Jurnal SINTA untuk Kelulusan: Tingkatan SINTA yang Perlu Diketahui Mahasiswa

Bagi mahasiswa tingkat akhir, publikasi artikel ilmiah sering menjadi salah satu bagian yang perlu dipersiapkan sebelum menyelesaikan studi. Pada beberapa perguruan tinggi, mahasiswa dapat diwajibkan atau diberikan pilihan untuk memublikasikan artikel pada jurnal ilmiah sebagai bagian dari persyaratan akademik. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai jurnal SINTA untuk kelulusan menjadi penting untuk dipahami sejak awal.

SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem yang digunakan di Indonesia untuk mengindeks dan memberikan pemeringkatan terhadap jurnal ilmiah berdasarkan kriteria tertentu. Jurnal yang terakreditasi SINTA memiliki tingkatan mulai dari SINTA 1 hingga SINTA 6. Setiap tingkatan memiliki posisi dan kualitas akreditasi yang berbeda sehingga mahasiswa perlu memahami ketentuannya sebelum menentukan jurnal tujuan publikasi.

Namun, tidak semua jurnal SINTA secara otomatis dapat digunakan sebagai syarat kelulusan. Perguruan tinggi, fakultas, program studi, atau bahkan dosen pembimbing dapat memiliki ketentuan yang berbeda mengenai tingkatan jurnal yang diterima. Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui apakah sebuah jurnal sudah terindeks SINTA, tetapi juga perlu memastikan apakah jurnal tersebut sesuai dengan aturan kelulusan yang berlaku di institusinya.

Memilih jurnal sejak awal juga dapat membantu mahasiswa menghindari berbagai masalah ketika mendekati waktu wisuda. Kesalahan memilih tingkatan jurnal, scope yang tidak sesuai, template yang berbeda, hingga proses review yang terlalu lama dapat menyebabkan publikasi tertunda. Karena itu, pemahaman mengenai tingkatan SINTA dan kaitannya dengan persyaratan kelulusan perlu menjadi bagian dari strategi mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

Artikel ini membahas tingkatan jurnal SINTA, hubungan publikasi dengan kelulusan mahasiswa, cara mengetahui jurnal yang dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan akademik, serta berbagai hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan submit. Dengan memahami informasi tersebut, mahasiswa dapat menentukan strategi publikasi secara lebih terarah dan tidak hanya mengejar jurnal yang terlihat mudah diterima.

Memahami Jurnal SINTA dan Hubungannya dengan Kelulusan Mahasiswa

Jurnal SINTA untuk kelulusan pada dasarnya merujuk pada jurnal ilmiah yang telah terakreditasi atau tercatat dalam sistem SINTA dan dapat digunakan sebagai bagian dari persyaratan publikasi mahasiswa apabila aturan perguruan tinggi memperbolehkannya. SINTA sendiri menjadi salah satu sistem penting dalam ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Keberadaan pemeringkatan tersebut membantu memberikan gambaran mengenai posisi suatu jurnal berdasarkan status akreditasinya.

Bagi mahasiswa, memahami SINTA tidak hanya berkaitan dengan mencari jurnal yang menerima artikel. Hal yang lebih penting adalah mengetahui tingkatan jurnal yang dipersyaratkan oleh program studi. Ada program studi yang menetapkan minimal SINTA 2, sementara program studi lain dapat menetapkan SINTA 3, SINTA 4, atau tingkatan tertentu sesuai kebijakan internal. Bahkan, dalam kondisi tertentu, persyaratan dapat berbeda antara jenjang pendidikan dan program studi.

Karena itu, istilah jurnal SINTA untuk kelulusan tidak boleh dimaknai sebagai satu kategori jurnal yang berlaku sama bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Ketentuan kelulusan merupakan kebijakan akademik masing-masing perguruan tinggi. Mahasiswa harus melihat pedoman akademik terbaru, buku panduan tugas akhir, keputusan program studi, atau informasi resmi dari fakultas sebelum menentukan jurnal yang akan dituju.

Pemahaman mengenai tingkatan SINTA juga penting karena setiap peringkat menunjukkan status akreditasi yang berbeda. Secara umum, SINTA 1 berada pada tingkat tertinggi dalam klasifikasi jurnal nasional terakreditasi, sedangkan SINTA 6 berada pada tingkat akreditasi yang lebih rendah. Meskipun demikian, perbedaan peringkat tidak berarti bahwa mahasiswa harus selalu memilih tingkatan tertinggi. Pilihan jurnal seharusnya disesuaikan dengan tuntutan akademik, kualitas artikel, bidang penelitian, serta waktu yang tersedia.

Mahasiswa juga perlu membedakan antara jurnal yang terindeks SINTA dan jurnal yang sekadar mengklaim dirinya sebagai jurnal SINTA. Informasi mengenai status jurnal sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi. Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial, pesan promosi, atau pihak ketiga yang menawarkan jasa publikasi. Verifikasi sejak awal dapat membantu menghindari risiko artikel diterbitkan pada jurnal yang statusnya tidak sesuai dengan persyaratan kelulusan.

Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit

Tingkatan SINTA 1 sampai SINTA 6 yang Perlu Diketahui

Sistem pemeringkatan SINTA membagi jurnal terakreditasi ke dalam enam tingkatan. Pembagian tersebut memberikan gambaran mengenai posisi akreditasi jurnal dalam sistem nasional. Bagi mahasiswa yang sedang mencari jurnal SINTA untuk kelulusan, mengetahui perbedaan setiap tingkatan menjadi langkah awal sebelum menentukan target publikasi.

SINTA 1 merupakan tingkat tertinggi dalam klasifikasi jurnal nasional terakreditasi. Jurnal pada tingkat ini memiliki standar pengelolaan dan kualitas yang relatif tinggi. Karena tuntutannya lebih besar, proses publikasi pada jurnal dengan peringkat tinggi dapat membutuhkan persiapan artikel yang lebih matang, baik dari sisi metodologi, kebaruan penelitian, kualitas pembahasan, maupun penyajian ilmiah.

SINTA 2 juga termasuk jurnal dengan tingkat akreditasi yang tinggi. Banyak mahasiswa dan peneliti menjadikan SINTA 2 sebagai salah satu target publikasi karena reputasinya kuat di tingkat nasional. Namun, mahasiswa perlu memperhatikan bahwa tingkat kesulitan publikasi dapat berbeda antara satu jurnal dan jurnal lainnya meskipun berada pada kategori yang sama.

SINTA 3 dan SINTA 4 sering menjadi pilihan mahasiswa, khususnya ketika perguruan tinggi memberikan persyaratan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dengan tingkat tertentu. Kedua kategori ini dapat memiliki karakteristik dan standar editorial yang beragam. Mahasiswa tetap perlu membaca fokus dan scope jurnal sebelum melakukan submit.

SINTA 5 dan SINTA 6 berada pada tingkatan akreditasi berikutnya. Jurnal dalam kategori tersebut tetap merupakan bagian dari sistem akreditasi jurnal nasional, tetapi persyaratan dan karakteristik pengelolaannya dapat berbeda dengan jurnal pada tingkatan yang lebih tinggi. Apakah SINTA 5 atau SINTA 6 dapat digunakan untuk kelulusan tetap bergantung pada aturan masing-masing perguruan tinggi.

Yang perlu digarisbawahi adalah tingkatan SINTA bukan satu-satunya faktor dalam menentukan jurnal untuk kelulusan. Mahasiswa harus memperhatikan masa berlaku akreditasi, kesesuaian bidang, ketentuan program studi, status penerbitan artikel, serta bukti publikasi yang diminta kampus. Dengan demikian, memilih jurnal tidak cukup dilakukan berdasarkan angka SINTA saja.

Apakah Semua Tingkatan SINTA Bisa Digunakan untuk Kelulusan?

Pertanyaan mengenai apakah semua tingkatan SINTA dapat digunakan untuk memenuhi syarat kelulusan merupakan hal yang sangat umum. Jawabannya adalah tidak selalu. Tidak ada satu aturan yang otomatis membuat seluruh jurnal SINTA 1–6 diterima sebagai syarat kelulusan bagi semua mahasiswa.

Setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan akademik masing-masing. Bahkan, aturan dapat berbeda antara fakultas dan program studi dalam satu universitas. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu menemukan ketentuan yang paling spesifik untuk program studi yang sedang ditempuh.

Beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum memilih jurnal antara lain:

  • Minimal tingkatan SINTA yang diwajibkan. Pastikan apakah program studi menetapkan minimal SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, atau tingkatan lainnya.
  • Status artikel yang dianggap memenuhi syarat. Ada aturan yang membedakan antara artikel yang baru submitted, sedang direview, accepted, atau sudah published.
  • Kesesuaian bidang jurnal. Jurnal harus memiliki scope yang sesuai dengan topik penelitian mahasiswa.
  • Status akreditasi jurnal. Periksa apakah jurnal benar-benar memiliki status SINTA yang relevan dan masih berlaku sesuai ketentuan yang ditetapkan.
  • Bukti publikasi yang diperlukan. Kampus mungkin meminta Letter of Acceptance, artikel yang telah terbit, DOI, atau bukti tertentu lainnya.
  • Ketentuan waktu publikasi. Pastikan jadwal penerbitan jurnal tidak bertentangan dengan batas waktu pendaftaran sidang atau wisuda.

Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, mahasiswa dapat mengurangi risiko memilih jurnal yang ternyata tidak memenuhi persyaratan akademik. Jangan sampai artikel sudah melalui proses panjang, tetapi pada akhirnya tidak dapat dihitung sebagai bagian dari syarat kelulusan karena peringkat jurnal atau status publikasinya tidak sesuai.

Cara Memilih Jurnal SINTA untuk Kelulusan secara Tepat

Memilih jurnal SINTA untuk kelulusan sebaiknya dilakukan berdasarkan strategi, bukan sekadar mencari jurnal yang prosesnya dianggap cepat. Mahasiswa perlu menyesuaikan kualitas artikel dengan target jurnal agar peluang publikasi tetap realistis. Artikel yang baik tetapi dikirim ke jurnal dengan scope yang tidak sesuai tetap berpotensi ditolak.

Langkah pertama adalah memahami persyaratan dari program studi. Cari informasi mengenai minimal peringkat SINTA, status publikasi yang diakui, batas waktu penerbitan, dan dokumen yang harus diserahkan. Jika terdapat perbedaan informasi antara sumber yang satu dan lainnya, mahasiswa sebaiknya meminta konfirmasi kepada pihak yang berwenang di program studi.

Langkah kedua adalah membuat daftar beberapa jurnal potensial. Jangan hanya memiliki satu target jurnal karena proses editorial dan review tidak selalu berjalan sesuai perkiraan. Dengan memiliki beberapa alternatif yang masih sesuai dengan ketentuan kampus, mahasiswa dapat menyusun rencana publikasi yang lebih aman.

Langkah ketiga adalah membaca artikel yang sudah diterbitkan oleh jurnal tersebut. Cara ini membantu mahasiswa mengetahui karakteristik tulisan yang biasa diterima, metode penelitian yang sering digunakan, struktur artikel, hingga topik yang menjadi perhatian jurnal. Dari sana, mahasiswa dapat menilai apakah naskahnya benar-benar memiliki kecocokan dengan jurnal tersebut.

Langkah berikutnya adalah memeriksa author guidelines dan template. Kesalahan teknis seperti struktur artikel, format sitasi, jumlah kata, tabel, gambar, atau sistem referensi dapat menyebabkan naskah dikembalikan atau bahkan ditolak pada tahap awal. Karena itu, penyesuaian artikel dengan template jurnal sebaiknya dilakukan sebelum submit, bukan setelah mendapatkan komentar dari editor.

Mahasiswa juga perlu mempertimbangkan durasi proses publikasi. Jurnal dengan target terbit yang dekat dengan jadwal kelulusan belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila proses review dan revisinya panjang. Sebaliknya, jurnal dengan jadwal penerbitan yang lebih jelas dapat membantu mahasiswa membuat perencanaan akademik secara lebih realistis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Jurnal SINTA untuk Kelulusan

Setelah mengetahui tingkatan SINTA, mahasiswa perlu memahami bahwa memilih jurnal bukan sekadar mencari jurnal dengan peringkat yang sesuai. Banyak masalah muncul karena mahasiswa langsung melakukan submit tanpa memastikan seluruh ketentuan publikasi dan persyaratan kelulusan. Akibatnya, artikel dapat diterima oleh jurnal, tetapi belum tentu diakui oleh program studi sebagai bagian dari syarat akademik.

Menganggap semua jurnal SINTA memiliki nilai yang sama untuk kelulusan. Padahal, program studi dapat menetapkan batas minimal tertentu. Mahasiswa yang membutuhkan jurnal minimal SINTA 3, misalnya, tidak dapat berasumsi bahwa artikel yang terbit di jurnal SINTA 5 otomatis memenuhi persyaratan.

Hanya melihat informasi pada laman jurnal tanpa melakukan verifikasi status akreditasi. Nama jurnal, logo SINTA, atau pernyataan pada halaman promosi tidak cukup menjadi dasar keputusan. Mahasiswa perlu memastikan informasi tersebut melalui sumber resmi dan memperhatikan periode atau masa berlaku akreditasi.

Memilih jurnal berdasarkan klaim proses cepat. Tawaran seperti publikasi instan atau penerbitan dalam waktu sangat singkat sebaiknya tidak menjadi pertimbangan utama. Proses ilmiah tetap membutuhkan pemeriksaan editorial, review, revisi, dan penerbitan sesuai kebijakan jurnal.

Mengabaikan scope jurnal. Artikel yang tidak sesuai dengan fokus dan cakupan jurnal memiliki kemungkinan besar mengalami penolakan meskipun kualitas penelitiannya cukup baik. Karena itu, sebelum submit, mahasiswa perlu membaca aims and scope serta beberapa artikel terbaru yang telah diterbitkan.

Kesalahan lainnya adalah menunda publikasi sampai mendekati jadwal kelulusan. Proses jurnal tidak selalu dapat diprediksi secara tepat karena waktu review bergantung pada editor, reviewer, jumlah revisi, dan jadwal penerbitan. Jika publikasi menjadi bagian dari persyaratan kelulusan, persiapannya sebaiknya dilakukan jauh sebelum batas akhir administrasi akademik.

Strategi Meningkatkan Peluang Artikel Diterima Jurnal SINTA

Setelah menentukan target jurnal, mahasiswa perlu mempersiapkan artikel dengan menyesuaikan standar jurnal tersebut. Target SINTA sebaiknya diselaraskan dengan kualitas penelitian dan kesiapan naskah. Semakin tinggi target jurnal, biasanya semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan pada kebaruan, metodologi, kualitas pembahasan, referensi, dan kontribusi penelitian.

Salah satu cara meningkatkan peluang diterima adalah melakukan pemeriksaan internal sebelum submit. Mahasiswa dapat meminta dosen pembimbing atau rekan yang memahami bidang penelitian untuk membaca naskah. Pemeriksaan dari pihak lain dapat membantu menemukan kelemahan yang tidak disadari oleh penulis.

Beberapa aspek yang sebaiknya diperiksa meliputi:

  • Kesesuaian topik: Pastikan penelitian berada dalam bidang yang menjadi fokus jurnal.
  • Kebaruan penelitian: Jelaskan dengan jelas kontribusi penelitian dibandingkan penelitian terdahulu.
  • Metodologi: Metode harus dijelaskan secara transparan dan sesuai dengan pertanyaan penelitian.
  • Hasil penelitian: Sajikan temuan secara sistematis dan hindari menyajikan data tanpa interpretasi.
  • Pembahasan: Hubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu.
  • Referensi: Gunakan sumber ilmiah yang relevan dan cukup mutakhir sesuai kebutuhan bidang.
  • Format artikel: Ikuti template, struktur, gaya sitasi, dan ketentuan teknis jurnal.
  • Bahasa: Pastikan tulisan menggunakan bahasa akademik yang jelas, efektif, dan konsisten.
  • Etika publikasi: Hindari plagiarisme, manipulasi data, publikasi ganda, serta masalah authorship.
  • Kelengkapan administrasi: Periksa metadata penulis, afiliasi, ORCID jika diwajibkan, dan dokumen pendukung lainnya.

Persiapan tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan peluang artikel diterima. Lebih jauh, mahasiswa dapat mengurangi kemungkinan terjadinya desk reject akibat kesalahan administratif atau ketidaksesuaian scope. Dengan naskah yang telah dipersiapkan secara baik, proses review juga dapat berlangsung lebih efektif karena reviewer dapat langsung memberikan masukan pada substansi penelitian.

Mahasiswa juga sebaiknya tidak menganggap revisi sebagai tanda bahwa artikel gagal. Dalam proses peer review, revisi merupakan bagian yang umum terjadi. Jika mendapatkan revisi mayor atau minor, baca seluruh komentar editor dan reviewer secara teliti, kemudian jawab setiap komentar secara sistematis dan profesional.

Hal yang Harus Dicek Sebelum Submit Jurnal SINTA untuk Kelulusan

Sebelum mengirim artikel, mahasiswa sebaiknya melakukan pemeriksaan akhir. Tahap ini penting karena kesalahan kecil dapat menyebabkan proses publikasi menjadi lebih lama. Terlebih jika jurnal SINTA untuk kelulusan memiliki persyaratan khusus dari program studi.

Checklist sederhana yang dapat digunakan adalah:

  • Pastikan peringkat SINTA sesuai dengan ketentuan program studi.
  • Pastikan status akreditasi jurnal dapat diverifikasi melalui sumber resmi.
  • Periksa apakah bidang artikel sesuai dengan scope jurnal.
  • Baca author guidelines secara keseluruhan.
  • Sesuaikan naskah dengan template terbaru.
  • Periksa format sitasi dan daftar pustaka.
  • Pastikan seluruh tabel dan gambar memiliki keterangan yang sesuai.
  • Periksa kesamaan atau similarity sesuai kebijakan institusi dan jurnal.
  • Pastikan nama penulis serta afiliasi ditulis secara benar.
  • Periksa ketentuan biaya publikasi jika ada.
  • Perhatikan jadwal penerbitan dan volume jurnal.
  • Pastikan status publikasi yang diakui oleh program studi, apakah accepted atau published.
  • Simpan bukti submission, korespondensi editor, hasil review, dan Letter of Acceptance jika diberikan.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu mahasiswa menentukan apakah jurnal benar-benar layak dijadikan target. Jangan hanya mempertimbangkan reputasi atau peringkatnya, tetapi lihat juga kesesuaian antara kebutuhan kelulusan dan mekanisme publikasi jurnal.

Jurnal SINTA untuk Kelulusan Harus Disesuaikan dengan Aturan Kampus

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai jurnal SINTA untuk kelulusan harus dikembalikan kepada aturan perguruan tinggi masing-masing. Tidak tepat jika mahasiswa hanya berpatokan pada pengalaman mahasiswa dari universitas lain. Ketentuan mengenai minimal SINTA, status artikel, jenis jurnal, dan dokumen pembuktian dapat berbeda antara satu institusi dengan institusi lainnya.

Mahasiswa juga perlu mempertimbangkan target waktu secara realistis. Jika artikel baru mulai disusun ketika masa studi hampir berakhir, risiko keterlambatan akan semakin besar. Karena itu, mahasiswa sebaiknya mendiskusikan rencana publikasi dengan dosen pembimbing sejak penyusunan penelitian atau tugas akhir dimulai.

Dengan strategi yang tepat, publikasi pada jurnal SINTA dapat menjadi bagian dari proses akademik yang terencana, bukan sekadar kewajiban administratif. Mahasiswa perlu mengutamakan kesesuaian jurnal, kualitas artikel, validitas informasi akreditasi, serta aturan program studi agar publikasi yang dilakukan benar-benar dapat mendukung proses kelulusan.

Pentingnya Memastikan Status Publikasi Sebelum Mengandalkan Jurnal untuk Kelulusan

Selain memperhatikan tingkatan SINTA, mahasiswa perlu memahami bahwa status artikel dalam proses publikasi juga dapat menentukan apakah jurnal tersebut dapat digunakan sebagai syarat kelulusan. Artikel yang baru dikirim atau masih berada pada tahap review belum tentu dianggap memenuhi persyaratan akademik. Sebagian perguruan tinggi hanya mengakui artikel yang sudah accepted, sedangkan perguruan tinggi lainnya dapat mensyaratkan artikel telah terbit secara online atau masuk dalam edisi jurnal tertentu.

Mahasiswa juga perlu memperhatikan bukti yang diberikan oleh pengelola jurnal. Jika artikel telah accepted, biasanya penulis memperoleh Letter of Acceptance atau dokumen sejenis yang menyatakan bahwa artikel diterima untuk diterbitkan. Namun, mahasiswa tetap harus memastikan kepada program studi apakah dokumen tersebut sudah cukup sebagai bukti pemenuhan persyaratan kelulusan. Jangan sampai mahasiswa menganggap status accepted otomatis sama dengan published, padahal keduanya dapat memiliki konsekuensi administratif yang berbeda.

Selain itu, perhatikan jadwal terbit jurnal yang dipilih. Jurnal dengan periode penerbitan tertentu dapat membuat artikel yang sudah accepted harus menunggu sampai edisi berikutnya. Kondisi tersebut penting dipertimbangkan apabila mahasiswa memiliki batas waktu pendaftaran sidang atau wisuda. Karena itu, sejak awal mahasiswa sebaiknya membuat perkiraan waktu mulai dari penyelesaian artikel, submission, proses review, revisi, acceptance, hingga publikasi.

Memilih jurnal SINTA untuk kelulusan juga sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Mahasiswa perlu mengutamakan jurnal yang kredibel, memiliki scope sesuai, status akreditasi jelas, dan mekanisme publikasi transparan. Dengan persiapan tersebut, risiko keterlambatan dan kesalahan administratif dapat diminimalkan sehingga publikasi jurnal dapat mendukung penyelesaian studi secara lebih lancar.

Baca juga:SINTA Berapa yang Bisa Digunakan untuk Kelulusan? Cara Mengetahui Ketentuannya

Kesimpulan

Jurnal SINTA untuk kelulusan merupakan topik penting bagi mahasiswa yang diwajibkan melakukan publikasi ilmiah sebagai bagian dari persyaratan akademik. SINTA memiliki enam tingkatan, yaitu SINTA 1 sampai SINTA 6, dengan karakteristik dan posisi akreditasi yang berbeda. Namun, tidak berarti seluruh tingkatan tersebut otomatis dapat digunakan untuk memenuhi syarat kelulusan karena setiap perguruan tinggi dan program studi dapat menetapkan ketentuan yang berbeda.

Mahasiswa sebaiknya tidak menentukan jurnal hanya berdasarkan peringkat SINTA. Hal yang perlu diperiksa mencakup minimal tingkatan yang diwajibkan, status akreditasi, kesesuaian scope, template, proses review, jadwal penerbitan, serta status artikel yang diakui oleh kampus. Verifikasi informasi melalui sumber resmi juga penting untuk menghindari kesalahan dalam menentukan jurnal tujuan.

Dengan memahami tingkatan SINTA dan mempersiapkan artikel secara matang, mahasiswa dapat menyusun strategi publikasi yang lebih aman. Kunci utamanya adalah memulai lebih awal, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, memilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian, serta memastikan seluruh persyaratan program studi telah terpenuhi sebelum melakukan submit. Dengan demikian, publikasi tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.