Perbedaan Major Revision dan Minor Revision dalam Proses Review Artikel

Proses review artikel merupakan salah satu tahapan penting dalam publikasi ilmiah. Setelah naskah dikirim ke jurnal, artikel akan melalui pemeriksaan editor dan dapat dilanjutkan ke peer review untuk menilai kualitas, relevansi, metode, hasil, serta kontribusi penelitian. Pada tahap tersebut, penulis dapat menerima berbagai keputusan editorial, termasuk permintaan perbaikan sebelum artikel dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan.

Dua istilah yang sering muncul dalam proses tersebut adalah Major Revision dan Minor Revision. Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa artikel masih membutuhkan perbaikan, tetapi tingkat perubahan yang diperlukan berbeda. Memahami perbedaan Major Revision dan Minor Revision penting bagi penulis karena keputusan tersebut menentukan strategi revisi, tingkat pekerjaan yang harus dilakukan, serta cara menanggapi catatan reviewer.

Major Revision biasanya menunjukkan adanya persoalan yang cukup penting pada substansi artikel. Reviewer dapat meminta perbaikan pada metode penelitian, analisis data, pembahasan, landasan teori, research gap, atau kontribusi penelitian. Sementara itu, Minor Revision umumnya berkaitan dengan perbaikan yang lebih terbatas, seperti kejelasan kalimat, referensi, format tabel, struktur pembahasan, atau penyesuaian terhadap pedoman jurnal.

Meskipun berbeda tingkat kesulitannya, kedua keputusan tersebut bukan berarti artikel secara otomatis ditolak. Penulis tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki manuskrip berdasarkan masukan yang diberikan. Karena itu, catatan reviewer perlu dibaca dengan teliti dan ditanggapi secara akademis agar revisi yang dilakukan benar-benar menjawab persoalan dalam artikel.

Pengertian Major Revision dalam Review Artikel

Major Revision adalah keputusan editorial yang menunjukkan bahwa artikel membutuhkan perbaikan substansial sebelum dapat dipertimbangkan lebih lanjut untuk diterbitkan. Perbaikan yang diminta biasanya menyangkut aspek penting dari penelitian, sehingga penulis perlu melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh terhadap isi manuskrip. Dalam kondisi tertentu, revisi bahkan dapat membutuhkan analisis tambahan atau penjelasan metodologis yang lebih lengkap.

Permintaan Major Revision tidak selalu berarti reviewer menilai penelitian tersebut gagal. Justru, reviewer dapat melihat bahwa artikel memiliki potensi untuk diterbitkan tetapi masih terdapat kelemahan yang perlu diselesaikan. Misalnya, topik penelitian relevan, tetapi research gap belum dijelaskan secara kuat. Artikel juga dapat memiliki data yang cukup, tetapi analisis dan interpretasinya belum mampu mendukung kesimpulan yang dibuat.

Salah satu ciri Major Revision adalah adanya komentar yang berkaitan dengan substansi penelitian. Reviewer dapat mempertanyakan alasan pemilihan metode, karakteristik sampel, teknik analisis, validitas instrumen, interpretasi hasil, atau hubungan antara hasil penelitian dengan teori. Permintaan semacam ini biasanya membutuhkan lebih dari sekadar perubahan kalimat karena penulis harus meninjau kembali dasar argumentasi penelitian.

Major Revision juga dapat terjadi ketika artikel belum menunjukkan kontribusi ilmiah secara jelas. Reviewer mungkin meminta penulis memperkuat novelty, menjelaskan posisi penelitian terhadap studi terdahulu, atau memperluas pembahasan mengenai implikasi hasil penelitian. Dalam situasi tersebut, penulis perlu memperbaiki alur argumentasi dari pendahuluan hingga kesimpulan agar kontribusi penelitian terlihat lebih meyakinkan.

Oleh karena itu, ketika menerima Major Revision, penulis sebaiknya tidak langsung menganggap keputusan tersebut sebagai penolakan terselubung. Sebaliknya, keputusan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki manuskrip secara substansial. Penulis perlu membaca semua komentar reviewer, menyusun daftar revisi, menentukan prioritas, kemudian memperbaiki artikel secara sistematis sebelum melakukan pengiriman ulang.

Baca juga:Bimbingan Publikasi Jurnal SINTA dan Scopus dari Submit hingga Artikel Terbit

Pengertian Minor Revision dalam Review Artikel

Minor Revision merupakan keputusan yang menunjukkan bahwa artikel masih membutuhkan perbaikan, tetapi perubahan yang diperlukan umumnya tidak terlalu besar. Reviewer dapat menilai bahwa substansi penelitian sudah cukup memadai, namun terdapat sejumlah detail yang perlu diperbaiki agar artikel lebih jelas, akurat, dan sesuai dengan standar jurnal.

Permintaan Minor Revision dapat berkaitan dengan kesalahan tata bahasa, penyesuaian istilah, penambahan beberapa referensi, perbaikan format tabel atau gambar, serta penyempurnaan penjelasan pada bagian tertentu. Walaupun terlihat sederhana, setiap komentar tetap perlu ditanggapi dengan serius karena keputusan akhir tetap berada pada editor.

Dalam beberapa kasus, Minor Revision juga dapat menyangkut kejelasan argumentasi. Misalnya, reviewer memahami hasil penelitian tetapi meminta penulis memberikan penjelasan tambahan mengenai alasan suatu temuan muncul. Penulis tidak selalu perlu melakukan penelitian baru untuk menjawab komentar tersebut. Cukup dengan memperjelas interpretasi dan memberikan dukungan dari literatur yang relevan jika memang sesuai.

Minor Revision juga sering diberikan ketika artikel secara umum sudah memenuhi standar jurnal tetapi terdapat ketidaksesuaian teknis. Contohnya adalah format referensi yang belum mengikuti gaya sitasi jurnal, tabel belum diberi keterangan yang memadai, atau beberapa istilah digunakan secara tidak konsisten. Perbaikan seperti ini biasanya dapat dilakukan tanpa mengubah desain penelitian.

Meskipun tingkat perbaikannya lebih ringan, penulis tetap perlu membuat response to reviewer yang terstruktur. Jangan menganggap komentar Minor Revision terlalu kecil untuk diberikan tanggapan. Respons yang jelas menunjukkan bahwa penulis memperhatikan seluruh masukan dan telah memastikan perubahan dalam manuskrip sesuai dengan permintaan reviewer.

Perbedaan Major Revision dan Minor Revision

Perbedaan Major Revision dan Minor Revision terutama terletak pada tingkat dan dampak perubahan yang diperlukan terhadap manuskrip. Major Revision biasanya menyentuh aspek substansial yang dapat memengaruhi argumentasi atau validitas artikel, sedangkan Minor Revision lebih sering berkaitan dengan penyempurnaan yang tidak mengubah inti penelitian.

Pada Major Revision, penulis mungkin harus memeriksa kembali metode penelitian, melakukan analisis tambahan, memperkuat teori, memperbaiki research gap, atau menulis ulang bagian pembahasan. Sebaliknya, Minor Revision biasanya dapat diselesaikan dengan memperbaiki beberapa bagian teks, menambahkan referensi, memperjelas penjelasan, atau memperbaiki format.

Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari tingkat pekerjaan yang dibutuhkan. Major Revision membutuhkan waktu dan perhatian lebih besar karena perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya. Jika metode penelitian diperjelas atau analisis tambahan dilakukan, hasil, pembahasan, kesimpulan, bahkan abstrak mungkin perlu diperbarui.

Sementara itu, Minor Revision cenderung lebih terfokus. Penulis dapat memperbaiki komentar satu per satu tanpa mengubah struktur utama penelitian. Namun, bukan berarti penulis boleh melakukan revisi secara sembarangan. Kesalahan kecil yang dibiarkan dapat membuat editor menilai bahwa penulis tidak menanggapi proses review secara serius.

Beberapa perbedaan utama antara Major Revision dan Minor Revision dapat dilihat dari aspek berikut:

  • Tingkat perubahan: Major Revision membutuhkan perubahan substansial, sedangkan Minor Revision membutuhkan perubahan terbatas.
  • Metode penelitian: Major Revision dapat meminta penjelasan atau evaluasi ulang metode, sedangkan Minor Revision biasanya hanya meminta klarifikasi.
  • Analisis data: Major Revision dapat membutuhkan analisis tambahan, sementara Minor Revision umumnya tidak mengubah analisis utama.
  • Pembahasan: Major Revision dapat mengharuskan penguatan argumentasi secara menyeluruh, sedangkan Minor Revision biasanya hanya membutuhkan penyempurnaan.
  • Referensi: Keduanya dapat meminta tambahan referensi, tetapi Major Revision biasanya berkaitan dengan penguatan landasan argumentasi.
  • Waktu pengerjaan: Major Revision umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Minor Revision.
  • Dampak terhadap struktur artikel: Major Revision dapat mengubah beberapa bagian artikel, sedangkan Minor Revision biasanya tidak mengubah struktur utama.
  • Respons reviewer: Keduanya tetap membutuhkan response to reviewer yang jelas dan sistematis.

Cara Menentukan Strategi Revisi Berdasarkan Keputusan Reviewer

Setelah menerima keputusan editorial, penulis perlu menentukan strategi berdasarkan jenis revisi yang diminta. Pada Major Revision, langkah awal yang penting adalah memetakan seluruh komentar reviewer ke dalam kategori seperti metode, teori, hasil, pembahasan, referensi, dan teknis penulisan. Pemetaan tersebut membantu penulis melihat persoalan utama dan menentukan urutan pekerjaan.

Penulis sebaiknya mengerjakan persoalan substansial terlebih dahulu. Jika reviewer meminta perbaikan metode, jangan terlalu fokus pada tata bahasa sebelum persoalan metodologis selesai. Perubahan besar pada metode atau analisis dapat membuat bagian lain ikut berubah, sehingga penyuntingan teknis lebih efektif dilakukan setelah substansi artikel stabil.

Untuk Minor Revision, strategi dapat dibuat lebih ringkas. Penulis dapat membuat tabel berisi komentar reviewer, tindakan yang dilakukan, dan lokasi perubahan dalam artikel. Setiap komentar kemudian diperiksa satu per satu. Meskipun revisinya ringan, cara kerja sistematis tetap dibutuhkan agar tidak ada komentar yang terlewat.

Penulis juga perlu membedakan antara komentar yang meminta perubahan langsung dan komentar yang membutuhkan penjelasan. Apabila reviewer meminta penambahan informasi, lakukan perubahan pada bagian yang relevan. Namun, jika penulis tidak setuju dengan suatu saran karena alasan akademis yang kuat, berikan penjelasan secara sopan dan berdasarkan argumentasi ilmiah.

Strategi yang baik pada kedua jenis revisi tersebut adalah tidak menganggap catatan reviewer sebagai kritik pribadi. Reviewer menilai manuskrip berdasarkan informasi yang tersedia dalam artikel. Jika suatu informasi sebenarnya telah dilakukan tetapi tidak dijelaskan dengan baik, revisi dapat digunakan untuk meningkatkan kejelasan. Dengan demikian, baik Major Revision maupun Minor Revision dapat menjadi proses untuk membuat artikel lebih kuat dan mudah dipahami pembaca.

Menanggapi Catatan Reviewer pada Major Revision dan Minor Revision

Setelah menerima keputusan Major Revision atau Minor Revision, penulis perlu membaca seluruh catatan reviewer sebelum melakukan perubahan. Jangan hanya memperhatikan komentar yang terlihat paling mudah karena satu komentar dapat berkaitan dengan bagian lain dalam manuskrip. Pembacaan secara menyeluruh membantu penulis memahami masalah yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh reviewer dan mencegah revisi dilakukan secara terpisah-pisah.

Pada Major Revision, komentar reviewer perlu diprioritaskan berdasarkan pengaruhnya terhadap kualitas penelitian. Catatan mengenai metode, analisis, research gap, novelty, dan interpretasi hasil biasanya perlu diselesaikan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut diperbaiki, penulis dapat memeriksa apakah perubahan yang dilakukan berdampak terhadap abstrak, pembahasan, kesimpulan, tabel, maupun bagian lain dalam artikel.

Sementara itu, pada Minor Revision, penulis dapat mengerjakan komentar secara lebih terarah. Setiap perubahan perlu dicocokkan dengan komentar yang diberikan agar tidak ada permintaan reviewer yang terlewat. Walaupun perubahannya sederhana, penulis tetap perlu memastikan bahwa revisi tidak menimbulkan kesalahan baru, terutama pada istilah, sitasi, tabel, dan informasi yang saling berkaitan.

Response to reviewer menjadi bagian penting dalam kedua kondisi tersebut. Dokumen ini sebaiknya memuat komentar reviewer, tanggapan penulis, serta penjelasan mengenai perubahan yang telah dilakukan. Jika jurnal meminta lokasi perubahan, penulis dapat mencantumkan halaman, paragraf, atau bagian artikel sesuai format yang berlaku. Dengan respons yang sistematis, editor dan reviewer dapat memeriksa hasil revisi dengan lebih mudah.

Ketika tidak menyetujui suatu komentar, penulis tidak perlu menghindarinya. Berikan alasan yang logis dan didukung dasar akademis. Penulis dapat menjelaskan mengapa saran tertentu tidak diterapkan dan, jika memungkinkan, menawarkan penyesuaian lain yang tetap menjawab kekhawatiran reviewer. Cara tersebut lebih baik daripada mengabaikan komentar tanpa penjelasan.

Bagian Artikel yang Sering Mendapat Permintaan Revisi

Beberapa bagian artikel lebih sering mendapatkan komentar selama proses review karena memiliki peran penting dalam menentukan kualitas penelitian. Pendahuluan, misalnya, dapat dikritik apabila masalah penelitian belum dijelaskan secara jelas atau hubungan antara penelitian terdahulu dengan research gap belum terlihat. Pada Major Revision, penulis mungkin perlu menyusun kembali argumentasi pendahuluan agar alasan penelitian dilakukan menjadi lebih kuat.

Bagian metode juga sering menjadi perhatian reviewer. Informasi mengenai desain penelitian, populasi atau sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, prosedur penelitian, dan teknik analisis harus disajikan dengan cukup jelas. Jika reviewer meminta klarifikasi, penulis perlu memastikan bahwa informasi yang ditambahkan benar-benar menggambarkan penelitian yang dilakukan dan bukan sekadar ditambahkan untuk memenuhi komentar.

Hasil penelitian harus konsisten dengan metode dan data yang digunakan. Reviewer dapat meminta penjelasan tambahan jika tabel atau angka dalam artikel sulit dipahami. Penulis perlu memeriksa kembali setiap angka, tabel, gambar, serta hasil analisis agar tidak terjadi perbedaan antara bagian hasil dan pembahasan.

Pembahasan juga menjadi bagian penting dalam proses revisi. Artikel ilmiah tidak cukup hanya menyajikan hasil, tetapi perlu menjelaskan makna temuan dan hubungannya dengan penelitian terdahulu. Jika reviewer menilai pembahasan terlalu deskriptif, penulis dapat memperkuat interpretasi dengan menjelaskan mengapa hasil tertentu muncul dan bagaimana temuan tersebut berhubungan dengan teori maupun penelitian sebelumnya.

Beberapa bagian yang perlu diperiksa ketika mendapatkan keputusan revisi meliputi:

  • Pendahuluan dan rumusan masalah.
  • Research gap dan novelty.
  • Landasan teori atau kerangka konseptual.
  • Metode dan desain penelitian.
  • Sumber serta karakteristik data.
  • Teknik analisis.
  • Penyajian hasil penelitian.
  • Interpretasi pada bagian pembahasan.
  • Referensi dan sitasi.
  • Kesimpulan serta implikasi penelitian.
  • Tabel, gambar, dan lampiran.
  • Abstrak dan kata kunci.

Pemeriksaan menyeluruh menjadi semakin penting pada Major Revision karena perubahan substantif dapat memengaruhi beberapa bagian artikel secara bersamaan. Pada Minor Revision, pemeriksaan tetap diperlukan meskipun ruang lingkup perubahannya lebih kecil. Dengan demikian, penulis dapat memastikan bahwa versi final artikel benar-benar konsisten dari awal sampai akhir.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Melakukan Revisi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan penulis adalah menganggap Major Revision sebagai penolakan. Padahal, keputusan tersebut menunjukkan bahwa editor masih memberikan kesempatan kepada penulis untuk memperbaiki manuskrip. Sikap yang terlalu pesimis dapat membuat penulis tidak maksimal dalam menanggapi komentar reviewer. Sebaliknya, keputusan revisi sebaiknya dipandang sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas artikel.

Kesalahan lainnya adalah memberikan respons yang terlalu singkat. Pernyataan seperti “sudah diperbaiki” tidak memberikan informasi yang cukup mengenai tindakan penulis. Reviewer perlu mengetahui apa yang diubah dan bagaimana perubahan tersebut menjawab komentar. Karena itu, respons sebaiknya spesifik dan sesuai dengan perubahan yang benar-benar dilakukan dalam manuskrip.

Pada Minor Revision, penulis juga tidak boleh mengabaikan komentar karena dianggap tidak penting. Permintaan kecil seperti memperbaiki referensi, menjelaskan istilah, atau menyesuaikan format tetap merupakan bagian dari evaluasi. Jika beberapa komentar kecil tidak ditindaklanjuti, editor dapat meminta revisi tambahan atau mempertanyakan ketelitian penulis.

Kesalahan yang lebih serius adalah melakukan perubahan tanpa memeriksa dampaknya terhadap bagian lain. Misalnya, penambahan analisis baru dapat mengubah interpretasi hasil. Jika pembahasan dan kesimpulan tidak diperbarui, artikel akan memiliki informasi yang tidak konsisten. Karena itu, setiap perubahan substansial harus diikuti pemeriksaan menyeluruh.

Penulis juga perlu menghindari perubahan data atau hasil penelitian hanya karena reviewer memiliki ekspektasi tertentu. Reviewer dapat meminta penjelasan, analisis, atau pengujian tambahan, tetapi data penelitian tetap harus disajikan secara jujur. Jika hasil tidak sesuai dengan dugaan awal, penulis perlu menjelaskan temuan tersebut secara ilmiah dan tidak memanipulasi hasil agar terlihat sesuai dengan harapan.

Langkah Setelah Revisi Selesai

Setelah semua komentar reviewer ditindaklanjuti, penulis sebaiknya melakukan pemeriksaan akhir sebelum mengirimkan kembali artikel. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap bagian yang diberi komentar, tetapi terhadap keseluruhan manuskrip. Hal ini penting terutama setelah Major Revision karena perubahan besar dapat memengaruhi alur artikel secara keseluruhan.

Periksa kembali hubungan antara tujuan penelitian, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Pastikan tidak ada klaim dalam kesimpulan yang tidak didukung oleh hasil penelitian. Jika terdapat analisis tambahan akibat komentar reviewer, pastikan hasil tersebut telah dibahas dan tercermin pada kesimpulan jika memang relevan.

Setelah pemeriksaan substansi selesai, lakukan pengecekan teknis. Pastikan manuskrip mengikuti template jurnal, jumlah kata sesuai ketentuan, referensi telah diperbarui, tabel dan gambar memiliki penomoran yang benar, serta seluruh bagian artikel menggunakan istilah yang konsisten. Periksa pula format file yang diminta oleh jurnal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum melakukan resubmission adalah:

  • Membaca ulang seluruh keputusan editor.
  • Memeriksa setiap komentar reviewer satu per satu.
  • Membandingkan manuskrip dengan response to reviewer.
  • Memastikan semua perubahan yang dijanjikan benar-benar dilakukan.
  • Memeriksa konsistensi metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
  • Mengecek kembali sitasi dan daftar pustaka.
  • Memeriksa format tabel dan gambar.
  • Membaca ulang abstrak setelah perubahan selesai.
  • Memastikan file yang diunggah merupakan versi terbaru.
  • Memeriksa kembali instruksi resubmission dari jurnal.

Jika jurnal meminta marked manuscript dan clean manuscript, kedua file harus dipersiapkan dengan benar. Marked manuscript dapat menunjukkan bagian yang mengalami perubahan, sedangkan clean manuscript merupakan versi akhir tanpa tanda revisi apabila itu yang diminta oleh jurnal. Kesalahan dalam mengunggah file dapat memperlambat proses editorial meskipun isi artikel sudah diperbaiki.

Setelah artikel dikirim ulang, penulis perlu menunggu proses evaluasi berikutnya. Editor dapat langsung mengambil keputusan, meminta reviewer sebelumnya memeriksa kembali manuskrip, atau meminta perbaikan tambahan. Lama proses tersebut berbeda-beda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya sehingga penulis sebaiknya mengikuti informasi status yang tersedia pada sistem jurnal.

Major Revision dan Minor Revision Bukan Jaminan Artikel Diterima

Menerima Major Revision atau Minor Revision merupakan tanda bahwa artikel masih memiliki peluang untuk dipertimbangkan, tetapi keduanya bukan jaminan bahwa manuskrip akan diterima. Keputusan akhir tetap bergantung pada kualitas revisi dan penilaian editor setelah manuskrip dikirim ulang. Oleh karena itu, penulis perlu mengerjakan revisi secara serius dan tidak menganggap keputusan tersebut sebagai formalitas.

Pada Major Revision, risiko mendapatkan revisi tambahan dapat lebih besar apabila komentar substantif belum dijawab dengan baik. Reviewer dapat meminta klarifikasi kembali apabila perubahan yang dilakukan belum menyelesaikan persoalan awal. Sementara itu, pada Minor Revision, peluang artikel untuk bergerak menuju keputusan akhir dapat lebih dekat apabila seluruh komentar dapat diselesaikan dengan baik, meskipun keputusan tetap berada di tangan editor.

Yang paling penting adalah menjadikan proses review sebagai bagian dari peningkatan kualitas penelitian. Komentar reviewer dapat membantu penulis menemukan kelemahan yang mungkin tidak terlihat ketika artikel pertama kali ditulis. Dengan memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang relevan, manuskrip dapat menjadi lebih jelas, argumentatif, konsisten, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah.

Baca juga:Revisi Mayor Jurnal dan Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Mendapat Catatan Reviewer

Kesimpulan

Perbedaan Major Revision dan Minor Revision terutama terletak pada tingkat perubahan yang dibutuhkan dalam artikel. Major Revision biasanya berkaitan dengan persoalan substansial seperti metode, analisis, research gap, novelty, hasil, atau pembahasan, sehingga membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan yang lebih menyeluruh. Sementara itu, Minor Revision umumnya berkaitan dengan penyempurnaan yang lebih terbatas, seperti kejelasan penjelasan, referensi, tata bahasa, format, atau aspek teknis tertentu.

Meskipun tingkat revisinya berbeda, keduanya tetap membutuhkan respons yang serius dan sistematis. Penulis perlu membaca semua catatan reviewer, menentukan prioritas, melakukan perubahan pada bagian yang relevan, kemudian menyusun response to reviewer yang menjelaskan tindakan yang telah dilakukan. Setelah revisi selesai, manuskrip harus diperiksa kembali agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, abstrak, tabel, gambar, dan referensi.

Memahami Major Revision dan Minor Revision membantu penulis menentukan strategi yang tepat ketika menghadapi proses peer review. Keputusan revisi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai penolakan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat manuskrip sebelum diterbitkan. Dengan respons yang profesional, revisi yang terarah, serta pemeriksaan akhir yang teliti, penulis dapat meningkatkan kualitas artikel dan mempersiapkannya untuk menghadapi tahap evaluasi berikutnya.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Publish Jurnal. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Publish Jurnal sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.