perlu melakukan revisi terhadap isi artikel, tetapi juga harus menyusun Response to Reviewer yang sistematis dan mudah dipahami.
Response to Reviewer adalah dokumen atau bagian tanggapan yang digunakan penulis untuk menjawab setiap komentar reviewer setelah proses peer review. Jawaban yang baik seharusnya menunjukkan bahwa penulis memahami maksud komentar, melakukan perbaikan yang diperlukan, serta dapat menjelaskan alasan apabila terdapat saran yang tidak sepenuhnya diterapkan. Karena itu, respons tidak cukup hanya ditulis dengan kalimat singkat seperti “sudah diperbaiki”.
Menyusun jawaban atas komentar reviewer membutuhkan ketelitian karena setiap komentar dapat berkaitan dengan bagian artikel yang berbeda. Reviewer mungkin memberikan masukan mengenai metode, hasil penelitian, pembahasan, referensi, struktur tulisan, hingga penggunaan bahasa akademik. Penulis perlu memastikan setiap komentar memiliki respons yang sesuai dan perubahan pada manuskrip dapat ditemukan dengan mudah.
Response to Reviewer juga menjadi salah satu indikator keseriusan penulis dalam menjalani proses revisi. Respons yang terstruktur dapat membantu editor dan reviewer memeriksa perubahan dengan lebih cepat. Sebaliknya, jawaban yang tidak jelas, defensif, atau tidak menunjukkan lokasi revisi dapat membuat proses evaluasi menjadi lebih sulit.
Memahami Fungsi Response to Reviewer dalam Proses Revisi Artikel
Response to Reviewer memiliki fungsi utama sebagai jembatan komunikasi akademik antara penulis dan reviewer. Setelah membaca komentar yang diberikan, penulis perlu menunjukkan bagaimana masukan tersebut ditindaklanjuti. Dengan demikian, reviewer tidak perlu menebak perubahan apa yang telah dilakukan pada manuskrip karena penulis telah menjelaskannya secara langsung melalui dokumen respons.
Komentar reviewer pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas artikel. Tidak semua komentar berarti artikel memiliki kesalahan besar. Beberapa komentar mungkin hanya meminta penjelasan tambahan, penyederhanaan kalimat, pembaruan referensi, atau penyesuaian struktur. Oleh karena itu, penulis perlu membaca setiap komentar secara objektif sebelum menentukan bentuk jawaban yang akan diberikan.
Dalam menyusun Response to Reviewer, penulis sebaiknya menghindari respons yang terlalu singkat. Jawaban seperti “terima kasih, sudah diperbaiki” belum memberikan informasi yang cukup mengenai tindakan revisi. Respons yang lebih informatif menjelaskan bagian mana yang diperbaiki, apa yang ditambahkan atau diubah, dan di mana perubahan tersebut terdapat dalam naskah.
Selain menjawab komentar, penulis juga perlu menjaga hubungan akademik yang profesional. Reviewer dapat memberikan kritik yang cukup tajam terhadap kelemahan penelitian, tetapi tanggapan sebaiknya tetap menggunakan bahasa yang sopan dan objektif. Penulis tidak perlu menganggap komentar sebagai serangan terhadap penelitian, melainkan sebagai masukan untuk memperjelas argumen dan meningkatkan kualitas artikel.
Fungsi lain dari Response to Reviewer adalah membantu editor mengambil keputusan terhadap naskah yang telah direvisi. Editor dapat melihat apakah komentar utama telah ditanggapi dan apakah revisi yang dilakukan benar-benar relevan. Karena itu, setiap jawaban sebaiknya memiliki hubungan yang jelas antara komentar reviewer, respons penulis, dan perubahan pada manuskrip.
Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit
Cara Membaca dan Mengelompokkan Komentar Reviewer
Sebelum mulai menulis Response to Reviewer, penulis perlu membaca seluruh komentar reviewer secara menyeluruh. Jangan langsung melakukan revisi berdasarkan komentar pertama kemudian berpindah ke komentar berikutnya tanpa memahami gambaran keseluruhan. Cara tersebut dapat menyebabkan perubahan yang tidak konsisten antara satu bagian artikel dan bagian lainnya.
Komentar reviewer dapat dikelompokkan berdasarkan jenis revisinya. Pengelompokan ini membantu penulis menentukan tingkat prioritas dan tindakan yang harus dilakukan. Komentar mengenai metode dan validitas data biasanya membutuhkan perhatian lebih besar dibandingkan koreksi tata bahasa sederhana. Namun, seluruh komentar tetap perlu dijawab secara sistematis.
Beberapa kategori komentar yang umum ditemukan antara lain:
- Komentar metodologi, misalnya reviewer meminta penjelasan mengenai desain penelitian, teknik pengumpulan data, karakteristik sampel, instrumen, atau metode analisis.
- Komentar hasil penelitian, misalnya permintaan penjelasan terhadap temuan tertentu atau penyajian data yang dianggap belum memadai.
- Komentar pembahasan, seperti permintaan memperkuat interpretasi hasil dan menghubungkannya dengan penelitian terdahulu.
- Komentar referensi, misalnya meminta tambahan literatur yang relevan atau memperbarui sumber yang sudah terlalu lama.
- Komentar struktur artikel, seperti perubahan urutan subbagian, penyesuaian judul, abstrak, atau penyusunan tabel.
- Komentar bahasa, termasuk tata bahasa, istilah akademik, kejelasan kalimat, dan konsistensi terminologi.
- Komentar terkait keterbatasan penelitian, terutama ketika reviewer menilai batas penelitian belum dijelaskan secara memadai.
Setelah komentar dikelompokkan, penulis dapat membuat daftar kerja untuk memastikan tidak ada masukan yang terlewat. Setiap komentar dapat diberi status seperti belum dikerjakan, sedang direvisi, atau sudah selesai. Cara sederhana ini sangat membantu terutama ketika reviewer memberikan banyak komentar dalam satu putaran revisi.
Penulis juga perlu membedakan komentar yang membutuhkan perubahan langsung dengan komentar yang membutuhkan penjelasan. Tidak semua masukan harus menghasilkan perubahan besar pada manuskrip. Ada kalanya reviewer hanya meminta klarifikasi mengenai alasan pemilihan metode atau interpretasi tertentu. Dalam situasi tersebut, Response to Reviewer harus menjelaskan alasan secara akademik dan menunjukkan bagian manuskrip yang telah diperjelas jika memang ada perubahan.
Struktur Jawaban yang Tepat untuk Setiap Komentar Reviewer
Struktur Response to Reviewer perlu dibuat konsisten dari awal hingga akhir. Format yang paling mudah digunakan adalah menampilkan komentar reviewer terlebih dahulu, kemudian memberikan respons penulis, lalu menjelaskan perubahan yang telah dilakukan pada manuskrip. Dengan struktur tersebut, reviewer dapat mencocokkan setiap komentar dengan tindakan revisi.
Pada bagian komentar, penulis dapat menyalin inti komentar reviewer secara ringkas atau menuliskan komentar secara lengkap jika jumlahnya tidak terlalu panjang. Setelah itu, respons penulis diletakkan pada bagian berbeda sehingga batas antara komentar dan jawaban terlihat jelas. Penggunaan format seperti “Reviewer Comment” dan “Author Response” dapat membantu meningkatkan keterbacaan dokumen.
Respons sebaiknya dimulai dengan apresiasi yang singkat. Penulis dapat menyampaikan bahwa komentar tersebut membantu memperjelas aspek tertentu dalam artikel. Setelah itu, langsung jelaskan tindakan yang dilakukan. Hindari paragraf pembuka yang terlalu panjang karena tujuan utama Response to Reviewer adalah memberikan jawaban yang jelas dan terukur.
Apabila revisi telah dilakukan, penulis sebaiknya menunjukkan lokasi perubahan. Informasi tersebut dapat berupa nomor halaman, nomor paragraf, bagian artikel, tabel, gambar, atau kalimat yang diperbarui, tergantung format yang digunakan oleh jurnal. Jika sistem jurnal menggunakan penomoran baris, nomor baris dapat dicantumkan agar reviewer lebih mudah menemukan revisi.
Contoh pola jawaban yang dapat digunakan adalah:
- Reviewer Comment: Reviewer meminta penulis memperjelas alasan pemilihan metode penelitian.
- Author Response: Terima kasih atas komentar tersebut. Kami telah menambahkan penjelasan mengenai alasan pemilihan metode pada bagian metode penelitian. Penjelasan tersebut mencakup kesesuaian metode dengan tujuan penelitian serta karakteristik data yang digunakan. Perubahan telah ditambahkan pada bagian Metode Penelitian pada versi revisi manuskrip.
Pola tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komentar. Yang paling penting adalah memastikan bahwa jawaban tidak berhenti pada ucapan terima kasih, tetapi menjelaskan tindakan yang telah dilakukan penulis.
Cara Menjawab Komentar Reviewer yang Meminta Perubahan Besar
Komentar reviewer yang meminta perubahan besar biasanya berkaitan dengan metode, analisis, kerangka teori, interpretasi hasil, atau pembahasan. Komentar semacam ini perlu ditangani dengan hati-hati karena perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lain dalam manuskrip. Penulis sebaiknya tidak hanya memperbaiki bagian yang disebutkan reviewer tanpa memeriksa konsistensi keseluruhan artikel.
Jika reviewer meminta tambahan analisis, penulis perlu menjelaskan bahwa analisis tersebut telah dilakukan dan menunjukkan bagian hasil yang diperbarui. Jika analisis tambahan menghasilkan perubahan terhadap interpretasi, pembahasan juga perlu disesuaikan. Dengan demikian, Response to Reviewer menunjukkan bahwa revisi dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar menambahkan satu kalimat.
Jika reviewer meminta tambahan referensi, penulis dapat menambahkan sumber yang benar-benar relevan dengan topik. Jangan memasukkan referensi hanya untuk memenuhi jumlah yang diminta apabila sumber tersebut tidak mendukung argumen penelitian. Setelah referensi ditambahkan, pastikan sitasi di dalam teks dan daftar pustaka juga telah diperbarui secara konsisten.
Untuk komentar mengenai kelemahan metodologi, penulis harus memberikan jawaban yang transparan. Jika memang terdapat keterbatasan, jangan mencoba menutupinya dengan bahasa yang terlalu defensif. Penulis dapat menjelaskan keterbatasan tersebut dan menambahkan bagian khusus mengenai batas penelitian agar pembaca memahami ruang lingkup temuan.
Sementara itu, jika reviewer meminta perubahan yang menurut penulis tidak diperlukan, respons harus tetap profesional. Penulis dapat menjelaskan alasan akademik dengan dukungan teori, data, atau literatur yang relevan. Tujuannya bukan memenangkan perdebatan dengan reviewer, melainkan menunjukkan bahwa keputusan penulis memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun Response to Reviewer
Kesalahan umum dalam Response to Reviewer adalah memberikan jawaban terlalu pendek. Kalimat seperti “sudah diperbaiki sesuai saran reviewer” tidak menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan. Reviewer tetap harus mencari sendiri perubahan dalam manuskrip, sehingga proses evaluasi menjadi kurang efisien.
Kesalahan berikutnya adalah melewatkan komentar tertentu. Ketika reviewer memberikan banyak masukan, penulis terkadang hanya menjawab komentar utama dan mengabaikan komentar kecil. Padahal, komentar yang terlihat sederhana tetap perlu ditanggapi. Penulis dapat menggunakan daftar pemeriksaan untuk memastikan seluruh komentar telah memiliki jawaban.
Penulis juga perlu menghindari nada defensif. Ketika tidak setuju dengan reviewer, jangan menggunakan kalimat yang terkesan menyalahkan atau meremehkan komentar. Jelaskan perbedaan pandangan dengan argumentasi akademik dan, jika memungkinkan, dukung dengan literatur yang relevan.
Selain itu, jangan mencantumkan perubahan yang sebenarnya tidak dilakukan. Response to Reviewer harus sesuai dengan manuskrip versi terbaru. Jika penulis mengatakan telah menambahkan penjelasan pada bagian tertentu, reviewer harus dapat menemukan perubahan tersebut ketika membaca naskah revisi.
Terakhir, pastikan format dan bahasa respons konsisten. Kesalahan nomor halaman, nomor baris, nama tabel, atau bagian artikel dapat menyulitkan reviewer dalam memeriksa revisi. Karena itu, Response to Reviewer sebaiknya diperiksa kembali setelah seluruh perubahan manuskrip selesai dilakukan.



