Mengetahui Langkah Langkah dalam Membuat Prosiding

Mengetahui 6 Langkah dalam Membuat Prosiding

Bagi para akademisi pasti sudah tidak asing lagi dengan membuat prosiding penulisan karya ilmiah. Karya ilmiah dapat disajikan dalam berbagai bentuk tulisan seperti paper, jurnal, laporan penelitian, makalah, skripsi, tesis, disertasi, esai, dan lain sebagainya. Karya ilmiah juga dapat dibukukan dan terdiri dari beberapa makalah dengan tema yang sama, contohnya yaitu prosiding.

Prosiding merupakan kumpulan dari karya ilmiah khususnya makalah seminar yang dibukukan dengan ketentuan masing-masing penyelenggara seminar. Penulis memerlukan aturan-aturan serta format yang jelas dalam penulisannya. Pada artikel ini kita akan membahas langkah-langkah dalam membuat prosiding serta jenisnya.

Pengertian Prosiding

Prosiding merupakan kumpulan paper akademis hasil publikasi dari seminar akademis atau konferensi. Prosiding berisi hasil-hasil pemikiran para peneliti yang sudah diseminarkan dalam suatu acara seminar akademis yang telah dipublikasikan baik yang diselenggarakan pada tingkat nasional maupun internasional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Prosiding merupakan kumpulan makalah seminar yang telah dibukukan.

Terdapat paper yang merupakan hasil dari pemikiran para ahli di dalam prosiding. Paper merupakan artikel ilmiah yang penulisannya mengikuti format-format tertentu. Paper biasanya adalah hasil dari penelitian baru dan dapat juga bentuk ulasan kembali dari penelitian-penelitian terdahulu. Karya tulis tersebut harus sudah diseminarkan baik secara nasional maupun secara internasional.

Prosiding memuat makalah dari pembicara kunci (makalah kunci), makalah dari pembicara utama lain (makalah utama), dan makalah dari peserta seminar atau konferensi atau simposium (makalah pendamping).

Langkah-Langkah Penting dalam Membuat Prosiding

Membuat prosiding yang efektif memerlukan perencanaan, penulisan yang jelas, dan pemformatan yang tepat. berikut ini langkah-langkah dalam membuat prosiding.

1. Pemilihan Tema dan Rencana

Tentukan tema atau topik utama yang akan dibahas dalam prosiding. Pastikan topik tersebut relevan dengan fokus konferensi atau seminar yang sedang diadakan.

Buat kerangka atau struktur umum prosiding. Tentukan bagaimana Anda akan mengatur bab-bab, subbab, dan judul-judul dalam prosiding agar alur tulisan menjadi jelas.

2. Penulisan dan Penyusunan Konten

Setiap artikel dalam prosiding harus memiliki abstrak yang ringkas dan jelas, merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan yang diperoleh.

Tulis setiap artikel sesuai dengan struktur yang telah Anda rencanakan. Pastikan setiap bagian – pengantar, metodologi, hasil, dan kesimpulan – terstruktur dengan baik. Pastikan ada kesinambungan antara artikel-artikel yang disusun. Ada baiknya jika setiap artikel mendukung atau melengkapi yang lain, mengikuti alur pikir yang konsisten.

3. Pemformatan dan Tatanan

Pastikan untuk mengikuti pedoman penulisan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara konferensi atau seminar. Ini termasuk format penulisan, gaya penulisan, dan aturan lainnya.

Pastikan tata letak tulisan konsisten dan profesional. Atur halaman, font, ukuran huruf, dan spasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

4. Penyuntingan dan Review

Lakukan penyuntingan menyeluruh untuk memastikan kesalahan tata bahasa, ejaan, dan kesalahan lainnya diperbaiki dengan baik.

Sebelum publikasi, minta review dari ahli atau rekan sebidang untuk memberikan umpan balik konstruktif terhadap konten dan kualitas tulisan.

5. Persiapan untuk Publikasi

Pastikan prosiding siap untuk dicetak atau dipublikasikan secara daring sesuai dengan format yang diinginkan oleh penyelenggara konferensi.

Pastikan prosiding telah diorganisir dengan baik untuk disampaikan kepada peserta konferensi atau seminar. Jika daring, pastikan platformnya mudah diakses.

6. Evaluasi Pasca-Perilisan

Setelah konferensi atau seminar selesai, lakukan tinjauan pasca-perilisan untuk mengevaluasi respons, umpan balik, dan potensi perbaikan untuk prosiding berikutnya. Minta umpan balik dari pembaca atau peserta konferensi untuk meningkatkan kualitas prosiding di masa mendatang.

Jenis Prosiding

Prosiding memiliki beberapa jenis yang dapat dibedakan menjadi:

1. Prosiding Seminar Nasional

Prosiding ini dipublikasikan melalui seminar nasional yang diadakan di suatu tempat. Seminar ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi, asosiasi profesi atau asosiasi yang bereputasi. Bahasa pengantar dalam penyampaian hasil digunakan bahasa Indonesia. Peserta dan pemakalah yang hadir berasal dari berbagai lembaga ilmiah dan perguruan tinggi yang berbeda dalam lingkup nasional.

Karya tulis ini memuat makalah atau paper yang lengkap yang ditulis dalam bahasa Indonesia, mempunyai ISBN, jumlah penulis yang ikut berpartisipasi dalam penulisan makalah paling sedikit harus berasal dari empat institusi yang berbeda, editor harus sesuai dengan bidang ilmu prosiding yang dibuat dan makalah harus terjamin keasliannya serta tidak mengandung unsur plagiarisme.

2. Prosiding Seminar Internasional

Prosiding ini dipublikasikan melalui seminar internasional yang diadakan di suatu Negara. Seminar ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi, asosiasi profesi atau asosiasi yang bereputasi. Bahasa pengantar dalam penyampaian hasil digunakan bahasa resmi PBB yaitu bahasa Inggris, Arab, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Tiongkok. Peserta dan pemakalah yang hadir berasal dari berbagai Negara paling sedikit empat Negara.

Karya tulis ini memuat makalah atau paper yang lengkap dengan penulisan menggunakan bahasa resmi PBB, mempunyai ISBN, jumlah penulis yang ikut berpartisipasi dalam penulisan makalah paling sedikit harus berasal dari empat negara yang berbeda, editor harus sesuai dengan bidang ilmu yang dibuat dan dapat berasal dari berbagai Negara dengan bidang keilmuan yang sama dan makalah harus terjamin keasliannya serta tidak mengandung unsur plagiarisme.

3. Prosiding Konferensi

Prosiding ini dipublikasikan melalui suatu konferensi. Konferensi merupakan rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu permasalahan yang dihadapi bersama.

Prosiding konferensi ini banyak macamnya tergantung dari konferensi yang diselenggarakan. Salah satu contohnya yaitu Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi yang merupakan kumpulan makalah hasil penelitian terpilih Konferensi Nasional Komunikasi dengan topik yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Penyelenggaranya yaitu Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

4. Prosiding Simposium

Prosiding ini dipublikasikan melalui suatu simposium. Simposium merupakan pertemuan dengan beberapa pembicara yang mengemukakan pidato singkat tentang topik tertentu atau tentang beberapa aspek dari topik yang sama. Salah satu contohnya yaitu Prosiding Simposium Nasional Akuntansi (SNA) yang diselenggarakan oleh Ikatan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd).

Kesimpulan

Membuat prosiding yang efektif memerlukan perencanaan, penulisan yang cermat, dan tata letak yang tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, prosiding Anda dapat menjadi sumber informasi yang berharga dan bermanfaat bagi peserta konferensi atau seminar, serta membantu memperluas pengetahuan di bidang tertentu.

Ingin memastikan penelitian Anda diterbitkan di jurnal-jurnal ternama dan terindeks dengan reputasi tinggi? Tim profesional Publish Jurnal siap membantu Anda mewujudkan impian dalam dunia ilmiah. Dengan mengikuti pelatihan dan pendampingan jurnal ilmiah dari Publish Jurnal, publikasi di jurnal bereputasi kini bukan hanya mimpi. Hubungi Admin Publish Jurnal sekarang dan mulailah perjalanan menuju kesuksesan akademik Anda. Jadikan penelitian Anda menjadi sumbangan berharga dalam dunia ilmiah yang lebih luas.